Tips Menasihati Anak Berdasarkan Al-Qur'an Surat Luqman
Rabu, 03 Agustus 2022 - 14:03 WIB
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ
“Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah.” (QS. Luqman: 13)
Semua perkara dalam agama itu penting, tapi dari yang penting itu ada yang lebih penting. Sehingga kita harus bisa menentukan skala prioritas di dalam memberikan pelajaran kepada anak. Perkara yang terpenting di sini adalah perkara yang berkaitan dengan akidah tauhid. Karena ini merupakan sebab manusia itu diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dan sebagaimana kita sebutkan sebelumnya bahwa tugas terpenting orang tua adalah mengawal tauhid anaknya. Karena dia lahir dengan segel tauhid yang melekat pada dirinya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ
“Setiap bayi lahir dengan membawa fitrahnya (tauhid).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka, di sini Luqman berpesan agar jangan melakukan syirik, baik itu syirik kecil apalagi syirik besar.
Baca juga: Inilah Makna Keberkahan Hidup yang Patut Diketahui
Luqman berkata:
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya kesyirikan adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS. Luqman[31]: 13)
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary menjelaskan, terkadang dalam memberikan pelajaran kepada anak, tidak hanya perkara-perkara pokok tanpa menjelaskan alasan. Tapi kita perlu menjelaskan alasan. Misalnya mengapa dia harus sholat, mengapa tidak boleh berbohong, dan seterusnya.
Lihat Juga :