Kisah Bani Israil Menuduh Nabi Musa Membunuh Nabi Harun
Senin, 05 September 2022 - 11:14 WIB
Ketika tuduhan pembunuhan atas Nabi Harun itu kian ramai, Musa berdoa agar Allah memperlihatkan kebenaran perkataannya. Foto/Ilustrasi: Ist
Kisah Bani Israil menuduh Nabi Musa membunuh Nabi Harun disampaikan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan As-Saddi dari Abu Malik dan Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, dari Murrah, dari Ibnu Mas'ud, dari beberapa orang di antara para sahabat Nabi SAW.
Ibnu Katsir dalam "Qishashul Anbiya" atau "Kisah Para Nabi" mengutip hadis tersebut. Mereka berkata, Allah SWT mewahyukan kepada Musa: “Sesungguhnya, aku akan mewafatkan Harun. Oleh sebab itu, datanglah engkau bersamanya ke sebuah gunung yang begini dan begini'.”
Baca juga: Sayyidah Shafiyah binti Huyai, Istri Rasulullah Keturunan Nabi Harun
Musa dan Harun pun pergi menuju gunung yang dimaksud hingga keduanya sampai pada sebatang pohon yang tidak ada satu pohon pun pernah dilihat seperti pohon itu. Tanpa diduga, di bawahnya terdapat bangunan rumah, ranjang berkasur, dan aroma wangi.
Ketika Harun memandang ke arah gunung, bangunan rumah, dan segala hal yang sangat menakjubkan itu, beliau berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya aku lebih suka tidur di kasur ini.”
Musa berkata kepada Harun, “Tidurlah di atasnya.”
Harun berkata, “Sesungguhnya, aku takut jika pemilik rumah ini datang lalu ia marah kepadaku.”
Musa berkata kepada Harun, “Jangan takut, akulah yang menjamin dirimu terhadap pemilik rumah ini. Tidurlah segera.”
Harun berkata, “Tidak, engkau harus tidur bersamaku. Dengan demikian, jika pemilik rumah ini datang dalam keadaan marah, kita berdua akan dimarahi bersama-sama.”
Setelah Harun dan Musa tidur, saat itulah kematian menjemput Harun.
Ketika Harun menyadari apa yang terjadi, beliau berkata, “Hai Musa...engkau telah memperdayaiku!"
Ibnu Katsir dalam "Qishashul Anbiya" atau "Kisah Para Nabi" mengutip hadis tersebut. Mereka berkata, Allah SWT mewahyukan kepada Musa: “Sesungguhnya, aku akan mewafatkan Harun. Oleh sebab itu, datanglah engkau bersamanya ke sebuah gunung yang begini dan begini'.”
Baca juga: Sayyidah Shafiyah binti Huyai, Istri Rasulullah Keturunan Nabi Harun
Musa dan Harun pun pergi menuju gunung yang dimaksud hingga keduanya sampai pada sebatang pohon yang tidak ada satu pohon pun pernah dilihat seperti pohon itu. Tanpa diduga, di bawahnya terdapat bangunan rumah, ranjang berkasur, dan aroma wangi.
Ketika Harun memandang ke arah gunung, bangunan rumah, dan segala hal yang sangat menakjubkan itu, beliau berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya aku lebih suka tidur di kasur ini.”
Musa berkata kepada Harun, “Tidurlah di atasnya.”
Harun berkata, “Sesungguhnya, aku takut jika pemilik rumah ini datang lalu ia marah kepadaku.”
Musa berkata kepada Harun, “Jangan takut, akulah yang menjamin dirimu terhadap pemilik rumah ini. Tidurlah segera.”
Harun berkata, “Tidak, engkau harus tidur bersamaku. Dengan demikian, jika pemilik rumah ini datang dalam keadaan marah, kita berdua akan dimarahi bersama-sama.”
Setelah Harun dan Musa tidur, saat itulah kematian menjemput Harun.
Ketika Harun menyadari apa yang terjadi, beliau berkata, “Hai Musa...engkau telah memperdayaiku!"
Lihat Juga :