Kisah Bani Israil Menuduh Nabi Musa Membunuh Nabi Harun
Senin, 05 September 2022 - 11:14 WIB
Setelah Harun wafat, rumah itu pun terangkat. Pohon juga bergerak dan kasur pun terangkat ke atas membawa jasad Harun ke langit.
Baca juga: Kisah Nabi Jirjis, Adakah Nabi Setelah Nabi Isa Selain Nabi Muhammad SAW?
Ketika Nabi Musa as kembali kepada kaumnya dalam keadaan sendirian —tidak bersama Harun, mereka berkata, “Sungguh Musa telah membunuh Harun. Musa merasa dengki kepada Harun karena kecintaan Bani Israil kepada Harun.”
Mereka menganggap Harun lebih memahami perasaan mereka daripada Musa. Harun juga lebih lunak sikapnya kepada mereka daripada Musa, sedangkan Musa sikapnya lebih tegas kepada sebagian orang di antara kaumnya itu.
Ketika ucapan mereka sempat terdengar oleh Musa, beliau berkata kepada mereka, “Sungguh celaka kalian! Harun itu saudara kandungku sendiri. Apakah kalian melihat kalau aku telah membunuhnya?”
Ketika tuduhan tersebut semakin ramai diperbincangkan oleh Bani Israil, Musa segera mengerjakan sholat sebanyak dua rakaat kemudian beliau berdoa kepada Allah agar memperlihatkan kebenaran perkataannya. Tidak berapa lama kemudian, kasur yang menjadi tempat Harun mengembuskan nafas terakhirnya itu pun turun sehingga mereka dapat menyaksikan Harun di atas kasur yang terletak di antara langit dan bumi.
Baca juga: Membaca Misi Suci Nabi Musa AS
Pendamping Nabi Musa
Nama Harun disebutkan dalam Al-Qur'an sebanyak 19 kali dan kisahnya selalu disebutkan bersama Musa. Sebenarnya ada satu lagi penyebutan kata "Harun". Yakni di surah Maryam ayat 28. Akan tetapi, masih ada perdebatan terkait hal tersebut. Sebagian menyatakan ia adalah Nabi Harun dan sebagian lainnya berpendapat bahwa itu merupakan orang lain yang hidup pada zaman Maryam, ibu Nabi Isa.
Dalam Al-Qur'an surah Thaha ayat 29-32, Allah SWT mempertegas kedudukan Nabi Harun.
وَٱجۡعَل لِّي وَزِيرٗا مِّنۡ أَهۡلِي . هَٰرُونَ أَخِي . ٱشۡدُدۡ بِهِۦٓ أَزۡرِي . وَأَشۡرِكۡهُ فِيٓ أَمۡرِي
Baca juga: Kisah Nabi Jirjis, Adakah Nabi Setelah Nabi Isa Selain Nabi Muhammad SAW?
Ketika Nabi Musa as kembali kepada kaumnya dalam keadaan sendirian —tidak bersama Harun, mereka berkata, “Sungguh Musa telah membunuh Harun. Musa merasa dengki kepada Harun karena kecintaan Bani Israil kepada Harun.”
Mereka menganggap Harun lebih memahami perasaan mereka daripada Musa. Harun juga lebih lunak sikapnya kepada mereka daripada Musa, sedangkan Musa sikapnya lebih tegas kepada sebagian orang di antara kaumnya itu.
Ketika ucapan mereka sempat terdengar oleh Musa, beliau berkata kepada mereka, “Sungguh celaka kalian! Harun itu saudara kandungku sendiri. Apakah kalian melihat kalau aku telah membunuhnya?”
Ketika tuduhan tersebut semakin ramai diperbincangkan oleh Bani Israil, Musa segera mengerjakan sholat sebanyak dua rakaat kemudian beliau berdoa kepada Allah agar memperlihatkan kebenaran perkataannya. Tidak berapa lama kemudian, kasur yang menjadi tempat Harun mengembuskan nafas terakhirnya itu pun turun sehingga mereka dapat menyaksikan Harun di atas kasur yang terletak di antara langit dan bumi.
Baca juga: Membaca Misi Suci Nabi Musa AS
Pendamping Nabi Musa
Nama Harun disebutkan dalam Al-Qur'an sebanyak 19 kali dan kisahnya selalu disebutkan bersama Musa. Sebenarnya ada satu lagi penyebutan kata "Harun". Yakni di surah Maryam ayat 28. Akan tetapi, masih ada perdebatan terkait hal tersebut. Sebagian menyatakan ia adalah Nabi Harun dan sebagian lainnya berpendapat bahwa itu merupakan orang lain yang hidup pada zaman Maryam, ibu Nabi Isa.
Dalam Al-Qur'an surah Thaha ayat 29-32, Allah SWT mempertegas kedudukan Nabi Harun.
وَٱجۡعَل لِّي وَزِيرٗا مِّنۡ أَهۡلِي . هَٰرُونَ أَخِي . ٱشۡدُدۡ بِهِۦٓ أَزۡرِي . وَأَشۡرِكۡهُ فِيٓ أَمۡرِي
Lihat Juga :