Ketika Hewan Menjadi Gemuk karena Mengonsumsi Daging Yakjuj dan Makjuj
Kamis, 08 September 2022 - 09:20 WIB
Mengandung Keganjilan
Akan tetapi, kata Ibnu Katsir, matan (teks) hadis mengandung keganjilan dalam predikat marfu'-nya, karena makna lahiriah Surat Al-Kahfi ayat 97-99 menunjukkan bahwa Yakjuj dan Makjuj tidak mampu menaikinya dan tidak mampu pula melubanginya, mengingat kerasnya bendungan itu serta kekuatan dan kekokohannya.
Allah SWT berfirman:
{فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا (97) قَالَ هَذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا (98) وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا (99) }
"Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. Zulqarnain berkata: "(dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku. Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar.”
Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya. ( QS Al-Kahfi : 97-99)
Baca juga: Apakah Yajuj dan Majuj Bangsa Mongol? Simak Penjelasannya
Dalam ayat ini, kata Ibnu Katsir, Allah SWT menceritakan tentang Yakjuj dan Makjuj yang tidak mampu naik ke atas bendungan (dinding) itu. Tidak mampu pula melubangi bawahnya, maka masing-masing diungkapkan dengan bahasa yang sesuai dengan maknanya. Lalu disebutkanlah oleh firman-Nya: "Maka mereka tidak dapat mendakinya dan mereka tidak dapat (pula) melubanginya." ( QS Al-Kahfi : 97)
"Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak mampu melubangi dan tidak dapat berbuat sesuatu pun terhadap dinding itu," tutur Ibnu Katsir.
Baca juga: Ciri dan Sifat Ya'juj dan Ma'juj dan Kemunculannya Jelang Kiamat
Kalimah InsyaAllah
Selain hadis Imam Ahmad, hal yang semisal juga telah diriwayatkan oleh Ka'bul Ahbar, bahwa Yakjuj dan Makjuj sebelum keluarnya mendatangi bendungan itu lalu menggerogotinya hingga tiada yang tersisa dari tembok bendungan itu kecuali hanya sedikit.
Kemudian mereka berkata, "Besok kita buka bendungan ini."
Pada keesokan harinya mereka datang ke bendungan itu yang ternyata telah kembali seperti sediakala dalam keadaan utuh. Kemudian mereka menggerogotinya lagi, hingga tiada yang tersisa kecuali hanya sedikit, lalu mereka mengatakan hal yang sama. Dan pada keesokan harinya mereka menjumpai bendungan itu seperti sediakala.
Akan tetapi, kata Ibnu Katsir, matan (teks) hadis mengandung keganjilan dalam predikat marfu'-nya, karena makna lahiriah Surat Al-Kahfi ayat 97-99 menunjukkan bahwa Yakjuj dan Makjuj tidak mampu menaikinya dan tidak mampu pula melubanginya, mengingat kerasnya bendungan itu serta kekuatan dan kekokohannya.
Allah SWT berfirman:
{فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا (97) قَالَ هَذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا (98) وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا (99) }
"Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. Zulqarnain berkata: "(dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku. Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar.”
Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya. ( QS Al-Kahfi : 97-99)
Baca juga: Apakah Yajuj dan Majuj Bangsa Mongol? Simak Penjelasannya
Dalam ayat ini, kata Ibnu Katsir, Allah SWT menceritakan tentang Yakjuj dan Makjuj yang tidak mampu naik ke atas bendungan (dinding) itu. Tidak mampu pula melubangi bawahnya, maka masing-masing diungkapkan dengan bahasa yang sesuai dengan maknanya. Lalu disebutkanlah oleh firman-Nya: "Maka mereka tidak dapat mendakinya dan mereka tidak dapat (pula) melubanginya." ( QS Al-Kahfi : 97)
"Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak mampu melubangi dan tidak dapat berbuat sesuatu pun terhadap dinding itu," tutur Ibnu Katsir.
Baca juga: Ciri dan Sifat Ya'juj dan Ma'juj dan Kemunculannya Jelang Kiamat
Kalimah InsyaAllah
Selain hadis Imam Ahmad, hal yang semisal juga telah diriwayatkan oleh Ka'bul Ahbar, bahwa Yakjuj dan Makjuj sebelum keluarnya mendatangi bendungan itu lalu menggerogotinya hingga tiada yang tersisa dari tembok bendungan itu kecuali hanya sedikit.
Kemudian mereka berkata, "Besok kita buka bendungan ini."
Pada keesokan harinya mereka datang ke bendungan itu yang ternyata telah kembali seperti sediakala dalam keadaan utuh. Kemudian mereka menggerogotinya lagi, hingga tiada yang tersisa kecuali hanya sedikit, lalu mereka mengatakan hal yang sama. Dan pada keesokan harinya mereka menjumpai bendungan itu seperti sediakala.
Lihat Juga :