4 Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Berdakwah ke Yaman

Senin, 19 September 2022 - 17:05 WIB
Selanjutnya, Muadz bin Jabal juga sempat diutus oleh Nabi Muhammad SAW ke wilayah Yaman. Selain berdakwah, di sana Muadz bin Jabal bertugas sebagai penguasa, hakim agung, sekaligus menjadi pengajar dan pengumpul zakat.

Baca juga: Yaman Pra-Islam: Abrahah dan Pembantaian 20.000 Umat Nasrani

Prof Muhammad Quraish Shihab dalam buku "Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW" menjelaskan, misi Muadz bin Jabal ke Yaman diiringi dengan surat-surat kepercayaan dari Nabi Muhammad. Yang salah satunya berisi: “Inniy bu’itstu lakum khaira ahliy,”. Yang artinya: “Aku mengutus kepadamu, wahai penduduk Yaman, keluargaku yang terbaik.”

Sebelum Muadz berangkat ke Yaman pun, Nabi seolah tengah menguji kelayakan kepadanya dengan beberapa pertanyaan.

Nabi berkata kepada Muadz: “Kaifa tashna’u idza uridha laka qadhaa-un?”. Yang artinya: “Bagaimana engkau bersikap jika diajukan kepadamu permintaan menetapkan hukum?”.

Muadz pun menjawab: “Aqdhiy fi kitabillah,”. Yang artinya: “Aku memutuskan berdasarkan Kitabullah,”.

Nabi bertanya lagi: “Fa in lam yakun fi kitabillah?”. Yan artinya: “Kalau engkau tak temukan dalam Kitabullah?”.

Muadz menjawab: “Bisunnati Rasulillah,”. Yang artinya: “Dengan sunah Rasulullah.”

Nabi kembali bertanya: “Fa in lam yakun fi sunnati Rasulillah?”

Muadz dengan tegas menjawab: “Ajtahidu bira’yi wala aluw,”. Yang artinya: “Aku mencurahkan daya sekuat mungkin/berijtihad.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!