Bacaan Sholawat Nariyah Lengkap dengan Keutamaannya
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 17:41 WIB
Sholawat Nariyah termasuk sholawat yang cukup populer di kalangan muslim karena fadhilahnya dapat mengatasi segala persoalan hidup dan wasilah mempermudah rezeki. Foto/dok Islamsea
Bacaan Sholawat Nariyah lengkap dengan keutamaannya perlu diketahui dan diamalkan oleh umat Islam. Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang bersholawat kepadaku sekali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh kali." (HR Muslim)
Salah satu sholawat yang populer di kalangan umat Islam adalah Sholawat Nariyah. Keutamaannya dapat mengatasi segala persoalan hidup.
Secara garis besar sholawat terbagi dua yaitu: (1) Sholawat Ma'tsurat yang langsung diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. (2) Sholawat Ghairu Ma'tsurat yaitu sholawat yang disusun oleh selain Nabi, misalnya para sahabat, tabi'in dan para ulama seperti Sholawat Nariyah, Munjiyah, Tibbil Qulub, Al-Fatih, dan lainnya.
Keistimewaan sholawat disebutkan oleh Al-Hafizh Asy-Syaraji. Semua dzikir tidak diterima kecuali dengan khusyuk dan hadirnya hati. Beda dengan bacaan sholawat yang tetap diterima Allah meskipun hati tidak khusyuk.
Asal Usul Sholawat Nariyah
Sholawat Nariyah atau biasa disebut juga Sholawat Tafrijiyyah atau sholawat agar dilepaskan dari kesusahan. Menurut Habib Mundzir bin Fuad Al-Musawa, sholawat ini dikarang oleh Syaikh Ibrahim at Tazy Al-Maghrib, ulama sufi dari Kota Taza, Maroko.
Di kalangan penduduk Maroko, sholawat ini dinamai Nariyah, dari kata Nar yang berarti api, karena pengabulannya yang cepat. Penduduk Maroko banyak membuktikan bahwa ketika mereka sedang dalam kesulitan atau menginginkan sesuatu, mereka membaca sholawat ini sebanyak 4444 kali. Atas izin Allah, keinginan mereka segera tercapai.
Berikut Bacaan Sholawat Nariyah:
Allaahumma sholli sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman 'ala Sayyidina Muhammadinil-ladzi tanhaallu bihil-'uqadu, wa tanfariju bihil-kurabu, wa tuqdha bihil-hawaaiju, wa tunaalu bihir-ragha'ibu wa hiusnul-khawatimi wa yustasqal-ghamamu biwajhihil-kariimi wa 'alaa Alihi wa shahbihi fii kulli lamhaatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'luumilak.
Salah satu sholawat yang populer di kalangan umat Islam adalah Sholawat Nariyah. Keutamaannya dapat mengatasi segala persoalan hidup.
Secara garis besar sholawat terbagi dua yaitu: (1) Sholawat Ma'tsurat yang langsung diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. (2) Sholawat Ghairu Ma'tsurat yaitu sholawat yang disusun oleh selain Nabi, misalnya para sahabat, tabi'in dan para ulama seperti Sholawat Nariyah, Munjiyah, Tibbil Qulub, Al-Fatih, dan lainnya.
Keistimewaan sholawat disebutkan oleh Al-Hafizh Asy-Syaraji. Semua dzikir tidak diterima kecuali dengan khusyuk dan hadirnya hati. Beda dengan bacaan sholawat yang tetap diterima Allah meskipun hati tidak khusyuk.
Asal Usul Sholawat Nariyah
Sholawat Nariyah atau biasa disebut juga Sholawat Tafrijiyyah atau sholawat agar dilepaskan dari kesusahan. Menurut Habib Mundzir bin Fuad Al-Musawa, sholawat ini dikarang oleh Syaikh Ibrahim at Tazy Al-Maghrib, ulama sufi dari Kota Taza, Maroko.
Di kalangan penduduk Maroko, sholawat ini dinamai Nariyah, dari kata Nar yang berarti api, karena pengabulannya yang cepat. Penduduk Maroko banyak membuktikan bahwa ketika mereka sedang dalam kesulitan atau menginginkan sesuatu, mereka membaca sholawat ini sebanyak 4444 kali. Atas izin Allah, keinginan mereka segera tercapai.
Berikut Bacaan Sholawat Nariyah:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Allaahumma sholli sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman 'ala Sayyidina Muhammadinil-ladzi tanhaallu bihil-'uqadu, wa tanfariju bihil-kurabu, wa tuqdha bihil-hawaaiju, wa tunaalu bihir-ragha'ibu wa hiusnul-khawatimi wa yustasqal-ghamamu biwajhihil-kariimi wa 'alaa Alihi wa shahbihi fii kulli lamhaatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'luumilak.