Peringati Maulid Nabi, JATMAN DKI Ajak Masyarakat Bangun Tradisi Khataman Kitab Hadits
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 18:04 WIB
Ketua Majelis Ifta JATMAN DKI KH Yunus Abdul Hamid menambahkan zaman saat ini banyak yang mengaku dirinya Mursyid, tetapi tidak banyak Mursyid yang memiliki bashirah atau penglihatan mata hati yang tajam sehingga mengetahui penyakit hati muridnya sekaligus membimbing muridnya untuk dapat menyucikan jiwa.
Baca juga: Maulid Nabi: Kisah Alam Menyambut Lahirnya Rasulullah SAW
Ibarat dokter yang mengobati pasien, Mursyid harus mengetahui terlebih dulu penyakitnya agar dapat memberikan obat yang sesuai dengan penyakit yang diderita pasien.
"Artinya, hatinya sudah futuh melalui wirid yang sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah. Mursyid akan membimbing muridnya untuk terlebih dulu bertobat. Setelah itu, Mursyid akan menuntun muridnya menapaki manzilah yang lebih tinggi yaitu istikamah. Selanjutnya, murid dibawa melangkah pada manzilah yang lebih atas yaitu takwa. Setelah seseorang itu bertakwa maka dengan rahmat Allah SWT orang tersebut menjadi muslim yang kaffah,” jelas Kiai Yunus.
Ketika seseorang telah terbebas dari berhala fisik seperti tidak menyembah patung dan sejenisnya, maka harus juga terbebas dari berhala nafsu yang ada dalam diri. "Dengan begitu, ibadahnya tidak karena perkara dunia seperti harta dan jabatan, tetapi murni karena Allah," katanya.
Baca juga: Maulid Nabi: Kisah Alam Menyambut Lahirnya Rasulullah SAW
Ibarat dokter yang mengobati pasien, Mursyid harus mengetahui terlebih dulu penyakitnya agar dapat memberikan obat yang sesuai dengan penyakit yang diderita pasien.
"Artinya, hatinya sudah futuh melalui wirid yang sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah. Mursyid akan membimbing muridnya untuk terlebih dulu bertobat. Setelah itu, Mursyid akan menuntun muridnya menapaki manzilah yang lebih tinggi yaitu istikamah. Selanjutnya, murid dibawa melangkah pada manzilah yang lebih atas yaitu takwa. Setelah seseorang itu bertakwa maka dengan rahmat Allah SWT orang tersebut menjadi muslim yang kaffah,” jelas Kiai Yunus.
Ketika seseorang telah terbebas dari berhala fisik seperti tidak menyembah patung dan sejenisnya, maka harus juga terbebas dari berhala nafsu yang ada dalam diri. "Dengan begitu, ibadahnya tidak karena perkara dunia seperti harta dan jabatan, tetapi murni karena Allah," katanya.
(jon)
Lihat Juga :