Kisah Kematian Dajjal yang Dibunuh Nabi Isa
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 10:07 WIB
Baca juga: Dajjal Telah Bersiap Membebaskan Diri dari Penjaranya
Tempat Turunnya Nabi Isa
Nabi Isa turun di Damaskus atau Damsyik. Ia adalah ibu kota dan kota terbesar di Suriah. Kota ini merupakan salah satu kota yang selalu dihuni tertua di dunia, selain Al-Fayyum, dan Gaziantep. Populasinya saat ini diperkirakan sekitar 3,67 juta jiwa. Kini Suriah tengah dilanda perang.
Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil dalam "Kitab Asyraathus Saa’ah" (1955) menjelaskan ketika turun ke bumi Nabi Isa memakai dua helai pakaian yang dicelup dengan minyak ja’faran, meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua Malaikat.
Apabila dia menundukkan kepala, maka turunlah rambutnya, dan jika dia mengangkatnya, maka berjatuhanlah keringatnya bagaikan butir-butir mutiara, tidaklah seorang kafir pun yang mencium nafasnya melainkan dia akan mati, sementara nafasnya sejauh pandangannya.
Nabi Isa akan turun di kalangan ath-Thaaifah al-Manshuurah (Ahlus Sunnah wal Jamaa’ah) yang berperang di atas kebenaran. "Mereka semua bergabung untuk memerangi Dajjal, lalu beliau akan turun ketika iqamah sholat dikumandangkan dan beliau sholat di belakang seorang pemimpin dari kelompok tersebut," tulis Yusuf bin Abdillah.
Ibnu Katsir menambahkan inilah yang paling masyhur tentang tempat turunnya Nabi Isa, yaitu di atas menara putih bagian timur kota Damaskus.
"Saya telah melihat pada sebagian kitab sesungguhnya dia akan turun di menara putih sebelah timur masjid jami Damaskus," ujar Ibnu Katsir.
Baca juga: Melacak Kota Lod, Tempat Dajjal Akan Terbunuh
Barangkali inilah pendapat yang lebih terpelihara, kata Ibnu Katsir, karena di Damaskus tidak dikenal ada sebuah menara di bagian timur selain menara yang ada di sisi masjid jami al-Umawi di Damaskus di sebelah timurnya.
"Inilah yang lebih tepat lagi cocok, karena dia akan turun ketika sholat didirikan, lalu pemimpin kaum muslimin akan berkata kepadanya, 'Wahai Ruuhullaah! Majulah,' lalu dia berkata, 'Engkau yang maju, karena sesungguhnya iqamah dikumandangkan untukmu.'
Ibnu Katsir mengatakan bahwa pada zamannya, yaitu pada tahun 741 H, kaum muslimin membarui menara dengan menggunakan batu putih.
Pada saat itu pembangunannya diambil dari harta kaum Nasrani yang telah membakar menara tersebut yang berada di tempat mereka. Barangkali ini merupakan salah satu tanda kenabian yang tampak, di mana Allah menakdirkan pembangunan menara ini dari harta orang-orang Nasrani agar Nabi Isa bin Maryam turun pada menara tersebut, untuk membunuh babi, menghancurkan salib, tidak menerima jizyah dari mereka.
Pilihannya adalah masuk Islam atau dibunuh. "Demikian pula orang-orang kafir dari kalangan yang lainnya," ujar Ibnu Katsir dalam An-Nihaayah al-Fitan wal Malaahim.
Baca juga: Sejumlah Pendapat Mengapa Al-Qur'an Tak Menyebut Dajjal
Tempat Turunnya Nabi Isa
Nabi Isa turun di Damaskus atau Damsyik. Ia adalah ibu kota dan kota terbesar di Suriah. Kota ini merupakan salah satu kota yang selalu dihuni tertua di dunia, selain Al-Fayyum, dan Gaziantep. Populasinya saat ini diperkirakan sekitar 3,67 juta jiwa. Kini Suriah tengah dilanda perang.
Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil dalam "Kitab Asyraathus Saa’ah" (1955) menjelaskan ketika turun ke bumi Nabi Isa memakai dua helai pakaian yang dicelup dengan minyak ja’faran, meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua Malaikat.
Apabila dia menundukkan kepala, maka turunlah rambutnya, dan jika dia mengangkatnya, maka berjatuhanlah keringatnya bagaikan butir-butir mutiara, tidaklah seorang kafir pun yang mencium nafasnya melainkan dia akan mati, sementara nafasnya sejauh pandangannya.
Nabi Isa akan turun di kalangan ath-Thaaifah al-Manshuurah (Ahlus Sunnah wal Jamaa’ah) yang berperang di atas kebenaran. "Mereka semua bergabung untuk memerangi Dajjal, lalu beliau akan turun ketika iqamah sholat dikumandangkan dan beliau sholat di belakang seorang pemimpin dari kelompok tersebut," tulis Yusuf bin Abdillah.
Ibnu Katsir menambahkan inilah yang paling masyhur tentang tempat turunnya Nabi Isa, yaitu di atas menara putih bagian timur kota Damaskus.
"Saya telah melihat pada sebagian kitab sesungguhnya dia akan turun di menara putih sebelah timur masjid jami Damaskus," ujar Ibnu Katsir.
Baca juga: Melacak Kota Lod, Tempat Dajjal Akan Terbunuh
Barangkali inilah pendapat yang lebih terpelihara, kata Ibnu Katsir, karena di Damaskus tidak dikenal ada sebuah menara di bagian timur selain menara yang ada di sisi masjid jami al-Umawi di Damaskus di sebelah timurnya.
"Inilah yang lebih tepat lagi cocok, karena dia akan turun ketika sholat didirikan, lalu pemimpin kaum muslimin akan berkata kepadanya, 'Wahai Ruuhullaah! Majulah,' lalu dia berkata, 'Engkau yang maju, karena sesungguhnya iqamah dikumandangkan untukmu.'
Ibnu Katsir mengatakan bahwa pada zamannya, yaitu pada tahun 741 H, kaum muslimin membarui menara dengan menggunakan batu putih.
Pada saat itu pembangunannya diambil dari harta kaum Nasrani yang telah membakar menara tersebut yang berada di tempat mereka. Barangkali ini merupakan salah satu tanda kenabian yang tampak, di mana Allah menakdirkan pembangunan menara ini dari harta orang-orang Nasrani agar Nabi Isa bin Maryam turun pada menara tersebut, untuk membunuh babi, menghancurkan salib, tidak menerima jizyah dari mereka.
Pilihannya adalah masuk Islam atau dibunuh. "Demikian pula orang-orang kafir dari kalangan yang lainnya," ujar Ibnu Katsir dalam An-Nihaayah al-Fitan wal Malaahim.
Baca juga: Sejumlah Pendapat Mengapa Al-Qur'an Tak Menyebut Dajjal
(mhy)
Lihat Juga :