Asbabun Nuzul Surat Al Waqiah Lengkap
Rabu, 09 November 2022 - 17:38 WIB
Asbabun nuzul atau sebab turunnya surat Al Waqiah secara lengkap terbagi menjadi beberapa peristiwa, terutama terkait ayat-ayat yang diturunkannya secara berbeda. Foto ilustrasi/ist
Asbabun nuzul atau sebab turunnya surat Al Waqiah secara lengkap terbagi menjadi beberapa peristiwa, terutama terkait ayat-ayat yang diturunkannya secara berbeda.
Dikutip dari buku 'Asbabun Nuzul : Latar belakang Historis Turunnya Ayat-ayat Al-Qur'an' edisi kedua yang disusun KH Q Shaleh dan HAA Dahlan serta timnya yang diterbitkan penerbit Diponegoro Bandung, dijelaskan beberapa bagian tentang asbabun nuzul Surat Al Waqiah ini, yakni:
1. QS Al Waqiah ayat 11-14
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun surat al Waqiah ayat (11-14) sampai ayat “stulatun minal awwalin waqolilun minal akhirin” (segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian [yang masuk syurga]) mendengar ini sebagian kaum Muslimin merasa tidak gembira.
Baca juga: Inilah Berkah Membaca Surat Al Waqiah Rutin Setiap Hari
Maka turunlah ayat berikutnya. “tsullatun minal awwalina wastulaltun minal akhirin” (QS al Waqiah : 39-40) yang menegaskan bahwa pada zaman mulai Islam muncul, sampai hari akhir dari Kaum Muslimin banyak menjadi ahli surga. (Keterangan tersebut diriwayatkan oleh imam Ahmad, Ibnul Mundzir dan Ibnu Abi Hatim dan terdapat sanad yang tidak dikenal yang bersambung dari Abi Hurairah).
Kemudian dalam suatu riwayat dikemukakan ketika turun ayat “idza waqa’atil waqi’ah dan didalamnya diterangkan “Tsullatun minal awwalin, waqalilun, minal akhirin” (QS. Al Waqiah : 13-14) Umar bin Khattab berkata : “Ya Rasulullah! Tsullatun minal awwalin wa qalilun minna?(segolongan besar dari orang-orang terdahulu, dan segolongan kecil dari kita?)
Setahun kemudian baru turunlah ayat berikut- nya (QS Al Waqiah : 39-40) yang menegaskan bahwa segolongan besar dari orang-orang terdahulu dan golongan besar pula dari golongan orang-orang yang hidup kemudian (yang masuk surga). Ketika itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memanggil Umar: Hai Umar! mari dengarlah apa yang telah diturunkan Allah : “Tsullatun minal awwalin wa tsullatun minal akhirin”(segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian).( Keterangan ini diriwayatkan oleh Ibnu Asakir di dalam Tarikh dimasyq dengan sanad yang diragukan dari 'Urwah bin Ruwaim yang bersumber dari Jabir bin Abdillah).
2. QS Al-Waqiah ayat 27-29
Sebab turunnya tiga ayat ini (ayat 27-29), dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa setelah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengizinkan orang-orang Thaif mengusai lembah yang indah dan bersarang madu, mereka mendengar bahwa surga itu serba indah. Mereka berangan-angan untuk memiliki lembah di surga seperti yang dimiliki waktu itu. Maka turunlah ayat ini (QS Al-Waqiah ayat 27 sampai dengan ayat 29), yang melukiskan kehidupan di surga na’im yang disediakan bagi golongan “kanan”.
Keterangan tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari 'Urwah bin Rawaim (tapi mursal) dan diriwayatkan oleh Sa'id bin Manshur di dalam susunannya dan al-Baihaqi dalm kitab al-Ba'ts yang bersumber dari 'Atha' dan Mjahid.
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa orang-orang kagum melihat lembah yang teduh dinaungi pohon-pohon yang rindang dan indah. Ayat ini (ayat 27 – 29) turun melukiskan kehidupan surga yang serba indah dan lebih. (Keterangan : Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan sanad yang lain yang bersumber dari Mujahid)
3. QS Al Waqiah ayat 75-82
Dikutip dari buku 'Asbabun Nuzul : Latar belakang Historis Turunnya Ayat-ayat Al-Qur'an' edisi kedua yang disusun KH Q Shaleh dan HAA Dahlan serta timnya yang diterbitkan penerbit Diponegoro Bandung, dijelaskan beberapa bagian tentang asbabun nuzul Surat Al Waqiah ini, yakni:
1. QS Al Waqiah ayat 11-14
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun surat al Waqiah ayat (11-14) sampai ayat “stulatun minal awwalin waqolilun minal akhirin” (segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian [yang masuk syurga]) mendengar ini sebagian kaum Muslimin merasa tidak gembira.
Baca juga: Inilah Berkah Membaca Surat Al Waqiah Rutin Setiap Hari
Maka turunlah ayat berikutnya. “tsullatun minal awwalina wastulaltun minal akhirin” (QS al Waqiah : 39-40) yang menegaskan bahwa pada zaman mulai Islam muncul, sampai hari akhir dari Kaum Muslimin banyak menjadi ahli surga. (Keterangan tersebut diriwayatkan oleh imam Ahmad, Ibnul Mundzir dan Ibnu Abi Hatim dan terdapat sanad yang tidak dikenal yang bersambung dari Abi Hurairah).
Kemudian dalam suatu riwayat dikemukakan ketika turun ayat “idza waqa’atil waqi’ah dan didalamnya diterangkan “Tsullatun minal awwalin, waqalilun, minal akhirin” (QS. Al Waqiah : 13-14) Umar bin Khattab berkata : “Ya Rasulullah! Tsullatun minal awwalin wa qalilun minna?(segolongan besar dari orang-orang terdahulu, dan segolongan kecil dari kita?)
Setahun kemudian baru turunlah ayat berikut- nya (QS Al Waqiah : 39-40) yang menegaskan bahwa segolongan besar dari orang-orang terdahulu dan golongan besar pula dari golongan orang-orang yang hidup kemudian (yang masuk surga). Ketika itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memanggil Umar: Hai Umar! mari dengarlah apa yang telah diturunkan Allah : “Tsullatun minal awwalin wa tsullatun minal akhirin”(segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian).( Keterangan ini diriwayatkan oleh Ibnu Asakir di dalam Tarikh dimasyq dengan sanad yang diragukan dari 'Urwah bin Ruwaim yang bersumber dari Jabir bin Abdillah).
2. QS Al-Waqiah ayat 27-29
Sebab turunnya tiga ayat ini (ayat 27-29), dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa setelah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengizinkan orang-orang Thaif mengusai lembah yang indah dan bersarang madu, mereka mendengar bahwa surga itu serba indah. Mereka berangan-angan untuk memiliki lembah di surga seperti yang dimiliki waktu itu. Maka turunlah ayat ini (QS Al-Waqiah ayat 27 sampai dengan ayat 29), yang melukiskan kehidupan di surga na’im yang disediakan bagi golongan “kanan”.
Keterangan tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari 'Urwah bin Rawaim (tapi mursal) dan diriwayatkan oleh Sa'id bin Manshur di dalam susunannya dan al-Baihaqi dalm kitab al-Ba'ts yang bersumber dari 'Atha' dan Mjahid.
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa orang-orang kagum melihat lembah yang teduh dinaungi pohon-pohon yang rindang dan indah. Ayat ini (ayat 27 – 29) turun melukiskan kehidupan surga yang serba indah dan lebih. (Keterangan : Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan sanad yang lain yang bersumber dari Mujahid)
3. QS Al Waqiah ayat 75-82
Lihat Juga :