Asal Usul Hajar Aswad dan Keutamaan Menciumnya

Sabtu, 12 November 2022 - 21:42 WIB
2. Seolah-olah Bersamalan dengan Allah Yang Maha Pengasih

Baginda Rasulullah SAW mengkiaskan Hajar Aswad sebagai "tangan Allah" di bumi. Barangsiapa yang mengusap Hajar Aswad, seolah-olah sedang bersalaman dengan Allah yang Maha Pengasih. Selain itu, ia dianggap seperti sedang berbaiat kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW sebagaimana sabda beliau:

مَنْ فَاوَضَهُ، فَإِنَّمَا يُفَاوِضُ يَدَ الرَّحْمَنِ

Artinya: "Barangsiapa bersalaman dengannya (Hajar Aswad), seolah-olah ia sedang bersalaman dengan Allah yang Maha Pengasih." (HR Ibnu Majah 2957)

3. Memberikan Syafaat

Hajar Aswad akan memberikan syafaat dan syafaatnya diterima Allah Ta'ala sebagaimana dijelaskan dalam Hadits riwayat at-Thabrany.

Asal Usul Hajar Aswad



Hajar Aswad menduduki tempat paling mulia di muka bumi ini. Terletak di pojok Ka'bah bagian Tenggara Ka'bah. Sudut ini dibangun pertama kali oleh Nabi Ibrahim bersama putranya Ismail 'alaihimussalam.

Dari Ibnu Abbas, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, Hajar Aswad turun dari surga, berwarna sangat putih daripada susu, lalu berwarna hitam akibat dosa manusia. (Sunan Tirmidzi 308)

Asal usul Hajar Aswad disebutkan dalam Kitab Hasyiyah Al-Bujairomi 'alal Khotib karya Syakh Sulaiman bin Muhammad bin Umar al-Bujairimi Al-Syafii (Imam Bujairimi) wafat 1221 Hijriyah.

جَاءَ أَنَّ آدَمَ نَزَلَ مِنْ الْجَنَّةِ وَمَعَهُ الْحَجَرُ الْأَسْوَدُ مُتَأَبِّطُهُ أَيْ تَحْتَ إبْطِهِ، وَهُوَ يَاقُوتَةٌ مِنْ يَوَاقِيتِ الْجَنَّةِ؛ وَلَوْلَا أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى طَمَسَ ضَوْأَهُ مَا اسْتَطَاعَ أَحَدٌ أَنْ يَنْظُرَ إلَيْهِ

Telah datang suatu riwayat, bahwa Nabi Adam 'alaihis salam turun dari Surga, dan bersama beliau Hajar Aswad yang beliau "kempit" di bawah ketiak beliau. Hajar Aswad merupakan batu permata Surga. Andai saja Allah Ta'ala tidak memadamkan sinarnya, niscaya tak ada satu pun (mata) yang mampu memandangnya.

وَرُوِيَ عَنْ وَهْبِ بْنِ مُنَبَّهٍ: أَنَّ آدَمَ لَمَّا أَمَرَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِالْخُرُوجِ مِنْ الْجَنَّةِ أَخَذَ جَوْهَرَةً مِنْ الْجَنَّةِ الَّتِي هِيَ الْحَجَرُ الْأَسْوَدُ مَسَحَ بِهَا دُمُوعَهُ، فَلَمَّا نَزَلَ إلَى الْأَرْضِ لَمْ يَزَلْ يَبْكِي وَيَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَيَمْسَحُ دُمُوعَهُ بِتِلْكَ الْجَوْهَرَةِ حَتَّى اسْوَدَّتْ دُمُوعُهُ، ثُمَّ لَمَّا بَنَى الْبَيْتَ أَمَرَهُ جِبْرِيلُ أَنْ يَجْعَلَ تِلْكَ الْجَوْهَرَةَ فِي الرُّكْنِ فَفَعَلَ.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!