Inilah Parameter Tanda Kebahagiaan

Rabu, 08 Juli 2020 - 20:25 WIB
Kesejahteraan dan kebahagiaan itu merujuk kepada keyakinan diri akan hakikat terakhir, yakni keyakinan akan Allah Taala. Foto ilustrasi/ist
Bahagia merupakan kenikmatan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kebahagiaan itu adalah manifestasi berharga dari mengingat Allah. Bahkan, ulama terdahulu mengatakan, puncak kebahagiaan manusia adalah jika ia berhasil mencapai tahap mengenal Allah Ta'ala.

Disebutkan juga bahwa kebahagiaan akan datang bila manusia merasakan nikmat dan kesenangan. Kesenangan itu menurut tabiat dan kejadiannya masing-masing. Allah Ta'ala telah mengingatkan dalam firmanNya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

"Andaikan penduduk suatu wilayah mau beriman dan bertakwa maka pasti akan dibuka pintu-pintu berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan ajaran-ajaran Allah. Maka Allah mengazab mereka karena perbuatan mereka sendiri". (QS al-A’raf : 96).

Firman Allah yang lain :

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan dengan sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah. Allah memberikan kepada mereka pakaian, kelaparan, dan ketakutan disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS an-Nahl : 112).

Karena itulah muslimah, agar diri kita selalu bahagia, maka harus Istiqamah dengan amalan ibadah kepada Allah Ta'ala dan menjalankan aktivitas kehidupan sesuai dengan yang telah dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu aliahi wa sallam (SAW). Tetaplah istiqamah untuk senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Juga terus berusaha mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. (Baca juga : Penyakit Hati dan Obat Penawarnya )

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan."

(HR. Muslim)

Untuk mencapai bahagia, manusia juga diperintahkan oleh Allah Azza wa Jalla di dalam Al-Qur'an untuk saling mengingatkan agar menaati kebenaran dan kesabaran. Dan itu menjadi salah satu parameter tanda kebahagiaan .. Senantiasa bersemangat terhadap kebenaran dan berusaha terus untuk mencarinya. Ia senantiasa gembira, tidak mudah tersinggung ketika diingatkan atas kesalahannya.

Al Imam Rabi' bin Hadiy al Madkhaliy hafizhahullah berkata:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!