Catatan Mualaf Asal Jerman Wilfred Hoffman: Makmum Berkulit Hitam dan Imam Berkulit Putih

Rabu, 23 November 2022 - 11:36 WIB
Walaupun hasilnya tidak terduga, namun ia memiliki logikanya sendiri. Jamaah kecil ini memutuskan bahwa akulah muslim yang paling berilmu di antara mereka, karenanya aku segera ditunjuk --sedangkan aku berkulit putih yang datang tiba-tiba di hadapan mereka menjadi imam sholat.

Baca juga: Mualaf Jerman Murad Hoffman Bicara tentang Pluralisme dalam Islam

Begitulah untuk pertama kali dalam hidupku, aku berdiri langsung menghadap kiblat untuk sholat berjamaah dengan umat Islam lokal. Aku tidak segera memulai sholat, setelah aku yakin seperti kebiasaan seorang imam bahwa jamaah yang terdiri dari empat orang ini telah meluruskan shaf.

Dalam perjalanan pulang dengan bus, aku terlibat dalam diskusi yang hangat dengan Yusuf tentang sebab-sebab perselisihan pribadi antara Fatimah dan Aisyah, yang pada akhirnya keduanya berbeda arah, melempangkan jalan terpecahnya Syiah dari tubuh umat Islam.

Kebingungan melanda para penumpang yang duduk di sekitar kami. Apakah mereka tidak memahami bahwa penghalang-penghalang utama sebenarnya tidak ada dalam tubuh umat Islam? Atau, apakah mereka tidak percaya bahwa para muslimah dulu terlibat dalam peran-peran yang dinamis dan hangat pada masa awal Islam?

Keluarga Katholik

Siapa Hoffman? Nama sebelum ia masuk Islam adalah Wilfred Hoffman. Begitu memeluk Islam, namanya ditambah menjadi Murad Wilfred Hoffman atau lebih populer dengan Murad Hoffman.

Dia terlahir pada 6 Juli 1931, dari sebuah keluarga Katholik, di Jerman. Pendidikan Universitasnya dilalui di Union College, New York. Dia Doktor dalam bidang Undang-Undang Jerman, juga magister dari Universitas Harvard dalam bidang Undang-Undang Amerika.

Ia bekerja di kementerian luar negeri Jerman, semenjak tahun 1961 hingga tahun 1994. Ia terutama bertugas dalam masalah pertahanan nuklir. Murad pernah menjadi direktur penerangan NATO di Brussel, Duta Besar Jerman di Aljazair dan terakhir Duta Besar Jerman di Maroko, hingga tahun 1994.

Baca juga: Mualaf Jerman Wilfred Hoffman Bicara tentang Bagaimana Menghadapi Maut
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!