John Louis Esposito: Islam Terbukti Merupakan Agama yang Lebih Toleran

Kamis, 22 Desember 2022 - 11:39 WIB
John L Esposito. Foto/Ilustrasi: lehigh
Akademisi Italia-Amerika, profesor studi Timur Tengah dan agama, dan sarjana studi Islam John Louis Esposito mengatakan Islam terbukti merupakan agama yang lebih toleran, memberikan kebebasan beragama yang lebih besar bagi orang-orang Yahudi dan Kristen . Hal ini terbukti pada saat negeri Islam menaklukkan Byzantium dan Persia .

Dalam buku berjudul "The Islamic Threat: Myth or Reality? atau Ancaman Islam Mitos atau Realitas?, John L. Esposito menjelaskan penduduk asli wilayah yang ditaklukkan muslim dapat digolongkan ke dalam tiga umat "skriptural" (ahlul kitab) besar: umat Kristen, Yahudi, dan Zoroaster.

Bagi banyak penduduk non-Muslim di Byzantium dan Persia yang telah menyerah kepada pemerintah asing, peraturan Islam berarti perubahan pemerintah, yang seringkali lebih fleksibel dan toleran, bukannya kehilangan kemerdekaan.

Baca juga: Hubungan Muslim-Kristen dan Perang Salib Menurut John L Esposito

Banyak dari penduduk tersebut menikmati otonomi lokal yang lebih besar dan seringkali pajak yang dibayar lebih rendah. Wilayah Arab yang pernah direbut Byzantium mengganti pemerintah Yunani-Roman dengan pemimpin-pemimpin Arab yang baru, sesama Semit yang mempunyai afinitas linguistik dan kebudayaan dengan penduduk.

"Islam terbukti merupakan agama yang lebih toleran, memberikan kebebasan beragama yang lebih besar bagi orang-orang Yahudi dan Kristen," ujar John L. Esposito.

"Sebagian besar gereja Kristen setempat sebelumnya dicap sesat oleh Kristen ortodoks "asing." Dengan alasan-elasan inilah sebagian orang Yahudi dan Kristen membantu tentara Islam yang melakukan invasi," lanjut Profesor Agama, Urusan Internasional, dan Studi Islam di Universitas Georgetown di Washington, D.C. tersebut.

Baca juga: Toleransi Islam di Hagia Sophia: Simbol-Simbol Gereja itu Tetap Utuh

Francis Peters sebagaimana dikutip John L Esposito telah mengamati:

Penaklukan itu hanya sedikit merusak: yang mereka berangus adalah persaingan kerajaan dan pertikaian sektarian di antara para penduduk taklukan.

Kaum Muslim mentoleransi agama Kristen tetapi menjadikannya tidak established; karena itu kehidupan dan tata kebaktian, politik, dan teologi orang-orang Kristen menjadi urusan pribadi, bukan urusan umum.

Dengan ironi itu, Islam mereduksi status orang-orang Kristen seperti apa yang mereka (orang-orang Kristen) lakukan dahulu terhadap orang-orang Yahudi, dengan satu perbedaan.

Pereduksian status orang Kristen ini semata-mata bersifat yudisial; tidak disertai dengan pengejaran yang sistematis atau pembunuhan, dan pada umumnya tidak dilakukan dengan perilaku rendah, walaupun hal ini tidak terjadi di setiap tempat dan setiap waktu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!