alexametrics

Kisah Hagia Sophia dan Sultan Muhammad Al-Fatih

Toleransi Islam di Hagia Sophia: Simbol-Simbol Gereja itu Tetap Utuh

loading...
Toleransi Islam di Hagia Sophia: Simbol-Simbol Gereja itu Tetap Utuh
Hagia Sophia. Foto/Ilustrasi/Anadolu Agency
JUMAT, 1 Juni 1453 M, pasukan Islam berkumpul di Hagia Sophia atau Aya Sofya. Mereka hendak melaksanakan salat Jumat. Ini adalah salat Jumat pertama di wilayah Konstantinopel yang baru saja dikuasai pasukan Islam. Dan ini juga merupakan salat pertama di Masjid pertama di kota itu.(Baca juga: Hagia Sophia dan Kehebatan Sultan Muhammad Al-Fatih)

Ketika pasukan Islam itu hendak melaksanakan salat jum’at, muncul persoalan: siapa yang dianggap layak menjadi imam sahat Jum'at?

Tidak ada jawaban. Tidak ada yang berani menawarkan diri. Pada saat itulah kemudian Muhammad Al Fatih tegak berdiri. Beliau meminta kepada seluruh rakyatnya yang ada di situ untuk berdiri juga.

Baca juga: Hagia Sophia, Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah



“Siapakah di antara kalian yang sejak remaja, sejak akhil baligh hingga hari ini pernah meninggalkan salat wajib lima waktu, silakan duduk,” perintahnya kemudian.

Tidak seorang pun anggota pasukan Islam yang duduk. Semua tegak berdiri.



Lalu Sultan Muhammad Al Fatih kembali berujar: “Siapa diantara kalian yang sejak baligh dahulu hingga hari ini pernah meninggalkan salat sunah rawatib? Kalau ada yang pernah meninggalkan salat sunah sekali saja silakan duduk”.

Baca juga: Erdogan: Hagia Sophia Adalah Urusan Dalam Negeri Turki!

Sebagian lainnya segera duduk. Dengan mengedarkan pandangan matanya ke seluruh rakyat dan pasukanya, Muhammad Al Fatih kembali berseru: “Siapa di antara kalian yang sejak masa akhil baligh sampai hari ini pernah meninggalkan salat tahajjud di kesunyian malam? Yang pernah meninggalkan atau kosong satu malam saja, silakan duduk”.
halaman ke-1 dari 6
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا تَنَاجَيۡتُمۡ فَلَا تَـتَـنَاجَوۡا بِالۡاِثۡمِ وَالۡعُدۡوَانِ وَمَعۡصِيَتِ الرَّسُوۡلِ وَتَنَاجَوۡا بِالۡبِرِّ وَالتَّقۡوٰى‌ؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِىۡۤ اِلَيۡهِ تُحۡشَرُوۡنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan kembali.

(QS. Al-Mujadilah:9)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak