Citra Buruk Islam di Eropa Menurut John Louis Esposito

Sabtu, 24 Desember 2022 - 14:48 WIB
John L Esposito. Foto/Ilustrasi: lehigh
Pengamat Islam yang akademisi Italia-Amerika, John Louis Esposito, menyebut penyebab buruknya citra Islam di Eropa . Efek negatif dan peristiwa sejarah Kristen-Muslim ini tercermin dalam pandangan mengenai Islam yang muncul dari literatur dan pemikiran Barat.

"Walaupun ada saat-saat berhubungan saling mengetahui, dan pertukaran yang bersifat membangun, pada umumnya ekspansi Muslim ke Eropa, dari penaklukan Arab hingga Perang Salib dan Kerajaan Utsmaniyah , menghasilkan permusuhan dan ketidakpercayaan terhadap Islam, yang terutama dipandang sebagai ancaman bagi Kristen," ujar John L. Esposito dalam buku berjudul "The Islamic Threat: Myth or reality?"

Baca juga: Hubungan Muslim-Kristen dan Perang Salib Menurut John L Esposito

Warisan ini, seperti yang dikatakan oleh Albert Hourani dalam bukunya berjudul "Europe and the Middle East" masih ada dalam kesadaran Eropa, yang masih takut dan pada umumnya masih salah paham.

Rasa takut dan penghinaan yang bersatu dengan etnosentrisme Eropa mengakibatkan citra Islam dan Muslim yang terdistorsi dan menjadikan para ilmuwan beralih dari studi tentang kontribusi Islam ke pemikiran Barat.

"Sebelum tahun-tahun di antara dua Perang Dunia, usaha yang serius dilakukan untuk memahami kontribusi Islam pada perkembangan pemikiran Barat dan dampaknya pada masyarakat Barat yang berada di lingkungan Islam," ujar R.W. Southern dalam "Western View of Islam and the Middle Ages".

Pada penaklukan-penaklukan Arab abad ke-7, Kristen sekali lagi merasakan Islam sebagai ancaman ganda, baik secara teologis maupun politis.

Perang Salib untuk pertama kalinya telah membuat Islam sangat dikenal di Eropa abad pertengahan, walaupun tidak dipahami.

R.W. Southern menulis: "Sebelum tahun 1100, saya menemukan hanya satu kali sebutan nama Muhammad dalam literatur abad pertengahan di luar Spanyol dan Italia Selatan. Tetapi sejak tahun 1120 setiap orang di Barat mempunyai gambaran mengenai apa arti Islam dan siapa Muhammad. Gambaran itu sangat jelas, tetapi itu bukan pengetahuan... Para penulisnya menikmatkan diri dalam kebodohan akan imajinasi kemenangan."

Kebodohan ini bukan hanya mencerminkan pengetahuan yang kurang tetapi juga kecenderungan manusia pada umumnya baik di antara orang-orang terpelajar maupun tidak terpelajar untuk mengecam dan menjelek-jelekkan musuhnya, untuk merasa unggul dan memusnahkan hal-hal yang menantang dan mengancam kepercayaan atau kepentingannya dengan mencapnya sebagai sesuatu yang jelek, sesat, fanatik, atau irasional.

Baca juga: John Louis Esposito: Islam Terbukti Merupakan Agama yang Lebih Toleran
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!