Surat Yusuf Ayat 79: Respons Nabi Yusuf Menjawab Tawaran Saudara-saudaranya

Sabtu, 07 Januari 2023 - 22:20 WIB
Siasat Nabi Yusuf untuk menahan saudara kandungnya, Bunyamin merupakan taktik luar biasa yang diajarkan Allah untuk menguji saudara-saudaranya. Foto/tangkapan layar Film Nabi Yusuf
Ustaz Mukhlis Mukti Al-Mughni

Dai Lulusan Al-Azhar Mesir,

Yayasan Pustaka Afaf

Tadabur Surat Yusuf masih bercerita tentang siasat Nabi Yusuf 'alaihissalam yang menguji saudara-saudaranya (putra Nabi Ya'kub). Setelah barang milik kerajaan ditemukan di karung Bunyamin (saudara kandung Yusuf), para saudaranya meminta agar Bunyamin tidak ditahan.

Mereka memelas kepada Nabi Yusuf agar Bunyamin diganti saja dengan saudara mereka yang lain. Berikut respons Nabi Yusuf atas permohonan saudara-saudaranya. Allah berfirman:

قَالَ مَعَاذَ اللّٰهِ اَنْ نَّأْخُذَ اِلَّا مَنْ وَّجَدْنَا مَتَاعَنَا عِنْدَهٗٓ ۙاِنَّآ اِذًا لَّظٰلِمُوْنَ ࣖ


Artinya: "Berkata Yusuf: 'Aku memohon perlindungan kepada Allah daripada menahan seorang, kecuali orang yang kami temukan harta benda kami padanya. Jika kami berbuat demikian, maka benar-benarlah kami orang-orang yang zalim." (QS Yusuf ayat 79)

Pesan dan Hikmah

1. Dengan tenang dan mantap Nabi Yusuf menjawab tawaran mereka untuk menahan salah satu di antara mereka asalkan bukan Bunyamin, "Aku takut murka Allah, bagaimana bisa aku menghukum orang yang bukan pelakunya, sungguh yang demikian ini perbuatan yang benar-benar zalim."

2. Di sini kita diajarkan bagaimana hukum itu harus adil ditegakkan. Jangan yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan.

3. Urgensi mengingat Allah, khususnya saat sedang berkuasa agar tidak menjadi penguasa yang tirani atau zalim, seperti Nabi Yusuf yang berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari berbuat zalim.



Wallahu A'lam

(rhs)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bertanya kepada para sahabat: Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?  Para sahabat menjawab: Menurut kami, orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan.  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.

(HR. Muslim No. 4678)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More