Kisah Sufi yang Tidak Boleh Dipublikasikan Selama 1000 tahun
Selasa, 07 Februari 2023 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
"Biarlah semua yang hadir di sini menjadi saksinya," kata Umar, "dan kini saya akan mengungkapkan bukan satu melainkan tiga kebenaran."
Baca juga: Kisah Sufi, Putri yang Tidak Patuh
"Kami semua harus yakin," kata Rudarigh, "bahwa apa yang kau katakan sebagai kebenaran memang benar adanya. Bukti-bukti harus menguatkan perkataanmu."
"Bagi raja seperti Tuan," sahut Umar, "yang padanya tak cukup hanya diungkapkan satu kebenaran melainkan tiga, kami juga bisa memberi kebenaran yang terbukti dengan sendirinya."
Rudarigh sangat senang mendengar pujian itu.
"Kebenaran pertama," kata Sang Sufi, "adalah -sayalah yang bernama Umar Sang Sufi dari Tarragona. Kedua adalah, Raja akan membebaskan saya jika saya mengatakan kebenaran. Ketiga, Raja ingin mengetahui kebenaran yang bisa Raja pahami."
Kesan yang ditimbulkan oleh kata-kata tersebut membuat penguasa tiran itu pun terpaksa melepaskan Sang Darwis.
Baca juga: Kisah Sufi: Berharga dan Tak Berharga
Baca juga: Kisah Sufi, Putri yang Tidak Patuh
"Kami semua harus yakin," kata Rudarigh, "bahwa apa yang kau katakan sebagai kebenaran memang benar adanya. Bukti-bukti harus menguatkan perkataanmu."
"Bagi raja seperti Tuan," sahut Umar, "yang padanya tak cukup hanya diungkapkan satu kebenaran melainkan tiga, kami juga bisa memberi kebenaran yang terbukti dengan sendirinya."
Rudarigh sangat senang mendengar pujian itu.
"Kebenaran pertama," kata Sang Sufi, "adalah -sayalah yang bernama Umar Sang Sufi dari Tarragona. Kedua adalah, Raja akan membebaskan saya jika saya mengatakan kebenaran. Ketiga, Raja ingin mengetahui kebenaran yang bisa Raja pahami."
Kesan yang ditimbulkan oleh kata-kata tersebut membuat penguasa tiran itu pun terpaksa melepaskan Sang Darwis.
Baca juga: Kisah Sufi: Berharga dan Tak Berharga
(mhy)
Lihat Juga :