Sang Penakluk Konstantinopel yang Mewujudkan Janji Rasulullah

Kamis, 16 Juli 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Hagia Sophia, Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah

Syaikh al Qurani dikenal tegas terhadap penguasa ketika melanggar syari’at. Al Qurani memanggil penguasa dengan namanya langsung bukan gelarnya, berjabat tangan dan tidak mencium tangannya akan tetapi sang penguasalah yang mencium tangannya. Oleh karena itu, tidaklah aneh jika dari tangan-tangan mereka lahir orang-orang besar seperti Muhammad al Fatih (al Shalabi, 2004: 108).

Di samping al Qurani, guru Muhammad al Fatih adalah Syeikh Aaq Syamsuddin, Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Hamzah al Dimasyqi al Rumi, dilahirkan dikota Damaskus, Syria, pada 792H/1389 M dan meninggal pada tahun 863 H/1459 M. beliau merupakan keturunan khalifah Abu Bakar al Shiddiq (Alatas, 2000: 63).

Baca juga: Turki Akan Tutup Mosaik Hagia Sophia Selama Salat

Syaikh Syamsuddin, adalah seorang ulama ahli tasawwuf berasal dari negeri Syam. dia mengajar Muhammad ilmu-ilmu agama seperti al Qur’an, hadis, fiqih, bahasa (Arab, Parsi dan Turki), matematika, falak, sejarah, ilmu peperangan dan sebagainya (al Naisaburi, 1999: 87).

Disebutkan al Shalabi (2004: 109) peran yang dilakukan oleh Syeikh Aaq Syamsudin dalam membentuk kepribadian Muhammad al Fatih dan selalu mengilhaminya dengan dua perkara semenjak ia masih kecil, yaitu:

Pertama, memperkuat barisan pasukan kekuasaan Utsmani. Kedua, semenjak Muhammad al Fatih masih kecil ia selalu mengilhamkan bahwa Muhammad
Al-Fatihlah pemimpin yang dimaksud dalam hadis Rasul.

“Konstantinopel pasti akan ditaklukkan. Rajanya adalah sebaik-baik raja dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara,” hadis itu selalu diulang-ulang.

Baca juga: Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid, Warga Turki Semringah

Oleh karena itu, Muhammad al Fatih sangat merindukan agar dirinya menjadi orang yang mampu merealisasikan sabda Nabi tersebut. Hingga akhirnya pikiran Muhammad al-Fatih benar-benar dipenuhi dengan pemikiran bahwa memang dialah yang dimaksudkan dalam hadis ini.

Pantas saja, jika para ahli sejarah mengatakan bahwa Syaikh Syamsuddin itulah Sang Penakluk bagi konstantinopel (al Munyawi, 2012: 71).

Setelah memimpin Konstantinopel selama 19 tahun, pada bulan Rabiul Awal tahun 886 H/1481 M, Sultan Muhammad al-Fatih pergi dari Istanbul untuk berjihad, padahal ia sedang dalam kondisi tidak sehat. Dia berencana menaklukkan Roma.

Pada saat ingin melaksanakan cita-citanya itu, sakitnya kian parah. Ia pun wafat di tengah pasukannya pada hari Kamis, tanggal 4 Rabiul Awal 886 H/3 Mei 1481 M, dalam perjalanan jihad menuju pusat Imperium Romawi Barat di Roma, Italia. (Baca juga: Menyikapi Hagia Sofia dengan Bijak (1) )

Saat itu Sultan Muhammad Al-Fatih berusia 52 tahun dan memerintah selama 31 tahun. Ada yang mengatakan wafatnya Sultan Muhammad al-Fatih karena diracuni oleh dokter pribadinya Ya’qub Basya.

Sebelum wafat, Muhammad al Fatih mewasiatkan kepada putra dan penerus tahtanya, Sultan Bayazid II agar senantiasa dekat dengan para ulama, berbuat adil, tidak tertipu dengan harta, dan benar-benar menjaga agama baik untuk pribadi, masyarakat, dan kerajaan. (Baca juga: Hagia Sophia dan Masjid-Masjid yang Menjadi Gereja )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Selain Al Quran, Inilah...
Selain Al Quran, Inilah 5 Hadis Tentang Perintah Haji
Inilah Dalil Naqli Ibadah...
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Dalil Perintah Kurban...
Dalil Perintah Kurban dan Aqiqah dalam Al Quran serta Hadis
Kumpulan Hadis Nabi...
Kumpulan Hadis Nabi SAW Tentang Huruhara Akhir Zaman
Huru-hara di Ambang...
Huru-hara di Ambang Kiamat : Nubuat Nabi SAW Mulai Terbukti?
Konflik Global & Nubuwat:...
Konflik Global & Nubuwat: Benarkah Perang AS-Israel vs Iran Adalah Al-Malhamah Al-Kubra?
Rekomendasi
Gunung Berapi Purba...
Gunung Berapi Purba Etiopia Meletus setelah 12.000 Tahun Tertidur
Bebatuan di Ethiopia...
Bebatuan di Ethiopia Membentuk Loreng Harimau, Ternyata Ini Penyebabnya
Fosil 565 Juta Tahun...
Fosil 565 Juta Tahun Ini Ungkap Sejarah Evolusi Bumi
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Infografis
Empat Penemuan Besar...
Empat Penemuan Besar yang Disesali oleh Para Penemunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved