Amalan Malam Nisfu Syaban, Berdoa dan Memperbanyak Membaca Surat Yasin
Senin, 13 Februari 2023 - 09:50 WIB
loading...
Amalan yang bisa dikerjakan di malam Nisfu Syaban adalah berdoa dan membaca surat Yasin sebanyak-banyaknya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Banyak amalan yang bisa dilakukan di malam Nisfu Syaban , salah satunya dengan berdoa dan membaca Surah Yasin. Setidaknya bacalah surat Yasin sebanyak 3 kali, 30 kali bahkan ratusan kali.
"Silahkan baca surat Yasin boleh 3 kali, 30 kali atau ratusan kali, atau mengkhatamkan Al‐Qur'an secara keseluruhan tidak dilarang oleh agama. Dengan tujuan agar hajatnya dikabulkan oleh Allah Ta'ala," kata Pengasuh Yayasan Al-Hawthah Al-Jindaniyah, Al-Habib Ahmad Bin Novel Bin Salim Bin Jindan dalam risalah daurahnya.
Malam Nisfu Syaban dikenal dengan istilah Lailatul Baro'ah yang berarti malam pengampunan dosa, malam berdoa dan malam pembebasan. Sudah menjadi kebiasaan di kalangan umat Islam Indonesia, membaca Yasin 3 kali dengan tujuan agar umurnya dipanjangkan oleh Allah, rezekinya dimurahkan dan diberikan husnul khatimah oleh Allah tidak pernah dilarang oleh agama.
Baca juga: Amalan Penduduk Mekkah dan Ulama Syam pada Malam Nisfu Syaban
Menurut Habib Novel, membaca Surah Yasin 3 kali dan kemudian bertawassul kepada Allah berkat bacaan ayat suci Al-Qur'an adalah ibadah yang baik.
Perkara semacam ini direstui dan dibenarkan oleh syariat. Hal ini dinamakan "At-Tawashul ilallah bil a'maal ash sholihah" yakni bertawasul kepada Allah dengan berkat amal ibadah yang soleh agar Allah mengabulkan doa dan harapan.
Kebolehan amalan ini disepakati oleh para ulama dan merupakan bagian dari agama Allah. Banyak dalil dari Al-Qur'an dan hadits‐hadits shahih yang membenarkan perkara bertawassul dengan amal ibadah yang soleh.
Adapun dalil menghidupkan Nisfu Syaban dengan beribadah diriwayatkan oleh Al Imam At-Thabrani, sebagaimana dishahihkan oleh Imam Ibnu Hibban dari Muadz bin Jabbal bahwa Rasulullah bersabda:
"Allah memberikan perhatian‐Nya kepada seluruh makhluk‐Nya pada malam Nisfu Syaban. Dan Allah mengampuni seluruh makhluk‐Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang saling berdengki satu sama lain."
Terkait tawassul dengan amalan memiliki dalil kuat yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim berikut ini:
Dari Abu Abdur Rahman, yaitu Abdullah bin Umar bin Al Khaththab radhiyallahu 'anhuma, berkata, saya mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Ada tiga orang dari golongan orang-orang sebelum kamu berangkat bepergian, sehingga terpaksa menempati sebuah gua untuk bermalam, kemudian merekapun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu atas mereka. Mereka berkata bahwa tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau semua dari batu besar ini kecuali jika engkau semua berdoa kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan perbuatanmu yang baik-baik.
"Silahkan baca surat Yasin boleh 3 kali, 30 kali atau ratusan kali, atau mengkhatamkan Al‐Qur'an secara keseluruhan tidak dilarang oleh agama. Dengan tujuan agar hajatnya dikabulkan oleh Allah Ta'ala," kata Pengasuh Yayasan Al-Hawthah Al-Jindaniyah, Al-Habib Ahmad Bin Novel Bin Salim Bin Jindan dalam risalah daurahnya.
Malam Nisfu Syaban dikenal dengan istilah Lailatul Baro'ah yang berarti malam pengampunan dosa, malam berdoa dan malam pembebasan. Sudah menjadi kebiasaan di kalangan umat Islam Indonesia, membaca Yasin 3 kali dengan tujuan agar umurnya dipanjangkan oleh Allah, rezekinya dimurahkan dan diberikan husnul khatimah oleh Allah tidak pernah dilarang oleh agama.
Baca juga: Amalan Penduduk Mekkah dan Ulama Syam pada Malam Nisfu Syaban
Menurut Habib Novel, membaca Surah Yasin 3 kali dan kemudian bertawassul kepada Allah berkat bacaan ayat suci Al-Qur'an adalah ibadah yang baik.
Perkara semacam ini direstui dan dibenarkan oleh syariat. Hal ini dinamakan "At-Tawashul ilallah bil a'maal ash sholihah" yakni bertawasul kepada Allah dengan berkat amal ibadah yang soleh agar Allah mengabulkan doa dan harapan.
Kebolehan amalan ini disepakati oleh para ulama dan merupakan bagian dari agama Allah. Banyak dalil dari Al-Qur'an dan hadits‐hadits shahih yang membenarkan perkara bertawassul dengan amal ibadah yang soleh.
Adapun dalil menghidupkan Nisfu Syaban dengan beribadah diriwayatkan oleh Al Imam At-Thabrani, sebagaimana dishahihkan oleh Imam Ibnu Hibban dari Muadz bin Jabbal bahwa Rasulullah bersabda:
"Allah memberikan perhatian‐Nya kepada seluruh makhluk‐Nya pada malam Nisfu Syaban. Dan Allah mengampuni seluruh makhluk‐Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang saling berdengki satu sama lain."
Terkait tawassul dengan amalan memiliki dalil kuat yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim berikut ini:
Dari Abu Abdur Rahman, yaitu Abdullah bin Umar bin Al Khaththab radhiyallahu 'anhuma, berkata, saya mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Ada tiga orang dari golongan orang-orang sebelum kamu berangkat bepergian, sehingga terpaksa menempati sebuah gua untuk bermalam, kemudian merekapun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu atas mereka. Mereka berkata bahwa tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau semua dari batu besar ini kecuali jika engkau semua berdoa kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan perbuatanmu yang baik-baik.
Lihat Juga :