Ayah Berperan Besar dalam Mendidik Anak, Potret Keberhasilannya adalah Para Nabi dan Rasul
Minggu, 19 Februari 2023 - 05:15 WIB
loading...
seorang ayah berperan penting dalam proses pendidikan anak. Contoh terbaik hasil didikan ayah itu ada pada Nabi dan Rasul, serta orang-orang shaleh sejak zaman nabi dan rasul. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Seorang ayah berperan besar dalam proses pendidikan anak-anaknya. Contoh terbaik dari hasil didikan ayah ini, adalah potret para nabi dan rasul. Bahkan, Al-Qur’an menyebutkan beberapa kisah ayah bersama anaknya. Di antaranya adalah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Ya’qub dalam surat Al- Baqarah 132-133, QS. Luqman 12-19, QS. Yusuf.
Dari beberapa kisah Nabi dan Rasul ini, kisah Nabi Ibrahim misalnya. Bagaimana sabarnya Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah, kemudian istrinya Siti Hajar yang tegar, serta anaknya Ismail yang sabar untuk menerima ketentuan Allah SWT. Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan datang secara kebetulan, akan tetapi melalui proses tarbiyah (pendidikan).
Baca juga: Pendidikan Anak adalah Prioritas Utama Para Nabi
Karena itu, menurut Ustadz Abu Rufaydah, Lc, MA, Pengasuh Yayasan Ibnu Unib Cianjur ini, seorang ayah berperan penting dalam proses pendidikan anak . Jika contoh di atas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Luqman adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman, ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
Bahkan untuk pendidikan anak perempuan sekalipun, hendaknya pria tidak melemparkan tanggung jawab kepada wanita. Contohnya adalah bagaimana kesuksesan Nabi Zakaria dalam mendidik dan membesarkan Maryam.
Menurut Ustadz Abu Rufaydah, begitu intensifnya peran ayah dalam pendidikan anak-anaknya, hingga tatkala menjelang sakaratul maut pun, seorang ayah yang baik memastikan sejauh mana keberhasilannya dalam mendidik anak-anaknya dengan bertanya kepada mereka,
“Apa yang kamu sembah sepeninggalku?”(QS al-Baqarah :133).
Ustadz Abu Rufaydah menjelaskan, keterlibatan ayah dalam pendidikan anak memenuhi gambaran sejarah Islam. Di antaranya adalah :
1. Abu Bakar Ahmad bin Kamil bin Khalaf bin Syajarah al-Baghdadi (350H) Rahimahullah, misalnya, senantiasa memantau pendidikan putrinya, Amat as-Salam (Ummu al-Fath, 390 H) di tengah kesibukannya sebagai hakim. Diriwayatkan oleh al-‘Atiqi, hafalan hadis Amat as-Salam bahkan selalu dicatat oleh sang ayah.
2. Syaikhul Islam Abu Abbas Ahmad bin Abdillah al-Maghribi al-Fasi (560 H) Rahimahullah juga tercatat mengajari putrinya 7 (tujuh) cara baca al-Qur’an, serta buku-buku hadits seperti Bukhari dan Muslim. Walaupun ada yang mengatakan bahwa beliau terlalu sibuk dengan dakwah sehingga tidak pernah punya waktu untuk putrinya, namun hal ini dibantah oleh Imam al-Dzahabi yang mengatakan bahwa sulit dipercaya jika ada ulama yang berperilaku seperti ini, sebab “perbuatan seperti ini merupakan keburukan yang bertentangan dengan ajaran Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam. Sang teladan bagi umat manusia ini biasa menggendong cucunya bahkan ketika sedang shalat.”
Dari beberapa kisah Nabi dan Rasul ini, kisah Nabi Ibrahim misalnya. Bagaimana sabarnya Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah, kemudian istrinya Siti Hajar yang tegar, serta anaknya Ismail yang sabar untuk menerima ketentuan Allah SWT. Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan datang secara kebetulan, akan tetapi melalui proses tarbiyah (pendidikan).
Baca juga: Pendidikan Anak adalah Prioritas Utama Para Nabi
Karena itu, menurut Ustadz Abu Rufaydah, Lc, MA, Pengasuh Yayasan Ibnu Unib Cianjur ini, seorang ayah berperan penting dalam proses pendidikan anak . Jika contoh di atas ada pada Nabi dan Rasul. Maka beda halnya dengan Luqman. Luqman adalah hamba Allah yang shalih. Berkat keshalihannya Allah berikan padanya kata-kata hikmah yang menghiasi lembaran Al-Qur’an. Nasihat Luqman, ia berikan kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita.
Bahkan untuk pendidikan anak perempuan sekalipun, hendaknya pria tidak melemparkan tanggung jawab kepada wanita. Contohnya adalah bagaimana kesuksesan Nabi Zakaria dalam mendidik dan membesarkan Maryam.
Menurut Ustadz Abu Rufaydah, begitu intensifnya peran ayah dalam pendidikan anak-anaknya, hingga tatkala menjelang sakaratul maut pun, seorang ayah yang baik memastikan sejauh mana keberhasilannya dalam mendidik anak-anaknya dengan bertanya kepada mereka,
مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى
“Apa yang kamu sembah sepeninggalku?”(QS al-Baqarah :133).
Ustadz Abu Rufaydah menjelaskan, keterlibatan ayah dalam pendidikan anak memenuhi gambaran sejarah Islam. Di antaranya adalah :
1. Abu Bakar Ahmad bin Kamil bin Khalaf bin Syajarah al-Baghdadi (350H) Rahimahullah, misalnya, senantiasa memantau pendidikan putrinya, Amat as-Salam (Ummu al-Fath, 390 H) di tengah kesibukannya sebagai hakim. Diriwayatkan oleh al-‘Atiqi, hafalan hadis Amat as-Salam bahkan selalu dicatat oleh sang ayah.
2. Syaikhul Islam Abu Abbas Ahmad bin Abdillah al-Maghribi al-Fasi (560 H) Rahimahullah juga tercatat mengajari putrinya 7 (tujuh) cara baca al-Qur’an, serta buku-buku hadits seperti Bukhari dan Muslim. Walaupun ada yang mengatakan bahwa beliau terlalu sibuk dengan dakwah sehingga tidak pernah punya waktu untuk putrinya, namun hal ini dibantah oleh Imam al-Dzahabi yang mengatakan bahwa sulit dipercaya jika ada ulama yang berperilaku seperti ini, sebab “perbuatan seperti ini merupakan keburukan yang bertentangan dengan ajaran Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam. Sang teladan bagi umat manusia ini biasa menggendong cucunya bahkan ketika sedang shalat.”
Lihat Juga :