Pendidikan Anak adalah Prioritas Utama Para Nabi
Senin, 26 September 2022 - 09:45 WIB
loading...
Pendidikan anak adalah prioritas utama para nabi Allah. Selain sebagai penerus dalam berdakwah dan bermuamalah, anak juga bisa menjadi penyebab kebaikan orang tua ketika orangnya sudah meninggal. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Pendidikan anak adalah prioritas utama para nabi Allah . Selain sebagai penerus dalam berdakwah dan bermuamalah, anak juga bisa menjadi penyebab kebaikan orang tua ketika orangnya sudah meninggal.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
'Apabila seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan kedua orang tuanya (HR, at-Tirmidzi).
Baca juga: Rasulullah Mengingatkan Besarnya Pengaruh Lingkungan Dalam Mendidik Anak
Memang begitulah syariat Islam. Mendidik anak secara Islami diwajibkan oleh syariat agama ini. Yakni mendidik dengan cara-cara yang baik dan sabar agar mereka mengenal dan mencintai Allah. Mengenalkan kepada anak bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Tuhan yang menciptakannya dan seluruh alam semesta.
Penting juga mengenalkan dan mencintai Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, yang pada diri beliau terdapat suri tauladan yang mulia, serta agar anak mengenal dan memahami Islam untuk diamalkan. Ajarkanlah Tauhid, yaitu bagaimana mentauhidkan Allah, dan jauhkan serta laranglah anak dari berbuat syirik
Karena itulah maka orang tua memiliki peran yang dominan dalam membangun pondasi dan mencetak generasi. Madrasatul ula (pendidikan pertama) sang anak bukan dari guru di sekolah, melainkan bimbingan orang tuanya.
Orang tua yang akan mendidik anak-anak dalam ketaatan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketegasan Islam dalam mendidik ini, juga bisa dikaji dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa ketika anak menginjak usia tujuh tahun, hendaklah kedua orang tua mengajarkan dan memerintahkan anak-anaknya untuk melakukan shalat.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Perintahkanlah anak-anakmu untuk sholat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah jika enggan melakukan shalat bila telah berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur di antara mereka. (HR Abu Dawud, dalam Shahîh Sunan Abi Dawud)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
'Apabila seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan kedua orang tuanya (HR, at-Tirmidzi).
Baca juga: Rasulullah Mengingatkan Besarnya Pengaruh Lingkungan Dalam Mendidik Anak
Memang begitulah syariat Islam. Mendidik anak secara Islami diwajibkan oleh syariat agama ini. Yakni mendidik dengan cara-cara yang baik dan sabar agar mereka mengenal dan mencintai Allah. Mengenalkan kepada anak bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Tuhan yang menciptakannya dan seluruh alam semesta.
Penting juga mengenalkan dan mencintai Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, yang pada diri beliau terdapat suri tauladan yang mulia, serta agar anak mengenal dan memahami Islam untuk diamalkan. Ajarkanlah Tauhid, yaitu bagaimana mentauhidkan Allah, dan jauhkan serta laranglah anak dari berbuat syirik
Karena itulah maka orang tua memiliki peran yang dominan dalam membangun pondasi dan mencetak generasi. Madrasatul ula (pendidikan pertama) sang anak bukan dari guru di sekolah, melainkan bimbingan orang tuanya.
Orang tua yang akan mendidik anak-anak dalam ketaatan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketegasan Islam dalam mendidik ini, juga bisa dikaji dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa ketika anak menginjak usia tujuh tahun, hendaklah kedua orang tua mengajarkan dan memerintahkan anak-anaknya untuk melakukan shalat.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Perintahkanlah anak-anakmu untuk sholat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah jika enggan melakukan shalat bila telah berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur di antara mereka. (HR Abu Dawud, dalam Shahîh Sunan Abi Dawud)
Lihat Juga :