5 Peristiwa Penting di Bulan Syaban, Nomor 5 Penentuan Umur
Selasa, 21 Februari 2023 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Alasan Kenapa Syaban Disebut Bulan Bersholawat
3. Pelaporan amal siang dan malam hari
Telah disebutkan dalam kitab Shahih Muslim sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Musa RA, beliau bercerita:
Suatu ketika Rasulullah SAW berdiri (seraya menyampaikan) lima kalimat, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah itu tidak tidur dan tidak seyogyanya jika Ia tidur. Allah itu berhak mengurangi pembagian dan menambah pembagian yang lain. Dilaporkannya amal perbuatan di waktu siang sebelum dilaporkannya amal perbuatan di waktu malam. Dan dilaporkannya amal perbuatan di waktu malam sebelum dilaporkannya amal perbuatan di waktu siang. Hijab-Nya adalah cahaya, jika hijab itu dibuka, niscaya kilauan dzat-Nya akan membakar seluruh makhluk-Nya hingga akhir penglihatan-Nya.”
Imam Mundziri berkata, "Arti pelaporan amal perbuatan manusia yang terkandung dalam hadits di atas adalah dilaporkannya amal perbuatan siang hari di permulaan malam yang tiba setelahnya. Dan dilaporkannya amal perbuatan malam hari pada permulaan siang hari yang jatuh setelahnya. Karena sesungguhnya para malaikat yang tugasnya berjaga akan naik di saat permulaan siang hari dengan membawa laporan amal perbuatan malam hari ketika telah berakhir, begitu pula mereka akan naik di waktu permulaan malam hari dengan membawa laporan amal perbuatan siang hari."
Baca juga: Pahala Membaca Yasin di Bulan Syaban
4. Pelaporan Amal Secara Langsung
Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Saib ra, bahwasanya Rasulullah SAW senantiasa melakukan sholat empat rakaat setelah tergelincirnya matahari, demikian itu sebelum diwajibkannya sholat Dhuhur. Lalu beliau bersabda:
“Di saat (seperti itu) pintu-pintu langit dibuka, maka aku senang jika di saat itu ada amalku yang naik.”
Disarikan dari hadis di atas adanya keutamaan sholat sunah qobliyah Dhuhur.
3. Pelaporan amal siang dan malam hari
Telah disebutkan dalam kitab Shahih Muslim sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Musa RA, beliau bercerita:
Suatu ketika Rasulullah SAW berdiri (seraya menyampaikan) lima kalimat, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah itu tidak tidur dan tidak seyogyanya jika Ia tidur. Allah itu berhak mengurangi pembagian dan menambah pembagian yang lain. Dilaporkannya amal perbuatan di waktu siang sebelum dilaporkannya amal perbuatan di waktu malam. Dan dilaporkannya amal perbuatan di waktu malam sebelum dilaporkannya amal perbuatan di waktu siang. Hijab-Nya adalah cahaya, jika hijab itu dibuka, niscaya kilauan dzat-Nya akan membakar seluruh makhluk-Nya hingga akhir penglihatan-Nya.”
Imam Mundziri berkata, "Arti pelaporan amal perbuatan manusia yang terkandung dalam hadits di atas adalah dilaporkannya amal perbuatan siang hari di permulaan malam yang tiba setelahnya. Dan dilaporkannya amal perbuatan malam hari pada permulaan siang hari yang jatuh setelahnya. Karena sesungguhnya para malaikat yang tugasnya berjaga akan naik di saat permulaan siang hari dengan membawa laporan amal perbuatan malam hari ketika telah berakhir, begitu pula mereka akan naik di waktu permulaan malam hari dengan membawa laporan amal perbuatan siang hari."
Baca juga: Pahala Membaca Yasin di Bulan Syaban
4. Pelaporan Amal Secara Langsung
Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Saib ra, bahwasanya Rasulullah SAW senantiasa melakukan sholat empat rakaat setelah tergelincirnya matahari, demikian itu sebelum diwajibkannya sholat Dhuhur. Lalu beliau bersabda:
“Di saat (seperti itu) pintu-pintu langit dibuka, maka aku senang jika di saat itu ada amalku yang naik.”
Disarikan dari hadis di atas adanya keutamaan sholat sunah qobliyah Dhuhur.
Lihat Juga :