Kisah Sufi: Bermula dari Suguhan Teh Kaisar China

Kamis, 23 Februari 2023 - 15:11 WIB
loading...
Kisah Sufi: Bermula...
Kisah teh ini berasal dari ajaran-ajaran Guru Hamadani (wafat tahun 1140), guru dari Yasawi yang Agung dari Turkistan. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Kisah sufi berikut ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi". Kisah ini berasal dari ajaran-ajaran Guru Hamadani (wafat tahun 1140), guru dari Yasawi yang Agung dari Turkistan.

Berikut ini kisahnya:

Pada zaman dahulu, teh hanya dikenal di China. Hanya desas-desus tentang teh terdengar oleh orang bijak dan awam di berbagai negara. Lalu, setiap orang berusaha mencari tahu seperti apa teh itu sesuai dengan keinginan atau pikirannya tentang teh.

Raja negeri Inja ('sini') menyuruh utusan ke China, dan mereka pun disuguhi teh oleh Kaisar China. Namun, para utusan itu menganggap suguhan tersebut kurang pantas sebab dilihat oleh mereka bahwa para petani pun meminum teh yang sama. Para suruhan itu menyimpulkan bahwa Kaisar China mencoba memperdaya mereka, membuat minuman surgawi tidak dengan bahan terbaik.

Baca juga: Kisah Sufi, Putri yang Tidak Patuh

Filsuf agung negeri Anja ('sana') mengumpulkan semua berita tentang teh. Disimpulkannya bahwa teh itu ada tetapi langka, dan merupakan jenis minuman yang belum pernah dikenal sebelumnya. Bukankah kata orang, teh itu jamu, air, hijau, hitam, kadang pahit, kadang manis?

Di negeri Koshish dan Bebinem, sepanjang berabad-abad orang mencari tahu khasiat semua tumbuhan yang bisa mereka temukan. Banyak yang beracun, semuanya mengecewakan. Tentu saja orang-orang itu tidak menemukannya sebab memang di negeri mereka tak ada tanaman teh. Di samping itu, mereka juga meminum semua zat cair yang bisa diperoleh, tetapi tetap saja sia-sia.

Di daerah Tarekat ('Pikiran Picik') sekantong kecil teh dibawa dalam arak-arakan meriah upacara keagamaan. Tak ada yang berpikir untuk mencicipinya sebab tak ada yang tahu caranya. Semua yakin bahwa teh itu punya kuasa gaib.

Seorang yang bijaksana pernah berkata, "Tuangkan air panas pada teh itu, orang-orang bodoh!" Orang bijaksana itu pun mereka gantung dan dipaku pada sebuah tiang.

Menurut kepercayaan mereka, mencampur teh dengan bahan lain akan merusak teh tersebut. Dengan demikian, nasihatnya menunjukkan bahwa orang bijaksana itu merupakan musuh.

Baca juga: Kisah Sufi: Berharga dan Tak Berharga

Sebelum mati, orang bijaksana itu meneruskan rahasianya kepada beberapa orang, dan mereka ini mencari-cari teh untuk kemudian diminum secara sembunyi-sembunyi. Ketika ditanya, "Apa pula yang kalian lakukan?" Mereka menjawab, "Teh ini untuk mengobati penyakit tertentu."

Dan begitulah yang terjadi di seluruh dunia. Beberapa orang sebenarnya menanam teh, tetapi tak mengenalinya. Banyak orang pernah mencicipinya, tetapi dikiranya minuman biasa. Orang lain lagi memiliki daun teh dan memujanya. Di luar Cina, hanya sedikit orang yang minum teh, dan mereka ini melakukannya secara tersembunyi.

Kemudian, tampilah seorang manusia bijaksana, yang berkata kepada pedagang dan peminum teh, serta yang lainnya, "Siapa yang minum, ia akan tahu. Siapa yang tak minum, ia tak akan tahu. Dari pada kalian berandai-andai tentang minuman surgawi, hidangkanlah teh itu dalam pesta.

Mereka yang menyukainya akan muncul masa ingin tahu. Yang tidak, berarti mereka bukanlah penggemar teh. Hentikan adu mulut dan tebak-tebakan. Bukalah kedai teh agar orang singgah dan meminumnya."

Baca juga: Kisah Sufi: Ketika Setan Kehilangan Pekerjaan

Teh tersebut dibawa sepanjang Jalur Sutra, dan pedagang yang membawa permata, mutiara, atau sutra, yang beristirahat sejenak, akan membuat teh untuk diminum. Pedagang itu memberikan teh itu kepada orang-orang yang berbagi tenda istirahat dengannya, entah mereka tahu tentang teh atau tidak. Inilah awal mula Chaikhanas, kedai-kedai teh sepanjang Peking hingga Bokhara dan Samarkand. Dan mereka yang meminumnya, tahu.

Pada awalnya, ingatlah bahwa hanya orang yang berlagak bijaksana dan agung yang mencari-cari minuman surgawi tetapi juga berseru, "Tetapi teh ini tak lebih dari sekadar daun kering!", atau "Hoi, orang asing, mengapa kau rebus air ketika yang kuminta adalah minuman surgawi?", atau lagi "Bagaimana saya tahu apa ini?" Katakan padaku, "Di samping warna cairan ini bukan emas, tetapi kuning tua!"

Ketika kebenaran itu nyata, dan saat orang-orang telah mengecap teh tersebut, situasinya berbalik; orang yang mengatakan hal-hal layaknya orang agung dan berpengetahuan ternyata tolol. Dan, kenyataan serupa berlangsung pula pada masa kini.

Berbagai macam minuman sering digunakan oleh para bijaksana sebagai alegori untuk pencarian atas pengetahuan yang lebih agung. Kopi, minuman yang belum lama memasyarakat, ditemukan oleh darwis Syeh Abu Al-Hasan Shadhili, di Mocha, Arab.

Baca juga: Kisah Sufi Amil-Baba: Gerbang Surga

Meskipun para Sufi kerap menyatakan dengan jelas bahwa 'minuman ajaib' (anggur, air hidup) merupakan analogi dari suatu pengalaman tertentu, para peneliti yang berpikiran harafiah cenderung meyakini bahwa asal muasal mitos tersebut bersumber dari penemuan pengaruh halusinatif dan memabukkan dalam beberapa jenis minuman.

Menurut para darwis, pemikiran semacam itu merupakan cermin ketidakmampuan para peneliti untuk memahami bahwa mereka berbicara mengenai hal yang sama.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
5 Tanda Akan Terjadi...
5 Tanda Akan Terjadi Hujan Lebat yang Dapat Dilihat Mata
Al Battani : Astronom...
Al Battani : Astronom Muslim yang Tepat Menghitung Jumlah Waktu dan Hari
Ilmuwan Temukan Fenomena...
Ilmuwan Temukan Fenomena Misterius yang Ubah Inti Bumi
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved