Cara Tarekat Naqsabandiyah Menentukan Awal dan Akhir Bulan Ramadhan
Senin, 27 Februari 2023 - 17:55 WIB
loading...
A
A
A
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." ( QS At Taubah : 36)
Ayat ini sebagai dasar bagi penganut Tarekat Naqsabandi untuk menghisab dan ayat lain adalah Al Fajr ayat 1- 5 Yang berbunyi:
وَالۡفَجۡرِۙ
وَلَيَالٍ عَشۡرٍۙ
وَّالشَّفۡعِ وَالۡوَتۡرِۙ
وَالَّيۡلِ اِذَا يَسۡرِۚ
هَلۡ فِىۡ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِىۡ حِجۡرٍؕ
"Demi fajar, demi malam yang sepuluh, demi yang genap dan yang ganjil, demi malam apabila berlalu, adakan pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat di terima)bagi orang-orang yang berakal ( QS Al Fajr : 1-5)
Baca juga: Begini Bentuk Hilal dan Cara Melihatnya
Sedangkan metode rukyat pada tarekat ini ada berapa tahap. Untuk menentukan awal bulan Ramdhan, bulan dilihat pada bulan Sya’ban dengan cara melihat bulan pada saat Maghrib. Jika bulan kelihatan setengah, hitungan bulan pada saat itu adalah 8 hari. Maka awal bulan Sya’ban sudah diketahui dengan cara menghitung delapan hari ke belakang.
Sama halnya pada saat Maghrib bulan kembali dilihat pada jam 12 malam. Jika posisi bulan berada di atas kepala, maka hitungan bulan pada saat itu adalah 15 hari, hanya dengan menghitung lima belas hari ke belakang maka awal bulan Sya’ban sudah di ketahui.
Jika awal Sya’ban sudah di ketahui maka untuk menentukan awal Ramadhan dengan cara menghitung 29 hari dari awal Sya’ban. Karena diyakini bulan Sya’ban selalu jumlah harinya 29 hari dan Ramadhan 30 hari.
Di samping itu juga cara melihat bulan, seperti malam ke-20 mereka melihat di waktu fajar ternyata bulan setengah lingkaran. Di waktu subuh di ubun-ubun sudah sah malamnya 22. Karena tahun Hijriyah berbeda dengan malam tahun masehi jam nol-nolnya jam 12 malam. Tahun hijriyah dari fajar sampai maghrib. Dari fajar ini mereka sudah memakai rukyah dan hisab malam yang berlalu.
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." ( QS At Taubah : 36)
Ayat ini sebagai dasar bagi penganut Tarekat Naqsabandi untuk menghisab dan ayat lain adalah Al Fajr ayat 1- 5 Yang berbunyi:
وَالۡفَجۡرِۙ
وَلَيَالٍ عَشۡرٍۙ
وَّالشَّفۡعِ وَالۡوَتۡرِۙ
وَالَّيۡلِ اِذَا يَسۡرِۚ
هَلۡ فِىۡ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِىۡ حِجۡرٍؕ
"Demi fajar, demi malam yang sepuluh, demi yang genap dan yang ganjil, demi malam apabila berlalu, adakan pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat di terima)bagi orang-orang yang berakal ( QS Al Fajr : 1-5)
Baca juga: Begini Bentuk Hilal dan Cara Melihatnya
Sedangkan metode rukyat pada tarekat ini ada berapa tahap. Untuk menentukan awal bulan Ramdhan, bulan dilihat pada bulan Sya’ban dengan cara melihat bulan pada saat Maghrib. Jika bulan kelihatan setengah, hitungan bulan pada saat itu adalah 8 hari. Maka awal bulan Sya’ban sudah diketahui dengan cara menghitung delapan hari ke belakang.
Sama halnya pada saat Maghrib bulan kembali dilihat pada jam 12 malam. Jika posisi bulan berada di atas kepala, maka hitungan bulan pada saat itu adalah 15 hari, hanya dengan menghitung lima belas hari ke belakang maka awal bulan Sya’ban sudah di ketahui.
Jika awal Sya’ban sudah di ketahui maka untuk menentukan awal Ramadhan dengan cara menghitung 29 hari dari awal Sya’ban. Karena diyakini bulan Sya’ban selalu jumlah harinya 29 hari dan Ramadhan 30 hari.
Di samping itu juga cara melihat bulan, seperti malam ke-20 mereka melihat di waktu fajar ternyata bulan setengah lingkaran. Di waktu subuh di ubun-ubun sudah sah malamnya 22. Karena tahun Hijriyah berbeda dengan malam tahun masehi jam nol-nolnya jam 12 malam. Tahun hijriyah dari fajar sampai maghrib. Dari fajar ini mereka sudah memakai rukyah dan hisab malam yang berlalu.
(mhy)
Lihat Juga :