Kisah Utsman bin Thalhah, Juru Kunci Kakbah saat Fathu Makkah
Selasa, 28 Februari 2023 - 16:57 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat. ( QS An-Nisa : 58)
Baca juga: Detik-Detik Menegangkan Jelang Pembebasan Makkah di Bulan Ramadhan
Kedua, yaitu riwayat dari Ibnu Mardawaih dari jalur al-Kalbiy, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas. Saat peristiwa Fathu Makkah, Rasulullah SAW memanggil Utsman bin Thalhah dan berkata kepadanya, “Berikan aku kunci Kakbah.” Utsman pun menemui Rasulullah dengan membawa kunci tersebut.
Namun begitu, Utsman menyodorkan kunci itu, Abbas bin Abdul Muthalib berdiri menghampiri Rasulullah SAW, dan berkata, “Wahai Rasulullah, demi ayahku dan ibuku, berikanlah kunci itu dan wewenang memberi minum orang haji kepadaku.” Utsman pun menarik tangannya kembali.
Rasulullah SAW kembali berkata, “Berikan kepadaku kuncinya, wahai Utsman.” Utsman kembali menyodorkan kuncinya, tetapi Abbas mengatakan permintaannya lagi, dan Utsman pun menarik tangannya lagi.
Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Wahai Utsman, jika kau beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, berikanlah aku kuncinya.” Setelah itu, Utsman pun akhirnya bisa benar-benar memberikannya seraya berkata, “Inilah kuncinya, dengan amanah Allah SWT.”
Rasulullah SAW menemukan patung Ibrahim as di dalamnya, dengan obor api yang biasa disembah oleh kaum Quraisy. Singkat cerita, Rasulullah pun menyingkirkannya. Setelah itu, Rasulullah keluar dari Kakbah dan tawaf sekali atau dua kali putaran.
Saat itulah Jibril as turun dan menyampaikan ayat ke-58 surat Alnisa’, agar kunci Kakbah dikembalikan kepada Utsman. Rasulullah SAW pun melakukannya, mengembalikan kunci tersebut kepada Utsman sambil menyampaikan ayat tersebut.
Sepeninggalnya, Utsman bin Thalhah menyerahkan kunci Kakbah kepada sepupunya, Syaibah.
Baca juga: Begini Leluhur Nabi Muhammad SAW Mengelola Kakbah, Makan Gratis bagi Jamaah Haji
Baca juga: Detik-Detik Menegangkan Jelang Pembebasan Makkah di Bulan Ramadhan
Kedua, yaitu riwayat dari Ibnu Mardawaih dari jalur al-Kalbiy, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas. Saat peristiwa Fathu Makkah, Rasulullah SAW memanggil Utsman bin Thalhah dan berkata kepadanya, “Berikan aku kunci Kakbah.” Utsman pun menemui Rasulullah dengan membawa kunci tersebut.
Namun begitu, Utsman menyodorkan kunci itu, Abbas bin Abdul Muthalib berdiri menghampiri Rasulullah SAW, dan berkata, “Wahai Rasulullah, demi ayahku dan ibuku, berikanlah kunci itu dan wewenang memberi minum orang haji kepadaku.” Utsman pun menarik tangannya kembali.
Rasulullah SAW kembali berkata, “Berikan kepadaku kuncinya, wahai Utsman.” Utsman kembali menyodorkan kuncinya, tetapi Abbas mengatakan permintaannya lagi, dan Utsman pun menarik tangannya lagi.
Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Wahai Utsman, jika kau beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, berikanlah aku kuncinya.” Setelah itu, Utsman pun akhirnya bisa benar-benar memberikannya seraya berkata, “Inilah kuncinya, dengan amanah Allah SWT.”
Rasulullah SAW menemukan patung Ibrahim as di dalamnya, dengan obor api yang biasa disembah oleh kaum Quraisy. Singkat cerita, Rasulullah pun menyingkirkannya. Setelah itu, Rasulullah keluar dari Kakbah dan tawaf sekali atau dua kali putaran.
Saat itulah Jibril as turun dan menyampaikan ayat ke-58 surat Alnisa’, agar kunci Kakbah dikembalikan kepada Utsman. Rasulullah SAW pun melakukannya, mengembalikan kunci tersebut kepada Utsman sambil menyampaikan ayat tersebut.
Sepeninggalnya, Utsman bin Thalhah menyerahkan kunci Kakbah kepada sepupunya, Syaibah.
Baca juga: Begini Leluhur Nabi Muhammad SAW Mengelola Kakbah, Makan Gratis bagi Jamaah Haji
Lihat Juga :