Kisah Imam Hasan Al-Bashri dan Doanya yang Mustajab
Minggu, 05 Maret 2023 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Membungkam Penguasa Zalim Hajjaj bin Yusuf
Siapa yang tidak mengenal kekejaman Hajaj bin Yusuf, seorang penguasa zalim bertangan besi pada masa Dinasti Umayah. Dikisahkan, Hajjaj pernah membangun istana yang megah untuk dirinya di Kota Wasit. Ketika pembangunannya selesai, diundanglah orang-orang khsusunya para ulama untuk melihat dan memberinya doa selamat.
Tapi justru Imam Hasan Al-Bashri menggunakan kesempatan itu untuk memberikan pelajaran kepada Hajjaj. Maka saat ia diminta berbicara, beliau tidak menyia-nyiakannya. Dengan gencar sang Imam menyampaikan kritik-kritik tajam dan pedas yang ia tujukan kepada para penguasa zalim itu. Di antara isinya:
"Kita mengetahui apa yang dibangun oleh manusia yang paling kejam dan kita dapati Fira'un yang membangun istana yang lebih besar dan lebih megah daripada bangunan ini. Namun kemudian Allah membinasakan Fir'aun beserta apa yang dibangunnya. Andai saja Hajjaj sadar bahwa penghuni langit telah membencinya dan penduduk bumi telah memperdayakannya."
Beliau terus mengkritik Hajjaj hingga beberapa ulama yang hadir mengkhawatirkan keselamatannya. Beberapa orang menghampiri sang imam dan memintanya untuk berhenti: "Cukup Wahai Abu Said, cukup." Namun Hasan al Bashri justru menjawab:
لقد أخذ الله الميثاق على أهل العلم ليبينّنه للناس، ولا يكتمونه
Artinya: "Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengambil sumpah dari ulama agar menyampaikan kebenaran kepada manusia dan tak boleh menyembunyikannya."
Keesokan harinya, saat Hajjaj menghadiri pertemuan bersama para pejabat teras atas di pemerintahannya dengan memendam amarah ia berkata keras kepada semua yang hadir:
تباً لكم وسُحقاً، يقوم عبدٌ من عبيد أهل البصرة، ويقول فينا ما شاء أن يقول، ثم لا يجد فيكم من يردُّه، أو ينكر عليه، واللهٍ لأسقينَّكم من دمه يا معشر الجبناء
Artinya: "Celakalah kalian! Seorang dari keturunan budak-budak Basrah itu memaki-maki kita dengan seenaknya dan tak seorang pun dari kalian berani mencegah dan menjawabnya? Demi Allah, akan kuminumkan darah orang itu kepada kalian wahai para pengecut!"
Hajjaj lalu memerintahkan agar pengawalnya menyiapkan alat eksekusi lalu meminta agar Hasan Al-Bashri dijemput ke kediamannya. Saat ia dibawa beberapa tentara, orang-orang menatap sang imam dengan iba. Mereka seperti sudah tahu apa akhir kisah dari ulama besar tersebut.
Dengan tenang dan penuh wibawa sang imam melangkah masuk ke ruangan yang di dalamnya ada Hajjaj, para pejabat dan juga algojo bersenjata lengkap. Tak sedikitpun tergurat di wajah beliau rasa takut. Justru yang terjadi, malah Hajjaj seperti salah tingkah dan langsung ciut nyali. Ia terkesima oleh pancaran pengaruh sang imam yang sangat kuat.
Siapa yang tidak mengenal kekejaman Hajaj bin Yusuf, seorang penguasa zalim bertangan besi pada masa Dinasti Umayah. Dikisahkan, Hajjaj pernah membangun istana yang megah untuk dirinya di Kota Wasit. Ketika pembangunannya selesai, diundanglah orang-orang khsusunya para ulama untuk melihat dan memberinya doa selamat.
Tapi justru Imam Hasan Al-Bashri menggunakan kesempatan itu untuk memberikan pelajaran kepada Hajjaj. Maka saat ia diminta berbicara, beliau tidak menyia-nyiakannya. Dengan gencar sang Imam menyampaikan kritik-kritik tajam dan pedas yang ia tujukan kepada para penguasa zalim itu. Di antara isinya:
"Kita mengetahui apa yang dibangun oleh manusia yang paling kejam dan kita dapati Fira'un yang membangun istana yang lebih besar dan lebih megah daripada bangunan ini. Namun kemudian Allah membinasakan Fir'aun beserta apa yang dibangunnya. Andai saja Hajjaj sadar bahwa penghuni langit telah membencinya dan penduduk bumi telah memperdayakannya."
Beliau terus mengkritik Hajjaj hingga beberapa ulama yang hadir mengkhawatirkan keselamatannya. Beberapa orang menghampiri sang imam dan memintanya untuk berhenti: "Cukup Wahai Abu Said, cukup." Namun Hasan al Bashri justru menjawab:
لقد أخذ الله الميثاق على أهل العلم ليبينّنه للناس، ولا يكتمونه
Artinya: "Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengambil sumpah dari ulama agar menyampaikan kebenaran kepada manusia dan tak boleh menyembunyikannya."
Keesokan harinya, saat Hajjaj menghadiri pertemuan bersama para pejabat teras atas di pemerintahannya dengan memendam amarah ia berkata keras kepada semua yang hadir:
تباً لكم وسُحقاً، يقوم عبدٌ من عبيد أهل البصرة، ويقول فينا ما شاء أن يقول، ثم لا يجد فيكم من يردُّه، أو ينكر عليه، واللهٍ لأسقينَّكم من دمه يا معشر الجبناء
Artinya: "Celakalah kalian! Seorang dari keturunan budak-budak Basrah itu memaki-maki kita dengan seenaknya dan tak seorang pun dari kalian berani mencegah dan menjawabnya? Demi Allah, akan kuminumkan darah orang itu kepada kalian wahai para pengecut!"
Hajjaj lalu memerintahkan agar pengawalnya menyiapkan alat eksekusi lalu meminta agar Hasan Al-Bashri dijemput ke kediamannya. Saat ia dibawa beberapa tentara, orang-orang menatap sang imam dengan iba. Mereka seperti sudah tahu apa akhir kisah dari ulama besar tersebut.
Dengan tenang dan penuh wibawa sang imam melangkah masuk ke ruangan yang di dalamnya ada Hajjaj, para pejabat dan juga algojo bersenjata lengkap. Tak sedikitpun tergurat di wajah beliau rasa takut. Justru yang terjadi, malah Hajjaj seperti salah tingkah dan langsung ciut nyali. Ia terkesima oleh pancaran pengaruh sang imam yang sangat kuat.
Lihat Juga :