Sholat Tarawih Berapa Rakaat? Ini Penjelasan Lengkap dengan Dalilnya

Selasa, 21 Maret 2023 - 17:25 WIB
loading...
A A A
Imam At-Turmudzi juga meriwayatkan dalam kitab Sunan-nya, bahwa sholat Tarawih adalah 20 rakaat. Begitu pula apa yang dikatakan oleh Imam Ibnu Rusyd dan Imam Nawawi.

Kemudian, Ibnu Taimiyyah mengatakan dalam fatwanya: "Adalah benar bahwa Ubay bin Ka'ab dahulu menjadi imam dalam sholat Tarawih 20 rakaat dan berwitir dengan 3 rakaat. Banyak ulama sepakat inilah yang tepat, karena dikerjakan di tengah-tengah para Muhajirin dan Anshor, dan tidak terdapat seorang pun dari para sahabat yang menentang hal tersebut." Sebagaimana dilaksanakan sampai saat ini di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dan hampir semua kaum Muslimin.

Bagaimana dengan Tarawih 11 Rakaat?
Bagi yang mengerjakan sholat Tarawih 11 rakaat (8 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat Witir) berpegang pada Hadis dari Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha berikut:

مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

Artinya: " Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam tidak pernah menambahi jumlah rakaat dalam sholat malam di bulan Ramadhan maupun selain bulan Ramadhan lebih dari 11 rakaat." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Menurut Habib Ahmad bin Novel, dari sisi sanad, Hadis ini tidak diragukan lagi keshahihannya. Karena diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, Imam Muslim dan lain-lain (muttafaq 'alaih). Hanya saja, penggunaan hadis ini sebagai dalil sholat Tarawih dinilai kurang tepat. Berikut alasannya:

1. Pemotongan Hadis
Bagi yang menjadikan Hadis di atas sebagai dalil sholat Tarawih biasanya tidak membacanya secara utuh. Akan tetapi mengambil potongannya saja sebagaimana disebutkan di atas. Bunyi hadis ini secara sempurna adalah sebagai berikut: "Dari Abi Salamah bin Abd al-Rahman, ia pernah bertanya kepada Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha perihal sholat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan.

Sayyidah Aisyah menjawab: "Rasulullah SAW tidak pernah menambahi, baik pada bulan Ramadhan maupun selain bulan Ramadhan, dari sebelas rakaat. Beliau sholat empat rakaat, dan jangan kamu tanya baik dan panjangnya. Kemudian Beliau sholat empat rakaat, dan jangan kamu tanyakan baik dan panjangnya. Kemudian Beliau sholat tiga rakaat. Aisyah kemudian berkata: "Saya berkata, wahai Rasulullah, apakah Anda tidur sebelum sholat Witir?" Beliau menjawab: "Wahai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur, akan tetapi hatiku tidak tidur."

Pemotongan Hadis di atas berpotensi menimbulkan kesimpulan berbeda. Sebab, jika dibaca secara utuh, konteks hadis ini sangat jelas berbicara tentang sholat Witir, bukan sholat Tarawih. Sebab pada akhir hadis ini, Sayyidah Aisyah menanyakan sholat Witir kepada Rasulullah SAW.

2. Kesalahan Memahami Maksud Hadis
Dalam Hadis di atas, Sayyidah Aisyah dengan tegas menyatakan bahwa Nabi tidak pernah melakukan sholat melebihi 11 rakaat baik pada bulan Ramadhan maupun pada bulan-bulan lain. Sholat yang dilakukan sepanjang tahun, baik pada bulan Ramadhan maupun bulan lainnya, tentu bukan sholat Tarawih. Karena sholat Tarawih hanya ada pada bulan Ramadhan. Karena itu, para ulama berpendapat bahwa hadis ini bukanlah dalil sholat Tarawih, akan tetapi dalil sholat Witir. Kesimpulan ini diperkuat oleh Hadis lain yang juga diriwayatkan Sayyidah Aisyah. Beliau berkata: " Nabi Muhammad SAW sholat malam 13 rakaat, antara lain sholat Witir dan dua rakaat Fajar." (HR Al-Bukhari)

Kesimpulan
Kata Habib Ahmad, jika kita menyetujui pemenggalan ini, maka kita harus menyepakati bahwa selama bulan Ramadhan, Nabi hanya melakukan sholat Witir 3 rakaat saja. Sementara Imam Tirmidzi dalam riwayatnya bahwa Nabi shollallahu 'alaihi wasallam sholat Witir 13, 11, 9, 7, 5, 3 dan 1 rakaat.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah rakaat Tarawih paling afdhal adalah 20 rakaat sebagaimana ijma' para sahabat dan ulama, dan sabda Rasulullah SAW: "Kerjakanlah atas kalian akan sunnah-sunnahku dan sunnah-sunnah Khulafaur Rasyidin setelahku."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ramadan, Waktu yang...
Ramadan, Waktu yang Tepat Mendulang Berbagai Pahala
Syafana Ramadhan Boarding...
Syafana Ramadhan Boarding Camp Bentuk Karakter Pemimpin Islam
Lintasarta Salurkan...
Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima Manfaat di Berbagai Kota
Memasuki 10 Hari Terakhir...
Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadan dan 10 Amalan Terbaiknya, Umat Muslim Wajib Tahu!
Muhammadiyah Tetapkan...
Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 2026 pada Jumat 20 Maret
Ramadan Penuh Cahaya...
Ramadan Penuh Cahaya dan Doa: Hafiz Indonesia 2026 Hadir dengan Kisah Anak-Anak Penghafal Al-Qur’an
Rekomendasi
Jakarta Termasuk dari...
Jakarta Termasuk dari 3 Kota Besar di Dunia yang Akan Tenggelam
Jepang Merevisi Probabilitas...
Jepang Merevisi Probabilitas Gempa Besar di Palung Nankai
Danau Hantu Pagi Hari...
Danau Hantu Pagi Hari Airnya Luber, Beberapa Jam Kemudian Mengering
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved