Lailatulqadar dan Surat Al-Qadar Menurut Quraish Shihab
Rabu, 05 April 2023 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
"Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami". (QS Al-Dukhan [44]: 3-5).
Baca juga: Jadikan Setiap Malam Adalah Lailatul Qadar
Malam tersebut terjadi pada bulan Ramadan, karena kitab suci menginformasikan bahwa ia diturunkan Allah pada bulan Ramadan ( QS Al-Baqarah [2] : 185) serta pada malam Al-Qadar ( QS Al-Qadr [97] : l).
Malam tersebut adalah malam mulia. Tidak mudah diketahui betapa besar kemuliannya. Hal ini disyaratkan oleh adanya "pertanyaan" dalam bentuk pengagungan, yaitu: "Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?" ( QS Al-Qadr [97] : 2)
Quraish Shihab menjelaskan, 13 kali kalimat ma adraka terulang dalam Al-Quran, 10 di antaranya mempertanyakan tentang kehebatan yang berkait dengan hari kemudian, seperti: Ma adraka ma yaum al-fashl, dan sebagainya. Kesemuanya merupakan hal yang tidak mudah dijangkau oleh akal pikiran manusia, kalau enggan berkata mustahil dijangkaunya. Tiga kali ma adraka sisa dari angka tiga belas itu adalah:
"Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?" ( QS Al-Thariq [86] : 2)
"Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?" ( QS Al-Balad [90] : 12)
"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?" ( QS Al-Qadr [97] : 2)
Baca juga: Hikmah Dijadikannya Lailatul Qadar sebagai Misteri
Pemakaian kata-kata ma adraka dalam Al-Quran, kata Quraish Shihab, berkaitan dengan objek pertanyaan yang menunjukkan hal-hal yang sangat hebat, dan sulit dijangkau hakikatnya secara sempurna oleh akal pikiran manusia.
Baca juga: Jadikan Setiap Malam Adalah Lailatul Qadar
Malam tersebut terjadi pada bulan Ramadan, karena kitab suci menginformasikan bahwa ia diturunkan Allah pada bulan Ramadan ( QS Al-Baqarah [2] : 185) serta pada malam Al-Qadar ( QS Al-Qadr [97] : l).
Malam tersebut adalah malam mulia. Tidak mudah diketahui betapa besar kemuliannya. Hal ini disyaratkan oleh adanya "pertanyaan" dalam bentuk pengagungan, yaitu: "Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?" ( QS Al-Qadr [97] : 2)
Quraish Shihab menjelaskan, 13 kali kalimat ma adraka terulang dalam Al-Quran, 10 di antaranya mempertanyakan tentang kehebatan yang berkait dengan hari kemudian, seperti: Ma adraka ma yaum al-fashl, dan sebagainya. Kesemuanya merupakan hal yang tidak mudah dijangkau oleh akal pikiran manusia, kalau enggan berkata mustahil dijangkaunya. Tiga kali ma adraka sisa dari angka tiga belas itu adalah:
"Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?" ( QS Al-Thariq [86] : 2)
"Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?" ( QS Al-Balad [90] : 12)
"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?" ( QS Al-Qadr [97] : 2)
Baca juga: Hikmah Dijadikannya Lailatul Qadar sebagai Misteri
Pemakaian kata-kata ma adraka dalam Al-Quran, kata Quraish Shihab, berkaitan dengan objek pertanyaan yang menunjukkan hal-hal yang sangat hebat, dan sulit dijangkau hakikatnya secara sempurna oleh akal pikiran manusia.
Lihat Juga :