Inilah Perkara-perkara yang Tidak Diampuni di Bulan Ramadan
Sabtu, 08 April 2023 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
"Maka saya nasihatkan kepada para jamaah, jika anda mendengar televisi dan di dalamnya ada orang yang mengucapkan nama Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, bershalawatlah. Karena amalannya muda. Tapi ada orang yang aturan amalannya mudah tapi dia tetap tidak mau beramal. Ini sangat merugi,"tutur Ustadz Zainudin, dai yang berkhidmat di kajian Dakwah Sunnah tersebut.
Yang ketiga:
'Jibril 'Alaihis Salam berdoa: 'Sungguh sangat merugi seseorang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya lalu ia tidak masuk surga, karena tidak mengurusnya. 'Maka aku pun mengucapkan: 'Ya Allah, kabulkanlah'
Ada orang yang mempunyai kesempatan masuk surga, yaitu mengurus kedua orang tua, ternyata dia tidak mengurus, akhirnya tidak memasukkannya ke dalam surga. padahal dia mendapati orang tuanya atau salah satu dari keduanya untuk dia berbakti kepadanya, tetapi dia tidak mau berbakti, akhirnya dia tidak masuk ke dalam surga.
Inilah yang menjadi dasar tema kita, 'Tidak diampuni di dalam Ramadan'.
Ada hadis lain riwayat Imam Tirmidzi dan hadisnya dishahihkan Imam Al-Albani Rahimahullah. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
"Sungguh sangat merugikan seseorang yang disebutkan namaku di hadapannya tetapi dia tidak bershalawat atasku. Dan sungguh sangat rugi seseorang yang ia masuk dalam bulan Ramadan kemudian berlalu Ramadan sebelum diampuni dosanya. Sungguh sangat rugi seseorang mendapati di sisinya (orang tua tersebut tinggal bersamanya) kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya dalam keadaan tua tetapi tidak memasukkannya ke dalam surga.'(HR. Tirmidzi)
Dari hadis di atas bisa disimpulkan bahwa ada perkara yang tidak diampuni di bulan Ramadan, yakni orang-orang yang ketika mendengar nama Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, namun tidak bershalawat kepada Beliau. Kemudian yang tidak diampuni lagi yakni seseorang yang masih memiliki orang tua baik dua-duanya masih hidup atau salah satu masih hidup tetapi tidak mau mengurusnya.
Baca juga: Ampunan Allah Ta'ala adalah Kebutuhan Pokok Manusia
Wallahu A'lam
Yang ketiga:
'Jibril 'Alaihis Salam berdoa: 'Sungguh sangat merugi seseorang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya lalu ia tidak masuk surga, karena tidak mengurusnya. 'Maka aku pun mengucapkan: 'Ya Allah, kabulkanlah'
Ada orang yang mempunyai kesempatan masuk surga, yaitu mengurus kedua orang tua, ternyata dia tidak mengurus, akhirnya tidak memasukkannya ke dalam surga. padahal dia mendapati orang tuanya atau salah satu dari keduanya untuk dia berbakti kepadanya, tetapi dia tidak mau berbakti, akhirnya dia tidak masuk ke dalam surga.
Inilah yang menjadi dasar tema kita, 'Tidak diampuni di dalam Ramadan'.
Ada hadis lain riwayat Imam Tirmidzi dan hadisnya dishahihkan Imam Al-Albani Rahimahullah. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
"Sungguh sangat merugikan seseorang yang disebutkan namaku di hadapannya tetapi dia tidak bershalawat atasku. Dan sungguh sangat rugi seseorang yang ia masuk dalam bulan Ramadan kemudian berlalu Ramadan sebelum diampuni dosanya. Sungguh sangat rugi seseorang mendapati di sisinya (orang tua tersebut tinggal bersamanya) kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya dalam keadaan tua tetapi tidak memasukkannya ke dalam surga.'(HR. Tirmidzi)
Dari hadis di atas bisa disimpulkan bahwa ada perkara yang tidak diampuni di bulan Ramadan, yakni orang-orang yang ketika mendengar nama Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, namun tidak bershalawat kepada Beliau. Kemudian yang tidak diampuni lagi yakni seseorang yang masih memiliki orang tua baik dua-duanya masih hidup atau salah satu masih hidup tetapi tidak mau mengurusnya.
Baca juga: Ampunan Allah Ta'ala adalah Kebutuhan Pokok Manusia
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :