Memperpanjang Umur dengan Sedekah Jariyah, Begini Penjelasannya
Minggu, 09 April 2023 - 05:49 WIB
loading...
A
A
A
Syekh Maulana Muhammad Zakariya Al Khandahlawi, dalam kitabnya yang berjudul "Fadhilah Amal" menerangkan, saling berlomba dalam amal saleh dan kebaikan sangat baik dan disukai.
Pada saat itu, Nabi memberi anjuran untuk bersedekah secara khusus. Dan, para sahabat dengan kemampuan masing-masing menginfakkan harta mereka fi sabilillah dengan penuh gairah dan semangat. Walaupun, melebihi kemampuan mereka.
Baca juga: Waspada Dosa Jariyah, Dosa Yang Terus Mengalir
Sedekah yang Disukai Allah
Kisah di atas terjadi menjelang perang Tabuk . Lalu, di era kini, sedekah apakah yang paling disukai Allah dan Rasulnya? Cendekiawan Muslim asal Mesir, Syaikh Yusuf Qardhawi , dalam bukunya "Fiqh Prioritas, Sebuah Kajian Baru Berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah", berpendapat kalau manfaat suatu pekerjaan lebih luas jangkauannya, maka hal itu lebih dikehendaki dan diutamakan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.
"Begitu pula halnya dengan pekerjaan yang lebih lama dan kekal pengaruhnya. Setiap kali suatu perbuatan itu lebih lama manfaatnya maka pekerjaan itu lebih utama dan lebih dicintai oleh Allah SWT," tuturnya.
Oleh karena itu, menurut Syaikh Qardhawi, sedekah yang lama manfaatnya lebih diutamakan. Misalnya memberikan domba yang mengandung, unta yang mengandung, dan lain-lain, di mana orang yang menerima sedekah itu dan juga keluarganya dapat memanfaatkan susunya selama bertahun-tahun.
Dalam peribahasa China kita kenal: “Memberi jala untuk mencari ikan kepada orang miskin adalah lebih baik daripada memberikan ikan kepadanya.”
Disebutkan dalam sebuah hadis: “Sedekah yang paling utama ialah memberikan tenda, atau memberikan seorang pembantu, atau seekor unta untuk perjuangan di jalan Allah SWT.” (HR Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Umamah; dan juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dari ‘Adiy bin Hatim, dan dihasankan olehnya dalam Shahih al-Jami’ as-Shaghir (1109).
Baca juga: Dosa-dosa Jariyah yang Sering Disepelekan Kaum Wanita
Hadis lainnya juga menyatakan: “Empat puluh sifat, yang paling tinggi tingkatannya ialah memberikan kambing. Tidak ada seorang hambapun yang melalaikannya, untuk mengharapkan pahala yang dijanjikan kepadanya kecuali dia akan dimasukkan oleh Allah SWT ke dalam surga.” (HR Bukhari, dan Abu Dawud dari Abdullah bin ‘Amr, 791)
Pada saat itu, Nabi memberi anjuran untuk bersedekah secara khusus. Dan, para sahabat dengan kemampuan masing-masing menginfakkan harta mereka fi sabilillah dengan penuh gairah dan semangat. Walaupun, melebihi kemampuan mereka.
Baca juga: Waspada Dosa Jariyah, Dosa Yang Terus Mengalir
Sedekah yang Disukai Allah
Kisah di atas terjadi menjelang perang Tabuk . Lalu, di era kini, sedekah apakah yang paling disukai Allah dan Rasulnya? Cendekiawan Muslim asal Mesir, Syaikh Yusuf Qardhawi , dalam bukunya "Fiqh Prioritas, Sebuah Kajian Baru Berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah", berpendapat kalau manfaat suatu pekerjaan lebih luas jangkauannya, maka hal itu lebih dikehendaki dan diutamakan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.
"Begitu pula halnya dengan pekerjaan yang lebih lama dan kekal pengaruhnya. Setiap kali suatu perbuatan itu lebih lama manfaatnya maka pekerjaan itu lebih utama dan lebih dicintai oleh Allah SWT," tuturnya.
Oleh karena itu, menurut Syaikh Qardhawi, sedekah yang lama manfaatnya lebih diutamakan. Misalnya memberikan domba yang mengandung, unta yang mengandung, dan lain-lain, di mana orang yang menerima sedekah itu dan juga keluarganya dapat memanfaatkan susunya selama bertahun-tahun.
Dalam peribahasa China kita kenal: “Memberi jala untuk mencari ikan kepada orang miskin adalah lebih baik daripada memberikan ikan kepadanya.”
Disebutkan dalam sebuah hadis: “Sedekah yang paling utama ialah memberikan tenda, atau memberikan seorang pembantu, atau seekor unta untuk perjuangan di jalan Allah SWT.” (HR Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Umamah; dan juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dari ‘Adiy bin Hatim, dan dihasankan olehnya dalam Shahih al-Jami’ as-Shaghir (1109).
Baca juga: Dosa-dosa Jariyah yang Sering Disepelekan Kaum Wanita
Hadis lainnya juga menyatakan: “Empat puluh sifat, yang paling tinggi tingkatannya ialah memberikan kambing. Tidak ada seorang hambapun yang melalaikannya, untuk mengharapkan pahala yang dijanjikan kepadanya kecuali dia akan dimasukkan oleh Allah SWT ke dalam surga.” (HR Bukhari, dan Abu Dawud dari Abdullah bin ‘Amr, 791)
Lihat Juga :