Hadis yang Menjelaskan Makna Malam Kemuliaan Itu Lebih Baik daripada Seribu Bulan
Jum'at, 14 April 2023 - 17:19 WIB
loading...
Surat al-Qadr ayat 1-3 turun tatkala kaum muslimin merasa kagum dengan lelaki Bani Israil yang berjihad di jalan Allah selama seribu bulan. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan". ( Al-Qadr : 1-3)
Ayat ini turun tatkala kaum muslimin merasa kagum dengan lelaki Bani Israil yang berjihad di jalan Allah selama seribu bulan. Hadis ini dikutip Ibnu Katsir dalam tafsirnya.
Ibnu Abu Hatim mengatakan dari Mujahid bahwa Nabi Muhammad SAW menceritakan tentang seorang lelaki dari kalangan Bani Israil yang menyandang senjatanya selama seribu bulan dalam berjihad di jalan Allah SWT. Maka kaum muslim merasa kagum dengan perihal lelaki Bani Israil itu.
Baca juga: Panduan Iātikaf untuk Meraih Lailatulqadar
Mujahid melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Allah SWT menurunkan firman-Nya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ( Al-Qur'an ) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. ( Al-Qadr : 1-3) "Maksudnya, lebih baik daripada lelaki itu menyandang senjatanya selama seribu bulan dalam berjihad di jalan Allah," tutur Ibnu Katsir.
Hal senada juga diriwayatkan Ibnu Jarir. Dari Mujahid yang mengatakan bahwa dahulu di kalangan kaum Bani Israil terdapat seorang lelaki yang malam harinya melakukan qiyam hingga pagi hari, kemudian di siang harinya ia berjihad di jalan Allah hingga petang hari.
Dia mengerjakan amalan ini selama seribu bulan, maka Allah menurunkan firman-Nya: Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (Al-Qadar: 3) Yakni melakukan qiyam di malam kemuliaan itu lebih baik daripada amalan laki-laki Bani Israil itu.
Hadis lainnya dari Ibnu Abu Hatim yang mengatakan dari Ali ibnu Urwah bahwa di suatu hari Rasulullah SAW menceritakan tentang kisah empat orang lelaki dari kalangan kaum Bani Israil (di masa lalu). Mereka menyembah Allah selama delapan puluh tahun tanpa melakukan kedurhakaan kepada-Nya barang sekejap mata pun.
Beliau SAW menyebutkan nama mereka, yaitu Ayyub , Zakaria, Hizkil ibnul Ajuz, dan Yusya' ibnu Nun .
Baca juga: Doa dan Zikir Malam Lailatulqadar
Ayat ini turun tatkala kaum muslimin merasa kagum dengan lelaki Bani Israil yang berjihad di jalan Allah selama seribu bulan. Hadis ini dikutip Ibnu Katsir dalam tafsirnya.
Ibnu Abu Hatim mengatakan dari Mujahid bahwa Nabi Muhammad SAW menceritakan tentang seorang lelaki dari kalangan Bani Israil yang menyandang senjatanya selama seribu bulan dalam berjihad di jalan Allah SWT. Maka kaum muslim merasa kagum dengan perihal lelaki Bani Israil itu.
Baca juga: Panduan Iātikaf untuk Meraih Lailatulqadar
Mujahid melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Allah SWT menurunkan firman-Nya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ( Al-Qur'an ) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. ( Al-Qadr : 1-3) "Maksudnya, lebih baik daripada lelaki itu menyandang senjatanya selama seribu bulan dalam berjihad di jalan Allah," tutur Ibnu Katsir.
Hal senada juga diriwayatkan Ibnu Jarir. Dari Mujahid yang mengatakan bahwa dahulu di kalangan kaum Bani Israil terdapat seorang lelaki yang malam harinya melakukan qiyam hingga pagi hari, kemudian di siang harinya ia berjihad di jalan Allah hingga petang hari.
Dia mengerjakan amalan ini selama seribu bulan, maka Allah menurunkan firman-Nya: Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (Al-Qadar: 3) Yakni melakukan qiyam di malam kemuliaan itu lebih baik daripada amalan laki-laki Bani Israil itu.
Hadis lainnya dari Ibnu Abu Hatim yang mengatakan dari Ali ibnu Urwah bahwa di suatu hari Rasulullah SAW menceritakan tentang kisah empat orang lelaki dari kalangan kaum Bani Israil (di masa lalu). Mereka menyembah Allah selama delapan puluh tahun tanpa melakukan kedurhakaan kepada-Nya barang sekejap mata pun.
Beliau SAW menyebutkan nama mereka, yaitu Ayyub , Zakaria, Hizkil ibnul Ajuz, dan Yusya' ibnu Nun .
Baca juga: Doa dan Zikir Malam Lailatulqadar
Lihat Juga :