Abd-al Rahman al-Sufi, Astronom Muslim yang Mengindentifikasi 100 Bintang Baru
Sabtu, 13 November 2021 - 14:21 WIB
loading...
Abd-al Rahman al-Sufi adalah astronom muslim yang mengindentifikasi 100 bintang baru, bersama dengan deskripsi dan ilustrasi pertama yang diketahui dari galaksi Andromeda. (Ilustrasi : Ist)
A
A
A
Abd-al Rahman al-Sufi adalah astronom muslim yang mengindentifikasi 100 bintang baru, bersama dengan deskripsi dan ilustrasi pertama yang diketahui dari galaksi Andromeda.
Dia juga mampu meningkatkan banyak pengamatan Ptolemy melalui data empiris dan kesimpulan, dan pengaruhnya dalam astronomi bergema hingga abad ke-19.
Baca juga: Asy-Syifa binti Abdullah, Sosok Ilmuwan Wanita Pertama dalam Islam
Abd-al Rahman al-Sufi atau di dunia Barat dikenal dengan nama Azophi berasal dari Persia. Ia dilahirkan di Ray pada 7 Desember 903 dan meninggal pada 25 Mei 986.
Semasa kecil hingga dewasa, ia menetap di Kota Isfahan. Ketika itu, penguasanya adalah Emir Adud ad-Daula. Al-Sufi tercatat pernah menetap serta berkarya di Baghdad. Salah satu keahlian yang dikuasainya adalah menerjemahkan karya-karya ilmuwan Yunani kuno khususnya terkait bidang astronomi.
Di antara literatur asing paling terkenal yang berhasil dia alih bahasakan ke dalam bahasa Arab, yakni karya yang berjudul Almagest karangan Ptolomeus.
Al-Sufi tak sekadar menerjemahkan. Ia sekaligus mengkaji pemikiran Ptolomeus. Hasil penelitian itu ia tuangkan dalam sebuah buku yang menjadi karyanya yang terkemuka.
Buku itu berjudul Kitab Suwar al-Awakib atau atau Kitab Bintang-Bintang Tetap (the Book of the Constellations of the Fixed Stars).
Kitab ini adalah manuskrip astronomis berbahasa Arab dari abad ke-10. Kitab ini ditulis pada tahun 964 Masehi.
Memetakan Bintang-Bintang
Abd-al Rahman al-Sufi melakukan pengamatan astronomi dan membuat manuskrip kitab tersebut dari Isfahan di Iran. Ia mendedikasikan Kitab Bintang-Bintang Tetap itu untuk Adud al-Dawla, seorang Emir dari Dinasti Buyid yang mendukung aktivitas intelektualnya secara finansial.
Al-Sufi bertanggung jawab atas inovasi dalam memetakan bintang-bintang. Ia memperbarui garis bujur rasi bintang Ptolemy dari 137 Masehi dengan menambahkan 12 derajat dan 42 menit pada nilai longitudinal Ptolemy agar lebih presisi.
Dalam upayanya ini, ia menggunakan produksi ilustrasi ganda untuk setiap rasi bintang Ptolemy. Satu ilustrasi digambarkan di bola langit, sementara yang lain dilihat langsung di langit malam.
Buku ini bukan satu-satunya kontribusi al-Sufi di bidang astronomi dan sains. Dia juga berkontribusi pada pembangunan observatorium penting di kota Shiraz, dan berperan dalam desain banyak instrumen astronomi seperti astrolab dan bola langit.
Dia juga mampu meningkatkan banyak pengamatan Ptolemy melalui data empiris dan kesimpulan, dan pengaruhnya dalam astronomi bergema hingga abad ke-19.
Baca juga: Asy-Syifa binti Abdullah, Sosok Ilmuwan Wanita Pertama dalam Islam
Abd-al Rahman al-Sufi atau di dunia Barat dikenal dengan nama Azophi berasal dari Persia. Ia dilahirkan di Ray pada 7 Desember 903 dan meninggal pada 25 Mei 986.
Semasa kecil hingga dewasa, ia menetap di Kota Isfahan. Ketika itu, penguasanya adalah Emir Adud ad-Daula. Al-Sufi tercatat pernah menetap serta berkarya di Baghdad. Salah satu keahlian yang dikuasainya adalah menerjemahkan karya-karya ilmuwan Yunani kuno khususnya terkait bidang astronomi.
Di antara literatur asing paling terkenal yang berhasil dia alih bahasakan ke dalam bahasa Arab, yakni karya yang berjudul Almagest karangan Ptolomeus.
Al-Sufi tak sekadar menerjemahkan. Ia sekaligus mengkaji pemikiran Ptolomeus. Hasil penelitian itu ia tuangkan dalam sebuah buku yang menjadi karyanya yang terkemuka.
Buku itu berjudul Kitab Suwar al-Awakib atau atau Kitab Bintang-Bintang Tetap (the Book of the Constellations of the Fixed Stars).
Kitab ini adalah manuskrip astronomis berbahasa Arab dari abad ke-10. Kitab ini ditulis pada tahun 964 Masehi.
Memetakan Bintang-Bintang
Abd-al Rahman al-Sufi melakukan pengamatan astronomi dan membuat manuskrip kitab tersebut dari Isfahan di Iran. Ia mendedikasikan Kitab Bintang-Bintang Tetap itu untuk Adud al-Dawla, seorang Emir dari Dinasti Buyid yang mendukung aktivitas intelektualnya secara finansial.
Al-Sufi bertanggung jawab atas inovasi dalam memetakan bintang-bintang. Ia memperbarui garis bujur rasi bintang Ptolemy dari 137 Masehi dengan menambahkan 12 derajat dan 42 menit pada nilai longitudinal Ptolemy agar lebih presisi.
Dalam upayanya ini, ia menggunakan produksi ilustrasi ganda untuk setiap rasi bintang Ptolemy. Satu ilustrasi digambarkan di bola langit, sementara yang lain dilihat langsung di langit malam.
Buku ini bukan satu-satunya kontribusi al-Sufi di bidang astronomi dan sains. Dia juga berkontribusi pada pembangunan observatorium penting di kota Shiraz, dan berperan dalam desain banyak instrumen astronomi seperti astrolab dan bola langit.
Lihat Juga :