Buka Puasa Bareng Wali Kota New York
Senin, 17 April 2023 - 21:58 WIB
loading...
Imam Shamsi Ali (kiri) berjabat tangan dengan Wali Kota New York Eric Adams, saat acara buka puasa bersama jajaran pemerintahan Kota New York. Foto/dok Shamsi Ali
A
A
A
Imam Shamsi Ali
Direktur Jamaica Muslim Center,
Presiden Nusantara Foundation
"The beauty and the strength of our City is not because of its skyrocketing buildings in Manhattan. Neither because of the Wall Street, nor because UN home is this City. But because the bridges that connect, not only between Boroughs of the City. But more importantly between peoples of our great City."
Itu penggalan ceramah saya di acara buka puasa bersama dengan wali kota dan seluruh jajaran pemerintahan Kota New York, Kamis, 6 April di Queens New York.
Acara yang cukup istimewa ini dihadiri oleh tokoh-tokoh Muslim dan non Muslim di Kota New York. Sementara dari pemerintah kota, selain wali kota juga hadir beberapa anggota DPRD, Presiden Queens Borough, NYC School Chancellor, Senator John Lui, Public Advocate, dan Chief Judge di Queens Melinda Katz.
Saya seperti beberapa kali sebelumnya di acara ini saya kembali diminta jadi pembicara mewakili komunitas Muslim di kota ini. Sementara dari pihak pemerintah kota, selain wali kota juga ikut berbicara Borough Presiden, Public Advocate (Jumane Williams), dan NYC Chancellor (Mr Banks). Mewakili wanita Muslimah hadir Sr Marwa Janini dari Arab American Association New York.
Dalam ceramah yang seharusnya diminta berbicara mengenai "berkarakter dermawan di bulan Ramadan " (being charitable in the month of Ramadan), saya justru lebih banyak berbicara ke walikota dan jajarannya. Saya ingin kesempatan itu menjadi jembatan yang kuat untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang baik antara komunitas muslim dan pemerintahan Kota.
Saya memulai dengan mengatakan bahwa Wali Kota New York, Eric Adams, kali ini memiliki kepercayaan agama yang baik (man of faith). Ada dua alasan kenapa saya berkesimpulan demikian. Satu, karena hanya lima hari setelah dilantik menjadi Wali Kota beliau berkunjung ke Masjid kami, Jamaica Muslim Center, di Queens New York.
Dua, dan ini lebih penting adalah pidato wali kota baru-baru ini di acara annual Interfaith Breakfast di Kota New York. Beliau ketika itu dengan sangat terbuka mengatakan bahwa kehidupan dan agama tidak mungkin bisa terpisahkan. Dan itu termasuk dalam kehidupan publik.
Bagi saya pernyataan itu menggambarkan keseriusan beragama, sekaligus keberanian dari seorang Wali Kota New York. Kita kenal negara ini, dan pastinya Kota New York, dikenal sebagai negara sekuler. Tapi beliau memberikan argumentasi yang kuat bahwa agama adalah sisi yang tak terpisahkan dari kehidupan. Yang diperlukan adalah bagaimana menempatkan agama dalam konteks kehidupan publik manusia.
Saya juga mengingatkan bahwa sebagai warga Kota New York terlalu banyak yang perlu disyukuri. Bagi komunitas Muslim kita mensyukuri iman, komunitas, dan lain-lain. Tapi salah satu yang harus disyukuri adalah bahwa kita hidup di sebuah kota yang terkuat di dunia.
Direktur Jamaica Muslim Center,
Presiden Nusantara Foundation
"The beauty and the strength of our City is not because of its skyrocketing buildings in Manhattan. Neither because of the Wall Street, nor because UN home is this City. But because the bridges that connect, not only between Boroughs of the City. But more importantly between peoples of our great City."
Itu penggalan ceramah saya di acara buka puasa bersama dengan wali kota dan seluruh jajaran pemerintahan Kota New York, Kamis, 6 April di Queens New York.
Acara yang cukup istimewa ini dihadiri oleh tokoh-tokoh Muslim dan non Muslim di Kota New York. Sementara dari pemerintah kota, selain wali kota juga hadir beberapa anggota DPRD, Presiden Queens Borough, NYC School Chancellor, Senator John Lui, Public Advocate, dan Chief Judge di Queens Melinda Katz.
Saya seperti beberapa kali sebelumnya di acara ini saya kembali diminta jadi pembicara mewakili komunitas Muslim di kota ini. Sementara dari pihak pemerintah kota, selain wali kota juga ikut berbicara Borough Presiden, Public Advocate (Jumane Williams), dan NYC Chancellor (Mr Banks). Mewakili wanita Muslimah hadir Sr Marwa Janini dari Arab American Association New York.
Dalam ceramah yang seharusnya diminta berbicara mengenai "berkarakter dermawan di bulan Ramadan " (being charitable in the month of Ramadan), saya justru lebih banyak berbicara ke walikota dan jajarannya. Saya ingin kesempatan itu menjadi jembatan yang kuat untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang baik antara komunitas muslim dan pemerintahan Kota.
Saya memulai dengan mengatakan bahwa Wali Kota New York, Eric Adams, kali ini memiliki kepercayaan agama yang baik (man of faith). Ada dua alasan kenapa saya berkesimpulan demikian. Satu, karena hanya lima hari setelah dilantik menjadi Wali Kota beliau berkunjung ke Masjid kami, Jamaica Muslim Center, di Queens New York.
Dua, dan ini lebih penting adalah pidato wali kota baru-baru ini di acara annual Interfaith Breakfast di Kota New York. Beliau ketika itu dengan sangat terbuka mengatakan bahwa kehidupan dan agama tidak mungkin bisa terpisahkan. Dan itu termasuk dalam kehidupan publik.
Bagi saya pernyataan itu menggambarkan keseriusan beragama, sekaligus keberanian dari seorang Wali Kota New York. Kita kenal negara ini, dan pastinya Kota New York, dikenal sebagai negara sekuler. Tapi beliau memberikan argumentasi yang kuat bahwa agama adalah sisi yang tak terpisahkan dari kehidupan. Yang diperlukan adalah bagaimana menempatkan agama dalam konteks kehidupan publik manusia.
Saya juga mengingatkan bahwa sebagai warga Kota New York terlalu banyak yang perlu disyukuri. Bagi komunitas Muslim kita mensyukuri iman, komunitas, dan lain-lain. Tapi salah satu yang harus disyukuri adalah bahwa kita hidup di sebuah kota yang terkuat di dunia.
Lihat Juga :