Wasiat Rasulullah SAW kepada Muadz bin Jabal Agar Ihsan dalam Beribadah
Selasa, 25 April 2023 - 18:31 WIB
loading...
Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya/ Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Rasulullah SAW mewasiatkan kepada Muadz bin Jabal tiga perkara, salah satunya adalah beribadah kepada Allah SWT seolah-olah melihat kepada-Nya atau ihsan dalam beribadah. Rasulullah SAW bersabda:
تَرَاهُ، وَاعْدُدْ نَفْسَكَ فِي الْمَوْتَى، وَإِنْ شِئْتَ أَنْبَأْتُكَ بِمَا هُوَ أَمْلَكُ بِكَ مِنْ هَذَا كُلِّهِ. قَالَ: هَذَا، وَأَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى لِسَانِهِ.
Dari Mu’adz bin Jabal ra ia berkata, “Wahai Rasûlullâh SAW berikanlah wasiat kepadaku !” Nabi SAW menjawab, “Beribadahlah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan persiapkanlah dirimu menghadapi kematian. Dan jika engkau mau, aku akan memberitahukan kepadamu suatu perkara yang mengendalikan semua itu.” Beliau bersabda, “Ini.” Beliau berisyarat dengan tangannya menunjuk kepada lidah beliau.” (HR Imam al-Baihaqi)
Lalu, apa yang dimaksud dengan ikhsan itu? Nabi SAW bersabada:
أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu. (HR Muslim dari Umar bin Khathab).
Baca juga: Mencapai Derajat Ihsan
Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin dalam kitab "Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah" menjelaskan ihsan adalah masdar dari fi’il (kata kerja) أَحْسَنَ يُحْسِنُ yang bermakna memberikan kebaikan. Dan makna ihsan jika berkaitan dengan hak Allah SWT adalah engkau melaksanakan ibadahmu kepada Allah Ta’ala dengan ikhlas dan mengikuti contoh Rasulullah SAW.
"Semakin engkau ikhlas dalam beribadah dan semakin meneladani Nabi-Nya maka engkau semakin ihsan. Adapun jika berkaitan dengan hak sesama hamba, makna ihsan itu artinya adalah engkau memberikan kebaikan untuk mereka, baik berupa harta, kedudukan, atau selainnya," ujar Syaikh Shalih al-‘Utsaimin
Sedangkan Syaikh Abdullah bin Shalih al-Fauzan dalam "Hushûl al-Ma’mûl bi Syarh Tsalatsati al-Ushul" membagi ihsan menjadi dua macam:
Pertama,ihsan dalam beribadah kepada Allah SWT. Yakni, seseorang beribadah dengan merasakan kedekatan Allah Taala kepadanya sehingga mengantarkannya untuk memperbagus ibadahnya.
Kedua, ihsan berkaitan dengan hak-hak sesama makhluk. Yaitu berbuat baik kepada mereka dan menunaikan hak-hak mereka, seperti berbakti kepada kedua orang tua, menyambung silaturahmi, memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Termasuk juga berbuat baik kepada hewan ketika menyembelihnya.
تَرَاهُ، وَاعْدُدْ نَفْسَكَ فِي الْمَوْتَى، وَإِنْ شِئْتَ أَنْبَأْتُكَ بِمَا هُوَ أَمْلَكُ بِكَ مِنْ هَذَا كُلِّهِ. قَالَ: هَذَا، وَأَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى لِسَانِهِ.
Dari Mu’adz bin Jabal ra ia berkata, “Wahai Rasûlullâh SAW berikanlah wasiat kepadaku !” Nabi SAW menjawab, “Beribadahlah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan persiapkanlah dirimu menghadapi kematian. Dan jika engkau mau, aku akan memberitahukan kepadamu suatu perkara yang mengendalikan semua itu.” Beliau bersabda, “Ini.” Beliau berisyarat dengan tangannya menunjuk kepada lidah beliau.” (HR Imam al-Baihaqi)
Lalu, apa yang dimaksud dengan ikhsan itu? Nabi SAW bersabada:
أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu. (HR Muslim dari Umar bin Khathab).
Baca juga: Mencapai Derajat Ihsan
Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin dalam kitab "Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah" menjelaskan ihsan adalah masdar dari fi’il (kata kerja) أَحْسَنَ يُحْسِنُ yang bermakna memberikan kebaikan. Dan makna ihsan jika berkaitan dengan hak Allah SWT adalah engkau melaksanakan ibadahmu kepada Allah Ta’ala dengan ikhlas dan mengikuti contoh Rasulullah SAW.
"Semakin engkau ikhlas dalam beribadah dan semakin meneladani Nabi-Nya maka engkau semakin ihsan. Adapun jika berkaitan dengan hak sesama hamba, makna ihsan itu artinya adalah engkau memberikan kebaikan untuk mereka, baik berupa harta, kedudukan, atau selainnya," ujar Syaikh Shalih al-‘Utsaimin
Sedangkan Syaikh Abdullah bin Shalih al-Fauzan dalam "Hushûl al-Ma’mûl bi Syarh Tsalatsati al-Ushul" membagi ihsan menjadi dua macam:
Pertama,ihsan dalam beribadah kepada Allah SWT. Yakni, seseorang beribadah dengan merasakan kedekatan Allah Taala kepadanya sehingga mengantarkannya untuk memperbagus ibadahnya.
Kedua, ihsan berkaitan dengan hak-hak sesama makhluk. Yaitu berbuat baik kepada mereka dan menunaikan hak-hak mereka, seperti berbakti kepada kedua orang tua, menyambung silaturahmi, memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Termasuk juga berbuat baik kepada hewan ketika menyembelihnya.
Lihat Juga :