Wasiat Rasulullah SAW kepada Muadz bin Jabal Agar Ihsan dalam Beribadah
Selasa, 25 April 2023 - 18:31 WIB
loading...
A
A
A
Ulama lainnya membagi ihsan manjadi tiga macam, yaitu ihsan dalam beramal, ihsan kepada sesama hamba, dan ihsan dalam hubungan hamba dengan Allah Ta’ala.
Baca juga: Trilogi Ajaran Ilahi: Islam, Iman, dan Ihsan
Syaikh Shalih bin Fauzan dalam "al-Khuthab al-Mimbariyyah fi al-Munasabat as-Syar’iyyah" menjelaskan ihsan dalam beramal, maksudnya adalah membaguskan dan menyempurnakan amalan itu. Ihsan kepada orang lain, adalah memberikan kenikmatan kepada mereka. Sedangkan ihsan dalam hubungan seorang hamba dengan Rabbnya adalah tingkatan tertinggi dalam agama.
Rasulullah SAW telah menafsirkannya dengan keberadaan seorang hamba ketika beribadah kepada Allah SWT seolah-olah melihat-Nya, dan jika tidak bisa melihatnya maka sesungguhnya Allah melihatnya.
Maknanya adalah bahwa seorang hamba beribadah kepada Allah SWT dengan merasakan kedekatan Allah kepadanya, dan bahwa ia berada di hadapan Allah Ta’ala seolah-olah melihat-Nya. Hal itu akan menimbulkan rasa takut kepada-Nya, mengagungkan-Nya, mengantarkan ketulusan dalam ibadah, memperbagus,dan menyempurnakanya.
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam "Hushul al-Ma’mul bi Syarh Tsalatsati al-Ushul" mengatakan ihsan mempunyai satu rukun. Yaitu engkau beribadah kepada Allah SWT seolah-olah melihat-Nya. Jika engkau tidak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Ia melihatmu.
Sesungguhnya Allah SWT telah memerintahkan kepada hamba-Nya dalam banyak ayat untuk berbuat ihsan. Penyebutan kata ihsan ada dalam banyak ayat al-Qur’an. Adakalanya digandengakan dengan keimanan, terkadang dengan keislaman, terkadang dengan ketakwaan. "Semuanya itu menunjukkan keutamaan ihsan dan keagungan pahalanya di sisi Allah Azza wa Jalla," ujar Imam Zainuddin Abu al-Farj Abdurrahman bin Syihabuddin dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam.
Baca juga: Wajibkan Ihsan dalam Semua Urusan yang Dilakukan
Jika kita mencermati ayat-ayat al-Qur’an, kita akan dapati banyak sekali dalil yang menunjukkan keutamaan orang yang berbuat ihsan. Di antaranya:
1. Allah SWT menyertai orang-orang yang berbuat ihsan. Sebagaimana firman-Nya:
اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّالَّذِيْنَ هُمْ مُّحْسِنُوْنَ
Sesungguhnya Allah beserta orang-oerang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. [ QS an-Nahl/16 : 128].
Baca juga: Trilogi Ajaran Ilahi: Islam, Iman, dan Ihsan
Syaikh Shalih bin Fauzan dalam "al-Khuthab al-Mimbariyyah fi al-Munasabat as-Syar’iyyah" menjelaskan ihsan dalam beramal, maksudnya adalah membaguskan dan menyempurnakan amalan itu. Ihsan kepada orang lain, adalah memberikan kenikmatan kepada mereka. Sedangkan ihsan dalam hubungan seorang hamba dengan Rabbnya adalah tingkatan tertinggi dalam agama.
Rasulullah SAW telah menafsirkannya dengan keberadaan seorang hamba ketika beribadah kepada Allah SWT seolah-olah melihat-Nya, dan jika tidak bisa melihatnya maka sesungguhnya Allah melihatnya.
Maknanya adalah bahwa seorang hamba beribadah kepada Allah SWT dengan merasakan kedekatan Allah kepadanya, dan bahwa ia berada di hadapan Allah Ta’ala seolah-olah melihat-Nya. Hal itu akan menimbulkan rasa takut kepada-Nya, mengagungkan-Nya, mengantarkan ketulusan dalam ibadah, memperbagus,dan menyempurnakanya.
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam "Hushul al-Ma’mul bi Syarh Tsalatsati al-Ushul" mengatakan ihsan mempunyai satu rukun. Yaitu engkau beribadah kepada Allah SWT seolah-olah melihat-Nya. Jika engkau tidak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Ia melihatmu.
Sesungguhnya Allah SWT telah memerintahkan kepada hamba-Nya dalam banyak ayat untuk berbuat ihsan. Penyebutan kata ihsan ada dalam banyak ayat al-Qur’an. Adakalanya digandengakan dengan keimanan, terkadang dengan keislaman, terkadang dengan ketakwaan. "Semuanya itu menunjukkan keutamaan ihsan dan keagungan pahalanya di sisi Allah Azza wa Jalla," ujar Imam Zainuddin Abu al-Farj Abdurrahman bin Syihabuddin dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam.
Baca juga: Wajibkan Ihsan dalam Semua Urusan yang Dilakukan
Jika kita mencermati ayat-ayat al-Qur’an, kita akan dapati banyak sekali dalil yang menunjukkan keutamaan orang yang berbuat ihsan. Di antaranya:
1. Allah SWT menyertai orang-orang yang berbuat ihsan. Sebagaimana firman-Nya:
اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّالَّذِيْنَ هُمْ مُّحْسِنُوْنَ
Sesungguhnya Allah beserta orang-oerang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. [ QS an-Nahl/16 : 128].
Lihat Juga :