Inilah 6 Perbedaan Nabi dan Rasul, Ketahui dan Pahami
Kamis, 11 Mei 2023 - 19:52 WIB
loading...
A
A
A
Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Quran surat Al -Mu'minun ayat 44. Allah SWT berfirman :
Artinya : "Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakan nya, maka Kami silih gantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain (dalam kebinasaan). Dan Kami jadikan mereka bahan cerita (bagi manusia). Maka kebiasaanlah bagi kaum yang tidak beriman." (QS Al-Muminun : 44)
Pendapat ini diperkuat dengan hadits yang meriwayatkan Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Mereka pun mendatangi Nuh, dan berkata, ‘Wahai Nuh, sesungguhnya Engkau adalah rasul pertama bagi manusia.’” (HR. Bukhari no. 4712)
Dalam hal ini Nabi Nuh AS diutus kepada umat yang menentang dakwah beliau. Sementara Nabi sebelumnya yakni Adam AS dan Idris AS bukanlah seorang Rasul.
5. Sifat
Perbedaan berikutnya terletak pada sifat, yang mana Rasul adalah berasal dari golongan manusia yang memang mulia atau keturunan umat mulia. Rasul sudah dipilih dan diberi Allah SWT mukjizat agar bisa menjadi contoh umat di dunia dan akhirat.
Sementara Nabi adalah sosok dari golongan manusia biasa yang menjalankan hidup seperti orang pada umumnya. Namun, seorang Nabi memiliki keistimewaan dari Allah SWT serta sifat yang mulia.
ثُمَّ اَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا تَتۡـرَا ؕ كُلَّ مَا جَآءَ اُمَّةً رَّسُوۡلُهَا كَذَّبُوۡهُ فَاَتۡبَـعۡنَا بَعۡـضَهُمۡ بَعۡـضًا وَّجَعَلۡنٰهُمۡ اَحَادِيۡثَ ۚ فَبُـعۡدًا لِّـقَوۡمٍ لَّا يُؤۡمِنُوۡنَ
Artinya : "Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakan nya, maka Kami silih gantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain (dalam kebinasaan). Dan Kami jadikan mereka bahan cerita (bagi manusia). Maka kebiasaanlah bagi kaum yang tidak beriman." (QS Al-Muminun : 44)
4. Umat
Dalam sebuah pendapat oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, disebutkan bahwa Rasul akan diutus kepada umat yang menyelisihi atau menentangnya. Sementara Nabi akan diutus pada umat yang akan menyambut dakwahnya.Pendapat ini diperkuat dengan hadits yang meriwayatkan Rasulullah SAW pernah bersabda :
فَيَأْتُونَ نُوحًا فَيَقُولُونَ: يَا نُوحُ، إِنَّكَ أَنْتَ أَوَّلُ الرُّسُلِ إِلَى أَهْلِ الأَرْضِ
“Mereka pun mendatangi Nuh, dan berkata, ‘Wahai Nuh, sesungguhnya Engkau adalah rasul pertama bagi manusia.’” (HR. Bukhari no. 4712)
Dalam hal ini Nabi Nuh AS diutus kepada umat yang menentang dakwah beliau. Sementara Nabi sebelumnya yakni Adam AS dan Idris AS bukanlah seorang Rasul.
5. Sifat
Perbedaan berikutnya terletak pada sifat, yang mana Rasul adalah berasal dari golongan manusia yang memang mulia atau keturunan umat mulia. Rasul sudah dipilih dan diberi Allah SWT mukjizat agar bisa menjadi contoh umat di dunia dan akhirat.
Sementara Nabi adalah sosok dari golongan manusia biasa yang menjalankan hidup seperti orang pada umumnya. Namun, seorang Nabi memiliki keistimewaan dari Allah SWT serta sifat yang mulia.
Lihat Juga :