Jalaluddin Muhammad Akbar, Kaisar Mughal yang Memberi Contoh Toleransi Beragama di India

Minggu, 14 Mei 2023 - 19:05 WIB
loading...
A A A
Dia berpengalaman dalam praktik Sufi dan dikenang karena melembagakan "Suleh-e-Kul," sebuah kebijakan perdamaian yang dirancang untuk mendorong toleransi dan keharmonisan antara orang-orang dari semua latar belakang.

Keyakinannya pada toleransi beragama ditunjukkan lebih lanjut dalam surat yang dikirim Akbar kepada Raja Philip II dari Spanyol, di mana dia mengaku telah berinteraksi dengan "orang terpelajar dari semua agama" daripada hanya mengandalkan pakar Muslim untuk pendidikannya.

Ketertarikan pada agama dan kebijakan toleransi ini memuncak pada pendirian Din-e-Ilahi oleh Akbar (secara harfiah berarti, "agama Tuhan").

Konsep ini menyatukan kepercayaan dan aliran pemikiran yang berbeda dan diilhami oleh gagasan "Wahdat al Wujud" (Kesatuan Eksistensi), sebuah filosofi yang pertama kali dikembangkan oleh sufi mistikus Ibn al-Arabi dan kemudian diadopsi oleh sufi lainnya.

Gagasan ini menegaskan bahwa semua ciptaan adalah ilusi dan hanya Tuhanlah sumber realitas sejati.

Dengan mendirikan Din-e-Ilahi, Akbar mendorong gagasan bahwa semua agama saling berhubungan dan semuanya mengarah kembali ke satu kebenaran hakiki, yaitu Tuhan.

Itu bukan kepercayaan tradisional daripada agama payung yang berusaha menemukan kesamaan dalam kepercayaan yang berbeda.

Baca juga: Pendeta Hindu India Pidato di Luar Masjid, Ancam Perkosa Wanita Muslim

India Hari Ini

Warisan Akbar, baik yang nyata maupun yang dibayangkan, telah memberikan visi tentang India di mana Muslim, Hindu, dan minoritas lainnya dapat menikmati kebebasan beragama.

Sementara peperangan dan penaklukan tentu saja merupakan bagian dari pemerintahan Akbar, setelah ditundukkan, orang-orang yang ditaklukkan dari berbagai agama dan budaya didorong untuk hidup berdampingan dalam kedamaian dan harmoni yang relatif.

Namun, warisan Akbar kini terhapus oleh kaum nasionalis Hindu. Laman Middle East Eye, mencontohkan partai BJP yang berkuasa di India telah dituduh menghapus sejarah Mughal dari buku teks sekolah, termasuk referensi tentang Akbar.

Mendasari hal ini adalah kepercayaan di kalangan nasionalis Hindu bahwa umat Islam bukanlah penduduk asli anak benua itu dan karenanya pantas dikecualikan dari sejarah India.

Kekuasaan Mughal, bersama dengan kerajaan Muslim lainnya di India, sedang disusun kembali dalam hal penyerbu asing menaklukkan dan menaklukkan penduduk asli Hindu.

Menurut sejarawan India, pembacaan sejarah seperti itu mengabaikan fakta bahwa umat Hindu dan agama minoritas lainnya sering kali menjadi bagian dari kelas penguasa dalam dinasti-dinasti ini dan bahwa para penguasa itu sendiri benar-benar berasimilasi dengan budaya India.

Mengingat revisionisme ini, pesan Akbar tentang toleransi beragama dan saling menghormati antar komunitas tetap relevan.

Baca juga: Saat Islamisasi di Samudera Pasai, Gujarat Masih Hindu

Akbar melakukan lebih dari sekadar membawa persatuan ke negaranya yang terfragmentasi. Di bawah pemerintahannya, kerajaan Mughal menjadi tiga kali lipat dan menjadi kerajaan Muslim terkaya dan terkuat pada periode modern awal.

Penguasa meninggalkan kerangka yang kokoh untuk dibangun oleh penerusnya, dan dia terus berfungsi sebagai pengingat yang tepat waktu akan perlunya pluralisme.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Hukum Mengucapkan Selamat...
Hukum Mengucapkan Selamat pada Perayaan Agama Lain, Begini Kata Ustaz Adi Hidayat
Batas Toleransi Beragama...
Batas Toleransi Beragama yang Harus Dijaga, Begini Penjelasannya
Konsep Toleransi dalam...
Konsep Toleransi dalam Islam yang Mudah Dipraktekkan, Cek di Sini!
Mengenal Tasamuh, Toleransi...
Mengenal Tasamuh, Toleransi dalam Islam dan 10 Dalilnya dalam Ayat-ayat Al Quran
Toleransi Antar Agama...
Toleransi Antar Agama dalam Pandangan Islam, Simak di Sini!
Praktik Harmoni Indonesia...
Praktik Harmoni Indonesia Layak Ditunjukkan ke Dunia
Rekomendasi
Jepang Merevisi Probabilitas...
Jepang Merevisi Probabilitas Gempa Besar di Palung Nankai
Terletak di Indonesia,...
Terletak di Indonesia, Patahan Banda Bisa Picu Bencana Melebihi Gempa Turki
Fenomena Langit Misterius:...
Fenomena Langit Misterius: Garis-garis Api Menggemparkan India
Artikel Terkini
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved