Peringatan Nakba di Brooklyn: Kisah Salma Berlinang Air Mata Dikelilingi Bendera Palestina
Senin, 15 Mei 2023 - 12:32 WIB
loading...
A
A
A
Sementara persidangan pertama menghasilkan juri yang digantung, persidangan kedua memberikan hukuman penjara yang panjang kepada masing-masing atas tuduhan "dukungan material untuk terorisme".
“Saya memegang poster 'Bebaskan HLF5' karena tidak seorang pun boleh dipenjara secara tidak adil. Terutama mereka yang berjuang untuk Palestina yang merdeka,” kata Mohammad Yasin, seorang pemuda di rapat umum tersebut kepada MEE. “Kita semua terhubung. Kami semua melawan. Rasa sakit mereka adalah rasa sakit kita.”
Baca juga: Jejak Peringatan Malapetaka 15 Mei yang Diperingati Rakyat Palestina Seluruh Dunia
Tentang Waktu Hari Nakba Diakui
Hari Nakba di AS tidak datang tanpa kontroversi. Awal pekan ini, Ketua DPR Kevin McCarthy membatalkan acara di gedung Capitol yang seharusnya memperingati Nakba, dengan mengatakan dia malah "menyelenggarakan diskusi bipartisan untuk menghormati peringatan 75 tahun hubungan AS-Israel".
Acara tersebut akhirnya dipindahkan ke ruang sidang Senat setelah Senator Bernie Sanders mendaftar sebagai sponsor acara tersebut.
Berbicara kepada publikasi sayap kanan AS The Washington Free Beacon, McCarthy mengatakan bahwa "selama saya menjadi pembicara, kami akan mendukung hak Israel untuk menentukan nasib sendiri dan membela diri, secara tegas dan dengan gaya bipartisan".
Pada 15 Mei, PBB untuk pertama kalinya memperingati Hari Nakba. Komite PBB untuk Pelaksanaan Hak-Hak Rakyat Palestina (CEIRPP) akan mengadakan "pertemuan khusus tingkat tinggi" yang akan memiliki pidato utama oleh Presiden Negara Palestina, Mahmoud Abbas.
Peringatan itu juga akan menampilkan penyanyi Palestina Sanaa Moussa dan komposisi musik seputar Nakba berjudul “Warna Cerah di Kanvas Gelap” oleh Naseem Alatrash.
“Saya pikir sudah saatnya PBB mengakui Hari Nakba. Setiap tahun kami melihat semakin banyak orang dan organisasi yang mengakui perjuangan kami,” kata Salma Abdallah. “Setiap tahun kita menjadi semakin dekat dengan Palestina yang merdeka.”
Baca juga: Ekstremis Israel Berdemo di Sheikh Jarrah, Teriakkan 'Kami Ingin Nakba Sekarang'
“Saya memegang poster 'Bebaskan HLF5' karena tidak seorang pun boleh dipenjara secara tidak adil. Terutama mereka yang berjuang untuk Palestina yang merdeka,” kata Mohammad Yasin, seorang pemuda di rapat umum tersebut kepada MEE. “Kita semua terhubung. Kami semua melawan. Rasa sakit mereka adalah rasa sakit kita.”
Baca juga: Jejak Peringatan Malapetaka 15 Mei yang Diperingati Rakyat Palestina Seluruh Dunia
Tentang Waktu Hari Nakba Diakui
Hari Nakba di AS tidak datang tanpa kontroversi. Awal pekan ini, Ketua DPR Kevin McCarthy membatalkan acara di gedung Capitol yang seharusnya memperingati Nakba, dengan mengatakan dia malah "menyelenggarakan diskusi bipartisan untuk menghormati peringatan 75 tahun hubungan AS-Israel".
Acara tersebut akhirnya dipindahkan ke ruang sidang Senat setelah Senator Bernie Sanders mendaftar sebagai sponsor acara tersebut.
Berbicara kepada publikasi sayap kanan AS The Washington Free Beacon, McCarthy mengatakan bahwa "selama saya menjadi pembicara, kami akan mendukung hak Israel untuk menentukan nasib sendiri dan membela diri, secara tegas dan dengan gaya bipartisan".
Pada 15 Mei, PBB untuk pertama kalinya memperingati Hari Nakba. Komite PBB untuk Pelaksanaan Hak-Hak Rakyat Palestina (CEIRPP) akan mengadakan "pertemuan khusus tingkat tinggi" yang akan memiliki pidato utama oleh Presiden Negara Palestina, Mahmoud Abbas.
Peringatan itu juga akan menampilkan penyanyi Palestina Sanaa Moussa dan komposisi musik seputar Nakba berjudul “Warna Cerah di Kanvas Gelap” oleh Naseem Alatrash.
“Saya pikir sudah saatnya PBB mengakui Hari Nakba. Setiap tahun kami melihat semakin banyak orang dan organisasi yang mengakui perjuangan kami,” kata Salma Abdallah. “Setiap tahun kita menjadi semakin dekat dengan Palestina yang merdeka.”
Baca juga: Ekstremis Israel Berdemo di Sheikh Jarrah, Teriakkan 'Kami Ingin Nakba Sekarang'
(mhy)
Lihat Juga :