Benarkah Haji Bisa Menghapus Dosa Besar? Begini Jawaban Syaikh Al-Utsaimin

Sabtu, 20 Mei 2023 - 09:32 WIB
loading...
A A A
Mabrur dalam tujuan atau niat, maksudnya yaitu tujuannya melaksanakan ibadah haji hanya untuk beribadah atau mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dia bertujuan menghambakan diri kepada-Nya dengan melaksanakan manasik haji. Niatnya ikhlas, tidak dikotori riya’ juga tidak dengan niat sum’ah (pamer dengan didengar orang) juga tidak terkotori dengan keperluan dunia, kecuali keperluan dunia yang diperbolehkan oleh Allah Taala.

Allah SW berfirman:

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ


Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Rabbmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allâh di Masy’arilharam. dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allâh sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. [QS Al-Baqarah/2:198]

Baca juga: Nasehat Syaikh Al-Utsaimin Tentang Pakaian Muslimah

Adapun mabrur dalam perbuatan atau amalan, maksudnya adalah dia mengikuti Rasulullah SAW dalam menunaikan manasik haji, sambil terus menjauhi semua perkara yang diharamkan bagi setiap orang yang sedang berihram khususnya atau yang diharamkan untuk semua orang. "Ini adalah perkara yang susah, apalagi di zaman kita sekarang ini," ujar al-Utsaimin.

Menurutnya, hampir tidak ada satu pun jemaah haji yang luput dari kesalahan, baik kesalahan yang berupa kekurangan ataupun perbuatan yang berlebihan hingga melampaui batas, atau melakukan perbuatan buruk atau keikhlasannya kurang.

Berdasarkan fakta ini, maka tidak seyogyanya seseorang bertumpu pada ibadah haji kemudian dia melangkahkan kakinya dengan ringan untuk melakukan perbuatan dosa-dosa besar, sambil mengatakan, ‘Dosa besar bisa terhapus dengan ibadah haji.’

"Mestinya, dia segera bertobat kepada Allah dari perbuatan dosa besar itu, berhenti dan tidak berniat untuk mengulanginya lagi. Dengan demikian, ibadah hajinya akan menjadi tambahan kebaikan dalam amal-amal salehnya," ujar al-Utsaimin.

Baca juga: Inilah Wasiat Syaikh Al Utsaimin untuk Perempuan Muslimah
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Rekomendasi
Lubang Ozon di Antartika...
Lubang Ozon di Antartika Jadi Ancaman bagi Penangkaran Penguin dan Anjing Laut
Dua Gempa Bumi Terbesar...
Dua Gempa Bumi Terbesar di Dunia Diprediksi Akan Terjadi Bersamaan
Laut Stabil, Hasil Riset...
Laut Stabil, Hasil Riset Minta Penduduk Bumi Harus Waspada
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved