Masjid Camlica: Menghubungkan Sejarah Turki dan Ottoman dengan Identitas Nasional
Selasa, 23 Mei 2023 - 09:52 WIB
loading...
A
A
A
Simbolisme yang Kuat
Hayriye Gul, salah satu dari dua arsitek wanita di balik desain Masjid Camlica, mengatakan bahwa struktur tersebut bertujuan untuk berkontribusi pada siluet Istanbul dengan cara yang modern dan praktis sembari mencerminkan arsitektur tradisional Turki-Islam.
“Ini adalah versi modern dari masjid tradisional yang mencakup madrasah dan hammam [pemandian umum]. Sesuai dengan kebutuhan saat ini, memiliki ruang konferensi, tempat parkir dan perpustakaan,” kata Gul.
Bagi Gul dan rekan arsiteknya Bahar Mizrak, bangunan tersebut juga membangkitkan rasa kebanggaan nasional.
“Sebagai warga negara dan arsitek Turki, kami bangga menjadi bagian dari pembangunan masjid yang begitu monumental selama era republik,” kata Mizrak.
Dirancang sebagai penerus masjid era Ottoman, kompleks ini terinspirasi oleh karya kepala arsitek kekaisaran Mimar Sinan yang membangun Masjid Suleymaniye yang terkenal di Istanbul, di antara 300 bangunan lainnya.
Masjid Camlica mencakup ruang salat yang dapat menampung sekitar 60.000 orang, museum, galeri, bengkel seni, perpustakaan, dan ruang konferensi, serta memiliki banyak fitur simbolis yang menghubungkan sejarah Turki dan Ottoman dengan identitas nasional.
Baca juga: Arah Pluralisme Turki Setelah Hagia Sophia Menjadi Masjid
Masjid Camlica
Dilihat dari mana saja di pusat kota, kubah utama masjid berdiri setinggi 72 meter (236 kaki) untuk mewakili 72 kelompok etnis di Turki dan membentang sepanjang 34 meter untuk mewakili plat nomor kota Istanbul.
Empat menara setinggi 107,1 meter (351 kaki), menandakan Kemenangan Manzikert tahun 1071 yang melihat Turki Seljuk, dipimpin oleh Raja Alp Arslan, menghancurkan tentara kekaisaran Bizantium.
![Masjid Camlica: Menghubungkan Sejarah Turki dan Ottoman dengan Identitas Nasional]()
Di dalam kubah, 16 nama yang dikaitkan dengan Tuhan dalam Islam digambar secara artistik untuk menandakan 16 Kerajaan Besar Turki sebelum berdirinya republik modern. Angka 16 juga ditampilkan dalam stempel kepresidenan Turki, dengan matahari berujung 16 yang besar dikelilingi oleh 16 bintang berujung lima untuk melambangkan Republik Turki dan 16 kerajaan besar.
Menghubungkan ke simbol yang lebih religius, kompleks ini memiliki lima kubah kecil yang melambangkan lima rukun Islam, dan delapan pintu monumental yang melambangkan delapan gerbang ke surga.
Hayriye Gul, salah satu dari dua arsitek wanita di balik desain Masjid Camlica, mengatakan bahwa struktur tersebut bertujuan untuk berkontribusi pada siluet Istanbul dengan cara yang modern dan praktis sembari mencerminkan arsitektur tradisional Turki-Islam.
“Ini adalah versi modern dari masjid tradisional yang mencakup madrasah dan hammam [pemandian umum]. Sesuai dengan kebutuhan saat ini, memiliki ruang konferensi, tempat parkir dan perpustakaan,” kata Gul.
Bagi Gul dan rekan arsiteknya Bahar Mizrak, bangunan tersebut juga membangkitkan rasa kebanggaan nasional.
“Sebagai warga negara dan arsitek Turki, kami bangga menjadi bagian dari pembangunan masjid yang begitu monumental selama era republik,” kata Mizrak.
Dirancang sebagai penerus masjid era Ottoman, kompleks ini terinspirasi oleh karya kepala arsitek kekaisaran Mimar Sinan yang membangun Masjid Suleymaniye yang terkenal di Istanbul, di antara 300 bangunan lainnya.
Masjid Camlica mencakup ruang salat yang dapat menampung sekitar 60.000 orang, museum, galeri, bengkel seni, perpustakaan, dan ruang konferensi, serta memiliki banyak fitur simbolis yang menghubungkan sejarah Turki dan Ottoman dengan identitas nasional.
Baca juga: Arah Pluralisme Turki Setelah Hagia Sophia Menjadi Masjid
Masjid Camlica
Dilihat dari mana saja di pusat kota, kubah utama masjid berdiri setinggi 72 meter (236 kaki) untuk mewakili 72 kelompok etnis di Turki dan membentang sepanjang 34 meter untuk mewakili plat nomor kota Istanbul.
Empat menara setinggi 107,1 meter (351 kaki), menandakan Kemenangan Manzikert tahun 1071 yang melihat Turki Seljuk, dipimpin oleh Raja Alp Arslan, menghancurkan tentara kekaisaran Bizantium.

Di dalam kubah, 16 nama yang dikaitkan dengan Tuhan dalam Islam digambar secara artistik untuk menandakan 16 Kerajaan Besar Turki sebelum berdirinya republik modern. Angka 16 juga ditampilkan dalam stempel kepresidenan Turki, dengan matahari berujung 16 yang besar dikelilingi oleh 16 bintang berujung lima untuk melambangkan Republik Turki dan 16 kerajaan besar.
Menghubungkan ke simbol yang lebih religius, kompleks ini memiliki lima kubah kecil yang melambangkan lima rukun Islam, dan delapan pintu monumental yang melambangkan delapan gerbang ke surga.
Lihat Juga :