Panduan Syariat agar Tetap Istiqamah dalam Berhijrah
Rabu, 24 Mei 2023 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
Beliau berkata,
“Utusan itu berkata, sesungguhnya kami hanyalah menyampaikan apa yang mesti disampaikan pada kalian. Jika kalian taat, maka kebahagiaan bagi kalian di dunia dan akhirat. Jika tidak mau mengikuti, kalian pun sudah tahu akibat jelek di balik itu semua. Wallahu a’lam.” (lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6/333).
Tidak mudah menghadapi teman-teman yang mempunyai watak suka mengghibah dan ada kecenderungan menyakiti saudaranya dengan lisan yang tidak baik.
Bila memang benar-benar tidak kuasa mendekati dan bersabar untuk berinteraksi sehingga beberapa teman bisa berubah atau mengurangi sifat-sifat yang buruk itu, maka mulailah dalam memilih dan menyeleksi teman-teman terbaik saja, yang mendatangkan kebaikan. Diperbolehkan juga bagi kita untuk menjauhi mereka sementara. Namun tetap bisa bergaul dalam kondisi tertentu sekadar mengingatkan dan menjaga hubungan baik.
Tapi, bila tetap tidak ada perubahan, maka anda harus mengambil sikap tegas, “Maaf aku bukanlah yang terbaik, tapi keridhaan Rabbku yang harus kudahulukan dari pertemanan ini”
Ingatlah selalu sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;
“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud, no. 4833 dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Sahih Sunan Abi Daud no. 4833)
Bisa jadi seorang wanita yang ada dalam pikirannya hanya hal-hal yang sifatnya duniawi semata semisal, ingin punya tas dan sepatu yang merek ini dan itu, ingin jalan-jalan ke luar negeri, ingin berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang karena ia salah dalam pergaulannya.
يقولون إنما علينا أن نبلغكم ما أرسلنا به إليكم، فإذا أطعتم كانت لكم السعادة في الدنيا والآخرة، وإن لم تجيبوا فستعلمون غِبَّ ذلك ،والله أعلم
“Utusan itu berkata, sesungguhnya kami hanyalah menyampaikan apa yang mesti disampaikan pada kalian. Jika kalian taat, maka kebahagiaan bagi kalian di dunia dan akhirat. Jika tidak mau mengikuti, kalian pun sudah tahu akibat jelek di balik itu semua. Wallahu a’lam.” (lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6/333).
2. Menyeleksi teman-teman terbaik
Apabila teman-teman ini bukan keluarga dan kerabat, maka menjaga pertemanan setelah hijrah dapat dilakukan dengan memberi nasihat dan saran terbaik. Teman-teman yang bukan keluarga dan kerabat ini misalnya adalah hanya teman permainan, teman sekolah dulu, dan teman nongkrong.Tidak mudah menghadapi teman-teman yang mempunyai watak suka mengghibah dan ada kecenderungan menyakiti saudaranya dengan lisan yang tidak baik.
Bila memang benar-benar tidak kuasa mendekati dan bersabar untuk berinteraksi sehingga beberapa teman bisa berubah atau mengurangi sifat-sifat yang buruk itu, maka mulailah dalam memilih dan menyeleksi teman-teman terbaik saja, yang mendatangkan kebaikan. Diperbolehkan juga bagi kita untuk menjauhi mereka sementara. Namun tetap bisa bergaul dalam kondisi tertentu sekadar mengingatkan dan menjaga hubungan baik.
Tapi, bila tetap tidak ada perubahan, maka anda harus mengambil sikap tegas, “Maaf aku bukanlah yang terbaik, tapi keridhaan Rabbku yang harus kudahulukan dari pertemanan ini”
Ingatlah selalu sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;
المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud, no. 4833 dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Sahih Sunan Abi Daud no. 4833)
Bahayanya Salah Pergaulan
Salah pertemanan, keliru dalam pergaulan dapat mengubah pola pikir dan pola hidup seseorang. Bisa jadi seseorang berubah menjadi sombong dan angkuh, karena temannya yang sombong dan angkuh.Bisa jadi seorang wanita yang ada dalam pikirannya hanya hal-hal yang sifatnya duniawi semata semisal, ingin punya tas dan sepatu yang merek ini dan itu, ingin jalan-jalan ke luar negeri, ingin berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang karena ia salah dalam pergaulannya.
Lihat Juga :