Pertemuan Tokoh Agama Amerika, Serukan Perdamaian dan Stop Peperangan
Rabu, 31 Mei 2023 - 22:11 WIB
loading...
A
A
A
Keempat, faktor pertama dikarenakan oleh ignorance. Ignorance sejatinya tidak dipahami sebagai ketidak-tahuan saja. Tapi kejahilan yang biasanya disebabkan oleh ketidak tahuan yang menumbuhkan kejahatan. Manusia jahil itu sudah pasti bodoh. Tapi seseorang yang bodoh belum tentu jahil. Saya memberikan beberapa contoh kekerasan yang terjadi di Amerika karena kejahilan.
Kelima, faktor kedua dari kekerasan-kekerasan yang terjadi baik pada skala massal (perang misalnya) atau pada skala kecil (ragam diskriminasi, rasisme) karena kegagalan manusia mengontrol tendensi egoistiknya. Keegoan inilah yang melahirkan berbagai prilaku yang melampaui batas (huduud) yang dikenal dengan ekremisme atau radikalisme. Termasuk yang nampak dominan saat ini adalah l'estremisme agama dan politik.
Keenam, karenanya solusi menghadapi ancaman Perdamaian di atas dengan adalah dengan konsep Qurani. Saya mengutip Surah Al-Hujurat Ayat 13. Bahwa manusia asalnya adalah satu keluarga besar (dari Adam dan Hawa). Tapi dengan hikmah, Allah menjadikan mereka ragam (bersuku-suku dan berbangsa-bangsa). Bukan untuk saling memusuhi dan berperang. Tapi untuk saling mengenal. Saya menyebut ta'aruf sebagai diversity management (cara mengelolah keragaman) yang efektif.
Ketujuh, selain saling mengenal (ta'aruf) hal lain yang perlu dilakukan untuk menjaga Perdamaian adalah manusia harus mampu mengendalikan ego hawa nafsu. Berbagai peperangan dan kerusakan semua disebabkan kegagalan manusia dalam mengontrol keegoan hawa nafsunya. Bahkan dalam beragama sekalipun tidak jarang yang dominan adalah ego dan hawa nafsu. Fenomena yang kemudian menjadikan agama nampak buruk. Seolah semakin beragama justeru semakin bringas dan kehilangan etika.
Kedelapan, saya kembali menekankan sebagai penutup bahwa dunia kita adalah dunia global yang sangat ditandai oleh keterikatan satu sama lain (interconnected atau interdependent). Karenanya di hadapan kita hanya ada dua kemungkinan. Membangun kerjasama dan bersama-sama menyelamatkan dunia ini sebagai rumah bersama. Atau membiarkan mereka yang tidak bertanggng jawab merusaknya dan kita semua hancur bersama. Pilihan ada di tangan kita (the choice is un our hand). Semoga dunia damai !
Jamaica City, 29 Mei 2023
Baca Juga: Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam
Kelima, faktor kedua dari kekerasan-kekerasan yang terjadi baik pada skala massal (perang misalnya) atau pada skala kecil (ragam diskriminasi, rasisme) karena kegagalan manusia mengontrol tendensi egoistiknya. Keegoan inilah yang melahirkan berbagai prilaku yang melampaui batas (huduud) yang dikenal dengan ekremisme atau radikalisme. Termasuk yang nampak dominan saat ini adalah l'estremisme agama dan politik.
Keenam, karenanya solusi menghadapi ancaman Perdamaian di atas dengan adalah dengan konsep Qurani. Saya mengutip Surah Al-Hujurat Ayat 13. Bahwa manusia asalnya adalah satu keluarga besar (dari Adam dan Hawa). Tapi dengan hikmah, Allah menjadikan mereka ragam (bersuku-suku dan berbangsa-bangsa). Bukan untuk saling memusuhi dan berperang. Tapi untuk saling mengenal. Saya menyebut ta'aruf sebagai diversity management (cara mengelolah keragaman) yang efektif.
Ketujuh, selain saling mengenal (ta'aruf) hal lain yang perlu dilakukan untuk menjaga Perdamaian adalah manusia harus mampu mengendalikan ego hawa nafsu. Berbagai peperangan dan kerusakan semua disebabkan kegagalan manusia dalam mengontrol keegoan hawa nafsunya. Bahkan dalam beragama sekalipun tidak jarang yang dominan adalah ego dan hawa nafsu. Fenomena yang kemudian menjadikan agama nampak buruk. Seolah semakin beragama justeru semakin bringas dan kehilangan etika.
Kedelapan, saya kembali menekankan sebagai penutup bahwa dunia kita adalah dunia global yang sangat ditandai oleh keterikatan satu sama lain (interconnected atau interdependent). Karenanya di hadapan kita hanya ada dua kemungkinan. Membangun kerjasama dan bersama-sama menyelamatkan dunia ini sebagai rumah bersama. Atau membiarkan mereka yang tidak bertanggng jawab merusaknya dan kita semua hancur bersama. Pilihan ada di tangan kita (the choice is un our hand). Semoga dunia damai !
Jamaica City, 29 Mei 2023
Baca Juga: Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam
(rhs)
Lihat Juga :