Perintah Berbhakti kepada Orang Tua Sepanjang Hayat yang Tercantum dalam Al Qur'an
Kamis, 01 Juni 2023 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua.”
Di antara bentuk bakti kita kepada orangtua ketika mereka masih hidup adalah dengan mendoakan mereka, berbuat baik kepada keduanya, menaati perintah mereka, melayani keperluan mereka, mengakui keutamaan mereka, mencukupi kebutuhan mereka, duduk bersama mereka, merendahkan suara di hadapan mereka, menjawab panggilan mereka, dan mendengarkan dengan seksama jika mereka berbicara kepada kita.
Sungguh bakti kepada orang tua adalah di antara cara terbaik mendekatkan diri kepada Allah, amalan yang paling Allah azza wajalla cintai. Oleh karenanya, kita wajib bersungguh-sungguh dalam berbakti kepada mereka.
Rasulullah menjawab, “Mengerjakan salat tepat waktu.”
“Kemudian apa?” tanyaku kembali.
Rasulullah menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.”
Aku bertanya, “Kemudian apa?”
Rasulullah menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (HR. Muslim no. 85)
Dalam hadis lain, Jahimah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Ya Rasulullah, aku ingin ikut pergi berjihad. Dan aku datang ke sini untuk meminta nasihatmu terkait dengan keinginanku ini.” Rasulullah bertanya, “Apakah ibumu masih hidup?” Jahimah menjawab, “Ya.” Maka Rasulullah bersabda, “Tetaplah bersama ibumu, karena surga berada di bawah telapak kakinya.” (HR. An-Nasai no. 3104).
“Ridha Allah ada pada ridha orang tua, dan marahnya Allah ada pada marahnya orang tua.” (HR. At-Tirmidzi no. 1899).
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barang siapa yang ingin rezekinya dilapangkan dan ajalnya diakhirkan, maka sambunglah silaturahmi.” (HR. Al-Bukhari no. 5640).
Di antara bentuk bakti kita kepada orangtua ketika mereka masih hidup adalah dengan mendoakan mereka, berbuat baik kepada keduanya, menaati perintah mereka, melayani keperluan mereka, mengakui keutamaan mereka, mencukupi kebutuhan mereka, duduk bersama mereka, merendahkan suara di hadapan mereka, menjawab panggilan mereka, dan mendengarkan dengan seksama jika mereka berbicara kepada kita.
Sungguh bakti kepada orang tua adalah di antara cara terbaik mendekatkan diri kepada Allah, amalan yang paling Allah azza wajalla cintai. Oleh karenanya, kita wajib bersungguh-sungguh dalam berbakti kepada mereka.
Keutamaan Bhakti kepada OrangTua
Begitu banyaknya nash yang memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua, menunjukkan bahwa ia memiliki banyak sekali fadhilah atau keutamaan. Dikutip dari lam dakwah, berikut keutamaan dari amalan birrul walidain ini, yakni1. Jalan menuju surga
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia meriwayatkan, aku bertanya, “Wahai Nabi Allah, apa amalan yang paling mendekatkanku menuju Janah?”Rasulullah menjawab, “Mengerjakan salat tepat waktu.”
“Kemudian apa?” tanyaku kembali.
Rasulullah menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.”
Aku bertanya, “Kemudian apa?”
Rasulullah menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (HR. Muslim no. 85)
Dalam hadis lain, Jahimah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Ya Rasulullah, aku ingin ikut pergi berjihad. Dan aku datang ke sini untuk meminta nasihatmu terkait dengan keinginanku ini.” Rasulullah bertanya, “Apakah ibumu masih hidup?” Jahimah menjawab, “Ya.” Maka Rasulullah bersabda, “Tetaplah bersama ibumu, karena surga berada di bawah telapak kakinya.” (HR. An-Nasai no. 3104).
2. Sebab mendapatkan ridha Allah
Abdullah bin Amru radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
“Ridha Allah ada pada ridha orang tua, dan marahnya Allah ada pada marahnya orang tua.” (HR. At-Tirmidzi no. 1899).
3. Sebab dipanjangkan umur dan dilapangkan rezeki
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barang siapa yang ingin rezekinya dilapangkan dan ajalnya diakhirkan, maka sambunglah silaturahmi.” (HR. Al-Bukhari no. 5640).
Lihat Juga :