Kisah Nabi Muhammad SAW Mencium Tangan Sahabat Pemecah Batu
Minggu, 04 Juni 2023 - 22:33 WIB
loading...
A
A
A
"Tanganku ini melepuh, duhai Rasulullah!" jawab Sa'id agak malu. "Tanganku melepuh karena begitu banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan," demikian jawaban Sa'id.
Rasulullah SAW terenyuh melihat perjuangannya mencari rezeki Allah yang halal, tanpa mengemis dan meminta-minta. Rasulullah segera menggenggam tangan sahabatnya. Sesaat kemudian, Rasulullah mencium telapak tangan yang melepuh itu seraya bersabda: "Hadzihi yadun la tamatsaha narrun abada (Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya)."
Terang saja, Sa'id merasa tidak pantas, tangannya yang kasar, kotor, berdebu, berpeluh keringat itu dicium oleh seorang Nabi dan Rasul yang mulia. Sa'id berusaha menariknya. Namun, Rasulullah menariknya: "Biarkan wahai Sa'ad, biarkan tangan ini nanti yang akan membawamu ke surga."
Sa'id menangis tersedu. Dia tidak membayangkan tangannya yang hina ternyata mulia di sisi Allah dan Rasul-Nya.
Pelajaran dari kisah ini, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa tangan pekerja kasar, dekil dan kotor sekalipun memiliki kemuliaan di sisi Allah dan Rasul-Nya apbila dipergunakan untuk mencari sesuap rezeki yang halal dan berkah.
Dari Sa'id Al-Khudri yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat."
Maka para sahabat pun bertanya: "Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Bersusah payah dalam mencari nafkah."
Referensi:
Kitab Fathul Bari
Baca Juga: 5 Keutamaan Kerja Mencari Nafkah, Salah Satunya Jihad Fii Sabilillah
Rasulullah SAW terenyuh melihat perjuangannya mencari rezeki Allah yang halal, tanpa mengemis dan meminta-minta. Rasulullah segera menggenggam tangan sahabatnya. Sesaat kemudian, Rasulullah mencium telapak tangan yang melepuh itu seraya bersabda: "Hadzihi yadun la tamatsaha narrun abada (Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya)."
Terang saja, Sa'id merasa tidak pantas, tangannya yang kasar, kotor, berdebu, berpeluh keringat itu dicium oleh seorang Nabi dan Rasul yang mulia. Sa'id berusaha menariknya. Namun, Rasulullah menariknya: "Biarkan wahai Sa'ad, biarkan tangan ini nanti yang akan membawamu ke surga."
Sa'id menangis tersedu. Dia tidak membayangkan tangannya yang hina ternyata mulia di sisi Allah dan Rasul-Nya.
Pelajaran dari kisah ini, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa tangan pekerja kasar, dekil dan kotor sekalipun memiliki kemuliaan di sisi Allah dan Rasul-Nya apbila dipergunakan untuk mencari sesuap rezeki yang halal dan berkah.
Dari Sa'id Al-Khudri yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat."
Maka para sahabat pun bertanya: "Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Bersusah payah dalam mencari nafkah."
Referensi:
Kitab Fathul Bari
Baca Juga: 5 Keutamaan Kerja Mencari Nafkah, Salah Satunya Jihad Fii Sabilillah
(rhs)
Lihat Juga :