Istigasah, Hukum dan Dalil untuk Melaksanakannya
Senin, 01 September 2025 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
Dalam meminta rezeki, kita diperintahkan untuk berharap pada Allah saja sebagaimana disebutkan dalam ayat :
“Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al ‘Ankabut : 17)
Masih banyak ayat-ayat yang semisal di atas. Intinya, ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa istigasah kepada selain Allah sangat dilarang. Sedangkan do’a adalah ibadah. Begitu pula istigasah adalah ibadah. Dan memalingkan ibadah kepada selain Allah termasuk kekufuran dan syirik.
Baca juga: Doa untuk Menghimpun Kebaikan yang Diajarkan Rasulullah SAw, Yuk Amalkan!
Sebagian ulama memberikan ketentuan kapan istigasah termasuk syirik akbar, yaitu ketika istighosah ditujukan pada makhluk yang mereka sebenarnya tidak mampu memenuhinya. Sebagian lagi berkata bahwa istighosah adalah meminta pertolongan dihilangkan bencana pada makhluk pada perkara yang tidak dimampui selain Allah. Pendapat terakhir, itulah yang lebih tepat.
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah beristigasah. Rasulullah berlandaskan ayat :
(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu : “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”. ( QS. Al-Anfal : 7 )
Dan saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dengan sungguh-sungguh, sampai-sampai selendang beliau jatuh dari pundaknya.
إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al ‘Ankabut : 17)
Masih banyak ayat-ayat yang semisal di atas. Intinya, ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa istigasah kepada selain Allah sangat dilarang. Sedangkan do’a adalah ibadah. Begitu pula istigasah adalah ibadah. Dan memalingkan ibadah kepada selain Allah termasuk kekufuran dan syirik.
Apakah Istigasah Bisa Menjadi Syirik?
Sebagaimana telah dipahami bahwa istigasah adalah meminta pertolongan agar terhindar dari kesulitan, maka tidak boleh hal ini ditujukan selain pada Allah, terkhusus pada hal-hal yang hanya mampu dilakukan oleh Allah semata. Karena istighosah bisa saja diminta dari makhluk yang mampu memenuhinya.Baca juga: Doa untuk Menghimpun Kebaikan yang Diajarkan Rasulullah SAw, Yuk Amalkan!
Sebagian ulama memberikan ketentuan kapan istigasah termasuk syirik akbar, yaitu ketika istighosah ditujukan pada makhluk yang mereka sebenarnya tidak mampu memenuhinya. Sebagian lagi berkata bahwa istighosah adalah meminta pertolongan dihilangkan bencana pada makhluk pada perkara yang tidak dimampui selain Allah. Pendapat terakhir, itulah yang lebih tepat.
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah beristigasah. Rasulullah berlandaskan ayat :
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ
(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu : “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”. ( QS. Al-Anfal : 7 )
Dan saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dengan sungguh-sungguh, sampai-sampai selendang beliau jatuh dari pundaknya.
Lihat Juga :