Cara Efektif Cegah Demensia, Ajak Jemaah Haji Lansia Bersosialisasi
Selasa, 06 Juni 2023 - 10:33 WIB
loading...
Juhani (95) jemaah haji lanjut usia (lansia) yang videonya viral di media sosial (medsos) karena ingin turun dari pesawat untuk kasih makan ayam ketika berada di penginapannya, di Front Tiba Madinah. Foto/Sucipto
A
A
A
JAKARTA - Para pendamping jemaah haji diimbau selalu mengajak mereka yang lanjut usia ( lansia ) untuk bersosialisasi. Cara itu dinilai efektif untuk mencegah demensia atau penurunan daya ingat.
Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi dr. M. Imran mengatakan, berdasarkan laporan petugas pelayanan kesehatan haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ada sejumlah jemaah haji lansia yang mengalami demensia setelah tiba di Madinah.
"Jemaah haji lansia yang mengalami disorientasi seperti kasus jemaah haji minta pulang saat di pesawat, kemudian ada beberapa kasus jemaah haji yang sudah tiba di Tanah Suci masih menganggap berada di kampungnya terjadi karena demensia," ujarnya, Senin (5/6/2023).
Baca juga: Jemaah Haji Majalengka Minta Turun Pesawat karena Ingat Belum Kasih Makan Ayam
Demensia biasanya diikuti dengan gangguan cara berpikir, seperti disorientasi tempat, waktu, dan orang-orang di sekitarnya. Gejala-gejala yang bisa terlihat di awal biasanya seperti mudah lupa, terutama untuk kejadian-kejadian yang baru saja dialami, kemudian sulit mempelajari hal baru, konsentrasi, termasuk sulit mengingat waktu dan tempat, terutama setelah mereka berpindah dari kampungnya ke embarkasi atau ke Tanah Suci.
“Demensia ini merupakan fenomena jemaah haji Indonesia tahun ini karena tahun ini memang jumlah jemaah lansia lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Pada jemaah yang mengalami demensia, kata dia, perlu diberikan stimulasi kognitif. Stimulasi dilakukan dengan mengajak pasien ngobrol dan bersosialisasi. Selanjutnya tenaga kesehatan haji melakukan pendampingan terhadap pasien untuk mencegah terjadinya demensia.
Baca juga: Sempat Minta Turun Pesawat karena Ayam, Kakek Jemaah Haji Ini Nyanyi Lagu Jepang di Madinah
"Jemaah yang mengalami demensia langsung dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah untuk mendapatkan terapi stimulasi kognitif. Biasanya setelah terapi ini ingatan pasien akan pulih kembali," katanya.
Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi dr. M. Imran mengatakan, berdasarkan laporan petugas pelayanan kesehatan haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ada sejumlah jemaah haji lansia yang mengalami demensia setelah tiba di Madinah.
"Jemaah haji lansia yang mengalami disorientasi seperti kasus jemaah haji minta pulang saat di pesawat, kemudian ada beberapa kasus jemaah haji yang sudah tiba di Tanah Suci masih menganggap berada di kampungnya terjadi karena demensia," ujarnya, Senin (5/6/2023).
Baca juga: Jemaah Haji Majalengka Minta Turun Pesawat karena Ingat Belum Kasih Makan Ayam
Demensia biasanya diikuti dengan gangguan cara berpikir, seperti disorientasi tempat, waktu, dan orang-orang di sekitarnya. Gejala-gejala yang bisa terlihat di awal biasanya seperti mudah lupa, terutama untuk kejadian-kejadian yang baru saja dialami, kemudian sulit mempelajari hal baru, konsentrasi, termasuk sulit mengingat waktu dan tempat, terutama setelah mereka berpindah dari kampungnya ke embarkasi atau ke Tanah Suci.
“Demensia ini merupakan fenomena jemaah haji Indonesia tahun ini karena tahun ini memang jumlah jemaah lansia lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Pada jemaah yang mengalami demensia, kata dia, perlu diberikan stimulasi kognitif. Stimulasi dilakukan dengan mengajak pasien ngobrol dan bersosialisasi. Selanjutnya tenaga kesehatan haji melakukan pendampingan terhadap pasien untuk mencegah terjadinya demensia.
Baca juga: Sempat Minta Turun Pesawat karena Ayam, Kakek Jemaah Haji Ini Nyanyi Lagu Jepang di Madinah
"Jemaah yang mengalami demensia langsung dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah untuk mendapatkan terapi stimulasi kognitif. Biasanya setelah terapi ini ingatan pasien akan pulih kembali," katanya.
Lihat Juga :