Cerita Hasan Tata Abas, Orang Indonesia yang Jadi Asisten Imam Masjid Nabawi
Rabu, 07 Juni 2023 - 07:56 WIB
loading...
Hasan Tata Abas, WNI yang menjadi asisten Imam Masjid Nabawi saat berbincang dengan SINDOnews di salah satu ruangan Masjid Nabawi, Madinah, Selasa (6/6/2023). FOTO/SINDOnews/SUCIPTO
A
A
A
JAKARTA - Tak banyak orang yang mengenal Hasan Tata Abas. Sebab Hasan memang jarang bersentuhan dengan khalayak dan lebih banyak menghabiskan waktunya di Maarots Kadimiyah Masjid Nabawi .
Namun siapa sangka, pria asal Banten ini merupakan orang Indonesia yang terpilih menjadi pelayan atau asisten salah satu Imam Masjid Nabawi yang berada di Kota Suci Madinah.
Sehari-harinya, Hasan membantu dan melayani Syekh Abdul Muhsin bin Muhammad al-Qasim, satu dari tujuh Imam Masjid Nabawi mulai dari menyiapkan ruangan, menyediakan makan, minum, dan sebagainya.
![Cerita Hasan Tata Abas, Orang Indonesia yang Jadi Asisten Imam Masjid Nabawi]()
Hasan Tata Abas saat bersalaman dengan para syekh, imam masjid haramain. FOTO/DOK.PRIBADI
Tak hanya itu, Hasan juga kerap menemani Sang Imam menjamu para tamunya. Dengan sigap Hasan menyajikan qohwah atau teh campuran rempah-rempah, minuman khas Arab Saudi bagi tamu dan syekh.
"Kalau syekh lagi menyusun kitab-kitab, saya yang menyiapkan minumnya. Kalau ada tamu saya yang bawakan oleh-oleh untuk tamu beliau ke mobil, saya yang mikul. Menyediakan dan menyiapkan kantor beliau, ya saya yang mengelap dan sebagainya," katanya.
Sebagai asisten, Hasan bekerja dari subuh hingga isya. Sejak pagi Hasan memulai aktivitasnya di Maarots Kadimiyah Masjid Nabawi yang lokasinya tepat di depan pintu 309. Menjelang sore setelah Ashar, Hasan pindah ke Masjid Nabawi.
Hasan yang telah mengabdi sejak 2004 ini mengaku tidak pernah menyangka bisa menjadi asisten Imam Masjid Nabawi. Saat itu, dirinya baru saja menyelesaikan pendidikannya di pondok pesantren di Padeglang, Banten.
"Awalnya karena ekonomi. Saat itu, baru punya anak satu, saya memutuskan untuk ikut beasiswa gratis di Universitas Islam Madinah (UIM). Dengan izin Allah saya bisa lulus," ujarnya, Rabu (7/6/2023).
Baca juga: Cuaca Panas di Mekah Capai 45 Derajat Celsius
Namun siapa sangka, pria asal Banten ini merupakan orang Indonesia yang terpilih menjadi pelayan atau asisten salah satu Imam Masjid Nabawi yang berada di Kota Suci Madinah.
Sehari-harinya, Hasan membantu dan melayani Syekh Abdul Muhsin bin Muhammad al-Qasim, satu dari tujuh Imam Masjid Nabawi mulai dari menyiapkan ruangan, menyediakan makan, minum, dan sebagainya.

Hasan Tata Abas saat bersalaman dengan para syekh, imam masjid haramain. FOTO/DOK.PRIBADI
Tak hanya itu, Hasan juga kerap menemani Sang Imam menjamu para tamunya. Dengan sigap Hasan menyajikan qohwah atau teh campuran rempah-rempah, minuman khas Arab Saudi bagi tamu dan syekh.
"Kalau syekh lagi menyusun kitab-kitab, saya yang menyiapkan minumnya. Kalau ada tamu saya yang bawakan oleh-oleh untuk tamu beliau ke mobil, saya yang mikul. Menyediakan dan menyiapkan kantor beliau, ya saya yang mengelap dan sebagainya," katanya.
Sebagai asisten, Hasan bekerja dari subuh hingga isya. Sejak pagi Hasan memulai aktivitasnya di Maarots Kadimiyah Masjid Nabawi yang lokasinya tepat di depan pintu 309. Menjelang sore setelah Ashar, Hasan pindah ke Masjid Nabawi.
Hasan yang telah mengabdi sejak 2004 ini mengaku tidak pernah menyangka bisa menjadi asisten Imam Masjid Nabawi. Saat itu, dirinya baru saja menyelesaikan pendidikannya di pondok pesantren di Padeglang, Banten.
"Awalnya karena ekonomi. Saat itu, baru punya anak satu, saya memutuskan untuk ikut beasiswa gratis di Universitas Islam Madinah (UIM). Dengan izin Allah saya bisa lulus," ujarnya, Rabu (7/6/2023).
Baca juga: Cuaca Panas di Mekah Capai 45 Derajat Celsius
Lihat Juga :