PPIH Siapkan 100 Kursi Roda dan 15 Mobil Golf untuk Jemaah Haji Lansia di Mina
Senin, 19 Juni 2023 - 15:23 WIB
loading...
Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat Dodo Murtado memberikan keterangan pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (19/6/2023). FOTO/DOK.KEMENAG
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah persiapan terus dilakukan Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menjelang puncak haji. Persiapan utamanya terkait pelayanan jemaah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Pada momen puncak haji khususnya pada fase Mina, jemaah harus jalan kaki ke Jamarat untuk lempar jumrah. Jarak tempuh terdekat antara tenda ke jamarat sekitar 3 km, kalau pergi pulang berarti 6 km. Sementara jarak terjauh mencapai 7 km, kalau pergi pulang 14 km," kata Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat Dodo Murtado dalam keterangan persnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (19/6/2023).
Pada rute tenda Mina-Jamarat tersebut, kata Dodo, PPIH menyiapkan petugas layanan lansia yang ditempatkan di setiap titik. Mereka akan dibekali dengan dengan sejumlah perangkat, termasuk 100 kursi roda dan lainnya.
Selama di Mina, pihak Masyarik akan menyiapkan 15 mobil golf untuk layanan lansia, juga bagi jemaah risti serta penyandang disabilitas.
"Fasillitasi kursi roda dengan jumlah signifikan serta mobil golf di Mina menjadi salah satu terobosan baru dan ikhtiar PPIH melayani jemaah khususnya jemaah lansia yang jumlahnya tahun ini mencapai kurang lebih 67.000 jemaah," katanya.
Selama di Makkah, jemaah mendapatkan 3 kali makan, yakni makan pagi, makan siang, dan makan malam. Tahun ini, PPIH Arab Saudi mengganti menu sarapan untuk jemaah haji dari awalnya disajikan dalam bentuk roti, tahun ini diberikan berupa sarapan nasi, lauk, dan air mineral.
"Sarapan pagi berupa roti atau snack sudah dievaluasi. Hal itu, tidak sesuai dengan kebiasaan jemaah haji Indonesia yang umumnya sarapan dengan nasi," katanya.
Baca juga: Jemaah Haji Diimbau Bayar Dam di Lembaga Resmi, Ini Kisaran Harganya
Penetapan menu makanan, termasuk sarapan jemaah haji, kata Dodo, sejak awal melibatkan tim pengawas katering yang merupakan ahli gizi sekaligus dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. Pembahasan menunya juga melihatkan ahli gizi dari Kementerian Kesehatan.
"Pada momen puncak haji khususnya pada fase Mina, jemaah harus jalan kaki ke Jamarat untuk lempar jumrah. Jarak tempuh terdekat antara tenda ke jamarat sekitar 3 km, kalau pergi pulang berarti 6 km. Sementara jarak terjauh mencapai 7 km, kalau pergi pulang 14 km," kata Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat Dodo Murtado dalam keterangan persnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (19/6/2023).
Pada rute tenda Mina-Jamarat tersebut, kata Dodo, PPIH menyiapkan petugas layanan lansia yang ditempatkan di setiap titik. Mereka akan dibekali dengan dengan sejumlah perangkat, termasuk 100 kursi roda dan lainnya.
Selama di Mina, pihak Masyarik akan menyiapkan 15 mobil golf untuk layanan lansia, juga bagi jemaah risti serta penyandang disabilitas.
"Fasillitasi kursi roda dengan jumlah signifikan serta mobil golf di Mina menjadi salah satu terobosan baru dan ikhtiar PPIH melayani jemaah khususnya jemaah lansia yang jumlahnya tahun ini mencapai kurang lebih 67.000 jemaah," katanya.
Selama di Makkah, jemaah mendapatkan 3 kali makan, yakni makan pagi, makan siang, dan makan malam. Tahun ini, PPIH Arab Saudi mengganti menu sarapan untuk jemaah haji dari awalnya disajikan dalam bentuk roti, tahun ini diberikan berupa sarapan nasi, lauk, dan air mineral.
"Sarapan pagi berupa roti atau snack sudah dievaluasi. Hal itu, tidak sesuai dengan kebiasaan jemaah haji Indonesia yang umumnya sarapan dengan nasi," katanya.
Baca juga: Jemaah Haji Diimbau Bayar Dam di Lembaga Resmi, Ini Kisaran Harganya
Penetapan menu makanan, termasuk sarapan jemaah haji, kata Dodo, sejak awal melibatkan tim pengawas katering yang merupakan ahli gizi sekaligus dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. Pembahasan menunya juga melihatkan ahli gizi dari Kementerian Kesehatan.
Lihat Juga :