Sejarah Muslim Amerika: Kisah Omar ibn Said Penentang Perbudakan yang Dituduh Murtad
Rabu, 21 Juni 2023 - 09:46 WIB
loading...
Omar ibn Said adalah seorang Muslim, lahir pada tahun 1770 di Senegal dan pada saat kematiannya, dia telah diperbudak selama 56 tahun. Foto/Ilusrasi: Al-Jazeera
A
A
A
Muslim biasanya dianggap sebagai imigran abad ke-20 ke AS, namun selama lebih dari tiga abad, Muslim Afrika adalah kehadiran yang akrab. Mereka dibesarkan di Senegal, Mali, Guinea, Sierra Leone, Ghana, Benin, dan Nigeria di mana Islam dikenal sejak abad ke-8 dan menyebar pada awal tahun 1000-an.
Sejarawan Dr Sylviane A Diouf menulis setidaknya 900.000 dari 12,5 juta orang Afrika yang dibawa ke Amerika sebagian adalah muslim. Mereka terpelajar, putra pejabat tinggi bahkan ada yang berdarah biru. Mereka dijadikan budak, namun tetap menjalankan kewajiban agamanya. Bahkan di antara mereka terus berdakwah lewat tulisan.
Baca juga: Sejarah Muslim Amerika: Bagian dari 900.000 Orang Afrika yang Dibawa ke Amerika
Pada musim panas tahun 1863, surat kabar di Carolina Utara mengumumkan kematian "seorang Afrika yang terhormat", yang disebut, dengan cara paternalistik, sebagai "Paman Moreau".
Penulis buku berjudul "Servants of Allah: African Muslims Enslaved in the Americas" ini menjelaskan bahwa Paman Moreau sejatinya adalah Omar ibn Said. Dia seorang Muslim, lahir pada tahun 1770 di Senegal dan pada saat kematiannya, dia telah diperbudak selama 56 tahun.
"Pada tahun 2021, Omar, sebuah opera tentang hidupnya, tayang perdana di Festival Spoleto di Charleston, Carolina Selatan," tulis Cendekiawan Tamu di Pusat Studi Perbudakan dan Keadilan di Universitas Brown ini.
Ia berkisah, jika keaksaraannya tidak membebaskan Omar ibn Said, itu sangat memperbaiki situasinya. Dia melarikan diri pada tahun 1810 dari "orang jahat ... seorang kafir yang tidak takut kepada Allah".
Baca juga: Kisah Muslim Amerika Akbar T. Salaam Jadi Juragan Sosis Halal
Omar ditangkap saat dia berdoa di sebuah gereja dan dijebloskan ke penjara sebagai pelarian. Dengan potongan batu bara, dia menutupi dinding dengan permohonan, dalam bahasa Arab, untuk dibebaskan.
Selanjutnya seseorang, konon saudara laki-laki gubernur Carolina Utara, membeli Omar. Ia lalu memberinya tugas-tugas ringan dan melengkapinya dengan kertas dan dakwah Kristen.
Sejarawan Dr Sylviane A Diouf menulis setidaknya 900.000 dari 12,5 juta orang Afrika yang dibawa ke Amerika sebagian adalah muslim. Mereka terpelajar, putra pejabat tinggi bahkan ada yang berdarah biru. Mereka dijadikan budak, namun tetap menjalankan kewajiban agamanya. Bahkan di antara mereka terus berdakwah lewat tulisan.
Baca juga: Sejarah Muslim Amerika: Bagian dari 900.000 Orang Afrika yang Dibawa ke Amerika
Pada musim panas tahun 1863, surat kabar di Carolina Utara mengumumkan kematian "seorang Afrika yang terhormat", yang disebut, dengan cara paternalistik, sebagai "Paman Moreau".
Penulis buku berjudul "Servants of Allah: African Muslims Enslaved in the Americas" ini menjelaskan bahwa Paman Moreau sejatinya adalah Omar ibn Said. Dia seorang Muslim, lahir pada tahun 1770 di Senegal dan pada saat kematiannya, dia telah diperbudak selama 56 tahun.
"Pada tahun 2021, Omar, sebuah opera tentang hidupnya, tayang perdana di Festival Spoleto di Charleston, Carolina Selatan," tulis Cendekiawan Tamu di Pusat Studi Perbudakan dan Keadilan di Universitas Brown ini.
Ia berkisah, jika keaksaraannya tidak membebaskan Omar ibn Said, itu sangat memperbaiki situasinya. Dia melarikan diri pada tahun 1810 dari "orang jahat ... seorang kafir yang tidak takut kepada Allah".
Baca juga: Kisah Muslim Amerika Akbar T. Salaam Jadi Juragan Sosis Halal
Omar ditangkap saat dia berdoa di sebuah gereja dan dijebloskan ke penjara sebagai pelarian. Dengan potongan batu bara, dia menutupi dinding dengan permohonan, dalam bahasa Arab, untuk dibebaskan.
Selanjutnya seseorang, konon saudara laki-laki gubernur Carolina Utara, membeli Omar. Ia lalu memberinya tugas-tugas ringan dan melengkapinya dengan kertas dan dakwah Kristen.
Lihat Juga :