Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah

Kamis, 09 April 2026 - 12:25 WIB
loading...
Inilah Penyebab Utama...
Islam Sunni mendominasi Iran dari abad ke-7 hingga abad ke-15, kemudian muncul dinasti Safawi yang menjadikan Syiah sebagai agama negara Iran. Foto ilustrasi/ist
A A A
Penyebab utama Iran menjadi negara Islam Syiah menarik untuk diketahui. Pasalnya, negara yang dulu bernama Persia ini berada di kawasan Timur Tengah dan memiliki luas wilayah cukup besar dan dulunya mayoritas Islam Sunni. Simak penjelasannya berikut ini.

Perlu diketahui, dalam sejarah awal Islam , hampir seluruh wilayah Timur Tengah juga didominasi oleh Islam Sunni. Dan ternyata, penyebab Iran menjadi negara Islam Syiah ini berkaitan dengan kemunculan tokoh pendiri Syiah yang pertama. Dalam sejarahnya, Islam memasuki Iran ketika negara tersebut masih berbentuk Kerajaan Persia sepanjang tahun 637–651. Penaklukkan Muslim ini sekaligus menyebabkan berakhirnya Kekaisaran Sasan yang telah berkuasa sejak tahun 224.

Kekaisaran Sasanian/Sassaniah menggantikan Kekaisaran Parthia dan menjadikan Persia kembali sebagai kekuatan utama pada zaman kuno bersama dengan musuh bebuyutannya, Kekaisaran Romawi. Setelah penaklukan Muslim, terjadi pergerakan penduduk yang lambat namun stabil menuju Islam, meskipun ada perlawanan yang cukup besar, dengan kaum bangsawan dan penduduk kota menjadi yang pertama masuk Islam, dan diikuti oleh kaum tani dan dehqan, atau raja pemilik tanah.



Baca juga: Asal-usul Nama Iran: Mengapa Identitas Persia Ditinggalkan?

Hingga pada akhirnya di abad ke-10, mayoritas penduduk Persia telah memeluk agama Islam. Pada saat itu Islam Sunni mendominasi Iran dari abad ke-7 hingga abad ke-15.

Penyebab Iran Jadi Negara Islam Syiah

Setelah Islam Sunni cukup lama menguasai Tanah Arab, muncullah dinasti Safawi yang menjadikan Syiah sebagai agama negara. Mereka secara agresif melakukan dakwah dengan cara memaksa.

Sebenarnya kaum Syiah telah ada di Iran sejak masa awal Islam, para penulis empat kitab hadits Syiah adalah orang Iran pada era pra-Safawi dan terdapat satu dinasti Syiah yang tinggal di sebagian Iran pada abad kesepuluh dan abad kesebelas. Meskipun Sunni berhasil mendominasi wilayah ini selama kurang lebih sembilan abad, kecenderungan Syiah di antara banyak Sunni di negeri ini rupanya mendapat dukungan besar dari kelompok Syiah Imami, dan Syiah Zaidī.

Mereka juga mendapat dukungan dari wilayah Najaf dan Hillah. Hingga pada tahun 1500 Safavid Shah Ismail I melakukan penaklukan Iran dan Azerbaijan dan memulai kebijakan pemaksaan perpindahan agama Muslim Sunni ke Islam Syiah. Shah Ismail I merupakan pendiri dan syah pertama Safawi Iran, yang memerintah dari tahun 1501 hingga 1524. Pada masanya ini Iran menjadi salah satu kerajaan paling kuat pada masanya.

Pada masa itu juga banyak pengikut Islam Sunni yang dibunuh. Ketika Shah Ismail I menaklukkan Irak , Dagestan, Anatolia Timur, dan Armenia, ia juga dengan paksa mengubah agama atau memerangi Muslim Sunni. Penindasan dan pemaksaan pindah agama terhadap warga Sunni yang terus berlanjut selama dua abad berikutnya inilah yang membuat Iran dan Azerbaijan kini menjadi negara yang mayoritas penduduknya Syiah.

Pemerintahan Safawi awalnya didasarkan pada legitimasi politik dan agama, dengan Syah sebagai raja sekaligus khalifah. Dengan terkikisnya otoritas politik pusat Safawi pada pertengahan abad ke-17, kekuasaan ulama Syiah dalam urusan sipil seperti hakim, administrator, dan pejabat pengadilan, mulai tumbuh, dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut filsuf Syiah, Mortaza Motahhari, mayoritas orang Iran beralih ke Islam Syiah sejak periode Safawi dan seterusnya.

Tidak dapat dipungkiri jika lingkungan di Iran lebih mendukung berkembangnya Islam Syiah dibandingkan dengan wilayah Muslim lainnya. Islam Syiah tidak menembus negeri mana pun sejauh yang bisa dilakukan secara bertahap di Iran. Seiring berjalannya waktu, kesiapan masyarakat Iran untuk mengamalkan Islam Syiah semakin hari semakin meningkat. Kaum Safawi yang menjadikan Iran sebagai benteng spiritual Syiah melawan serangan gencar yang dilancarkan Islam Sunni, dan tradisi budaya Persia.

Baca juga: Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Asbabun Nuzul Surat...
Asbabun Nuzul Surat Ar Rum Ayat 1-2 : Perang Besar Bangsa Romawi vs Bangsa Persia
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Rekomendasi
Fakta-Fakta Gecko Raksasa...
Fakta-Fakta Gecko Raksasa Delcourt, Tokek Terbesar yang Pernah Hidup Sepanjang Sejarah
Keretakan Lempeng Bumi...
Keretakan Lempeng Bumi Semakin Parah, Benua Afrika Akan Terbelah Dua
Kapal Penjelajah Kutub...
Kapal Penjelajah Kutub Shackleton Ditemukan setelah 60 Tahun Menghilang
Artikel Terkini
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Quran tentang Kekayaan, Panduan Mencari dan Mengelola Harta Halal
Bahaya Harta : Ketika...
Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
Kapan Harta Menjadi...
Kapan Harta Menjadi Tercela? Ini Sikap yang Menyebabkannya
Pandangan Islam tentang...
Pandangan Islam tentang Harta: Benarkah Kaya Lebih Baik daripada Miskin?
Solusi Pemberantasan...
Solusi Pemberantasan Korupsi Menurut Islam: Dimulai dari Reformasi Individu dan Sosial
Infografis
3 Negara Muslim Ikut...
3 Negara Muslim Ikut Halau Serangan Rudal Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved